Jumat, April 3, 2026
BerandaDPRD KOTA SURABAYAKOMISI - DKomisi D DPRD Surabaya Bahas Kesejahteraan Pelatih Ekstrakurikuler, Pastikan Pendapatan Stabil dan...

Komisi D DPRD Surabaya Bahas Kesejahteraan Pelatih Ekstrakurikuler, Pastikan Pendapatan Stabil dan Terjamin

LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Komisi D DPRD Kota Surabaya mengadakan rapat dengar pendapat bersama Dinas Pendidikan Pemkot Surabaya dan Ketua Koptras, terkait kesejahteraan pelatih  ekstrakurikuler. Dalam kesempatan tersebut, Ajeng Wira Wati, anggota Komisi D dari Fraksi Gerindra, memberikan penjelasan mengenai hasil rapat tersebut ketika diwawancarai oleh media lensaparlemen.id, Senin (3/3/2025).

Menurut Ajeng, komisi D mendukung adanya keselarasan dalam sistem pengupahan dan kesejahteraan para pelatih ekstrakurikuler di Surabaya. Ia menegaskan, “Kami mendukung adanya keselarasan, dengan minimal kesejahteraan mereka yang terjamin. Jangan sampai ada simpang siur yang membuat para pelatih khawatir mengenai pendapatan bulanan mereka.”

Ajeng menjelaskan lebih lanjut, bahwa dengan adanya standar pengupahan yang jelas, pendapatan pelatih ekstrakurikuler dipastikan tidak akan berkurang signifikan dari tahun sebelumnya.

“Pendapatan pelatih minimal dalam setahun harus tetap terjaga, dan ini harus didukung dengan peningkatan kompetensi dari para pelatih tersebut,” tuturnya.

Komisi D juga meminta Dinas Pendidikan untuk memberikan pendampingan dan pengawalan guna menata kembali sistem pengupahan pelatih ekstrakurikuler. Hal ini diharapkan dapat memastikan bahwa para pelatih tetap mendapatkan pendapatan yang stabil sepanjang tahun.

“Kami ingin agar para pelatih ini bisa mendapatkan pendapatan minimal selama 11 bulan dalam setahun,” ujar Ajeng.

AJENG WIRA WATI, S.Sos., M.PSDM, Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya (Foto: B4M)

Ajeng juga mengusulkan agar pelatih  ekstrakurikuler diikutkan dalam program Balai Sinau, yang dapat memberikan ruang lebih luas bagi mereka untuk mengembangkan kemampuan mengajar dan menambah jam belajar siswa.

Selain itu, ia juga mengingatkan akan pentingnya peningkatan kompetensi bagi pelatih ekstrakurikuler. Mengingat bahwa kegiatan ekstrakurikuler berbasis keahlian, ke depan harus ada standarisasi kompetensi sebagai pelatih ekstrakurikuler, guna memastikan kesejahteraan mereka benar-benar terjamin dan kualitas pembelajaran dapat terus meningkat.

“Ini juga akan membantu memastikan kesejahteraan mereka lebih terjamin ke depannya,” katanya.

Ajeng berharap agar para pelatih  ekstrakurikuler yang telah lama mengabdi di Surabaya mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah kota, serta dukungan yang memadai dalam menjalankan tugas mereka.

Terkait besaran gaji pelatih ekstrakurikuler, Ajeng menjelaskan bahwa saat ini mereka menerima gaji sebesar Rp150.000 per pertemuan. Pelatih ekstrakurikuler ini pun memiliki kesempatan mengajar lebih dari satu sekolah, bahkan bisa mencapai hingga 10 sekolah.

“Dengan kondisi seperti ini, pendapatan mereka sudah melebihi UMR,” pungkas Ajeng yang juga menjabat sebagai ketua Fraksi Gerindra. (B4M)

RELATED ARTICLES
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Most Popular