Surabaya – Lensaparlemen.id
Peringatan Hari Gizi Nasional yang jatuh setiap 28 Februari dimaknai sebagai momentum strategis untuk memperkuat komitmen peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Anggota Komisi D DPRD Surabaya yang membidangi kesehatan, Zuhrotul Mar’ah, menegaskan bahwa upaya pencegahan stunting dan penguatan edukasi gizi harus menjadi prioritas kebijakan daerah.
Menurutnya, tantangan persoalan gizi tidak hanya soal ketersediaan makanan, tetapi juga menyangkut pola asuh, edukasi keluarga, dan konsistensi program pemerintah dalam jangka panjang.
“Hari Gizi Nasional bukan sekadar seremoni tahunan. Ini momentum evaluasi dan penguatan komitmen bersama. Pencegahan stunting harus dimulai dari edukasi gizi yang masif dan berkelanjutan,” tegas dr. Zuhrotul Mar’ah, Sabtu (28/2).
Sebagai mitra kerja sektor kesehatan, Komisi D DPRD Surabaya, kata dia, terus mendorong kebijakan yang lebih menitikberatkan pada langkah promotif dan preventif. Intervensi sejak 1.000 hari pertama kehidupan dinilai krusial untuk mencegah gangguan pertumbuhan anak.
Ia menegaskan bahwa penguatan program pemberian makanan tambahan, pemantauan tumbuh kembang anak melalui posyandu, serta peningkatan literasi gizi di sekolah harus dilakukan secara konsisten.
“Kami tidak ingin peringatan Hari Gizi Nasional hanya menjadi agenda simbolik. Komisi D akan memastikan anggaran intervensi gizi benar-benar tepat sasaran dan menyentuh keluarga yang membutuhkan,” ujarnya.
dr. Zuhrotul juga menyoroti pentingnya peran keluarga sebagai garda terdepan dalam membentuk kebiasaan makan sehat. Konsumsi protein hewani, sayur, buah, serta pembatasan gula, garam, dan lemak harus menjadi pola hidup sehari-hari, bukan sekadar imbauan.
Selain itu, sinergi antara Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta kader kesehatan di tingkat kelurahan dinilai menjadi kunci keberhasilan program gizi di Kota Surabaya.
“Edukasi tidak bisa parsial. Harus terintegrasi dari rumah, sekolah, hingga fasilitas layanan kesehatan,” jelasnya.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas gizi bukan hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga menentukan daya saing sumber daya manusia di masa depan. Anak-anak dengan asupan gizi baik cenderung memiliki perkembangan kognitif dan produktivitas yang lebih optimal.
Karena itu, Komisi D DPRD Surabaya berkomitmen terus mengawal kebijakan dan alokasi anggaran kesehatan agar fokus pada program-program berbasis pencegahan dan peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Momentum Hari Gizi Nasional 28 Februari ini diharapkan tidak hanya menjadi pengingat, tetapi juga pemicu gerakan kolektif seluruh elemen masyarakat untuk membangun generasi Surabaya yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Reporter: B4M
Editor: Redaksi





