LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, dr. Zurohtul Mar’ah, memberikan apresiasi atas peresmian terowongan pejalan kaki yang menghubungkan Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) dengan Kebun Binatang Surabaya (KBS), Senin (23/12/2024).
Ia menilai pembangunan infrastruktur ini sebagai langkah positif yang mendukung kemajuan kota sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat.
“Peresmian terowongan ini adalah langkah nyata dari Pemerintah Kota Surabaya untuk mengatasi masalah kemacetan sekaligus mempermudah akses masyarakat, khususnya pejalan kaki. Hal ini tentu sejalan dengan upaya kita untuk menjadikan Surabaya sebagai kota yang lebih modern dan ramah lingkungan,” ujar dr. Zuroh kepada media lensaparlemen.id, di ruang komisi D DPRD Surabaya, Selasa, 24/12/2024.

Menurutnya, pembangunan terowongan ini juga mencerminkan perhatian pemerintah terhadap aspek keselamatan dan kenyamanan warga. Fasilitas seperti sistem pendingin udara, CCTV, dan pintu darurat menunjukkan bahwa proyek ini tidak hanya mengutamakan aspek estetika, tetapi juga faktor keamanan bagi pengguna.
“Selain itu, fasilitas video mapping yang menggambarkan suasana di Kebun Binatang Surabaya juga akan memberikan pengalaman menarik bagi pengunjung. Ini merupakan inovasi yang menarik, dan saya yakin akan semakin meningkatkan daya tarik KBS sebagai destinasi wisata di Surabaya,” tuturnya.
dr. Zurohtul Mar’ah juga menjelaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan kota yang lebih baik. Sebagai anggota legislatif, ia menyatakan siap mendukung segala upaya untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dan layanan publik di Surabaya.
“Sebagai bagian dari DPRD, kami akan terus mendorong pengembangan infrastruktur yang ramah terhadap masyarakat, serta mengedepankan keberlanjutan dan efisiensi anggaran. Kami berharap proyek-proyek serupa bisa terus dilanjutkan untuk meningkatkan kualitas hidup warga Surabaya,”jelasnya.
dr. Zuhro juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga keberadaan infrastruktur ini, termasuk terowongan pejalan kaki, agar dapat tetap memberikan manfaat jangka panjang.
“Keberhasilan proyek ini tidak hanya terletak pada pembangunan fisiknya, tetapi juga pada bagaimana kita bersama-sama merawat dan menjaga infrastruktur ini agar tetap berfungsi dengan baik untuk kepentingan bersama,” pungkasnya.(B4M).





