Senin, Mei 4, 2026
BerandaDPRD KOTA SURABAYADPRD Surabaya Tekankan Kualitas Revitalisasi 5 Pasar, Jangan Sekadar Kejar Target

DPRD Surabaya Tekankan Kualitas Revitalisasi 5 Pasar, Jangan Sekadar Kejar Target

Surabaya — Lensaparlemen.id
Program revitalisasi lima pasar tradisional di Kota Surabaya yang ditargetkan rampung pada Mei 2026 mendapat perhatian dari DPRD Kota Surabaya. Dewan mengingatkan agar pelaksanaan proyek tidak hanya berorientasi pada percepatan, tetapi juga mengutamakan kualitas pembangunan dan dampak jangka panjang.

Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Buchori Imron, menilai revitalisasi pasar merupakan langkah strategis untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil.

“Revitalisasi ini penting untuk meningkatkan kenyamanan dan aktivitas ekonomi. Namun kualitas pengerjaan harus menjadi prioritas, jangan hanya fokus mengejar target selesai,” ujarnya kepada media lensaparlemen.id, Senin (4/5/2026).

Program tersebut mencakup perbaikan sejumlah pasar tradisional, di antaranya Pasar Tembok Dukuh, Pasar Kembang, Pasar Babakan Baru, Pasar Wonokromo, dan Pasar Simo Gunung. Pembenahan difokuskan pada infrastruktur dasar seperti drainase, lantai, serta penataan area pedagang.

Buchori menekankan bahwa setiap pasar memiliki karakteristik berbeda, sehingga perencanaan revitalisasi tidak bisa disamaratakan.

“Setiap lokasi punya persoalan sendiri. Perencanaan harus menyesuaikan kondisi di lapangan agar hasilnya benar-benar optimal dan tidak menimbulkan masalah baru,” katanya.

Ia juga mendorong agar proses pengerjaan dilakukan secara transparan dan diawasi ketat guna memastikan proyek berjalan sesuai spesifikasi.

Selain aspek fisik, DPRD turut menyoroti dampak revitalisasi terhadap aktivitas ekonomi pedagang. Buchori meminta agar pemerintah menyiapkan skema penataan atau relokasi sementara yang jelas selama proses pembangunan berlangsung.

“Jangan sampai revitalisasi justru mengganggu pendapatan pedagang. Harus ada solusi yang memastikan mereka tetap bisa berjualan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa keberhasilan revitalisasi tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi juga dari pengelolaan pasar setelahnya.

Menurutnya, aspek kebersihan, keamanan, serta manajemen operasional harus diperkuat agar pasar tetap tertata dan mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan modern.
“Kalau tidak dikelola dengan baik, kondisi pasar bisa kembali seperti semula. Jadi perlu sistem pengelolaan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Program revitalisasi pasar tradisional ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Surabaya dalam meningkatkan kualitas sarana perdagangan sekaligus memperkuat ekonomi lokal.

DPRD berharap proyek tersebut tidak hanya memperbaiki infrastruktur, tetapi juga mampu meningkatkan daya tarik pasar tradisional sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Reporter: Bambang
Editor: Redaksi

RELATED ARTICLES
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Most Popular