LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Pemerintah Kota Surabaya terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan Surabaya sebagai Kota Layak Anak Paripurna dan bagian dari Child Friendly Cities Initiative (CFCI) yang digagas oleh UNICEF. Salah satu langkah strategis yang tengah dikembangkan adalah peluncuran dan penguatan platform Sistem Informasi Kota Layak Anak Surabaya (SILATAS), yang kini telah bertransformasi menjadi sistem satu data anak di Kota Pahlawan.
Peluncuran website SITALAS oleh Pemerintah Kota Surabaya menuai respons dari kalangan legislatif. Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Ajeng Wira Wati, menyambut baik inisiatif tersebut namun mengingatkan pentingnya evaluasi berkelanjutan untuk menjamin efektivitas program.
Politisi Partai Gerindra itu menilai, SITALAS diharapkan menjadi wadah yang mampu menjangkau dan menampung aspirasi anak-anak di Kota Surabaya, mulai dari kebutuhan akan ruang bermain, kegiatan olahraga, proses belajar, hingga kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Website SITALAS diharapkan bisa menjangkau aspirasi maupun suara anak-anak di Kota Surabaya, termasuk impian mereka tentang kegiatan positif di masa tumbuh kembangnya,” ujar Ajeng dalam keterangannya, Selasa (15/10).
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa platform digital ini harus mampu mendorong keterlibatan aktif anak-anak dalam mengisi waktu luang dengan aktivitas yang mereka minati dan bermanfaat bagi perkembangan mereka.
“Inilah poin penting dari website SITALAS ini. Bukan hanya sebagai formalitas, tapi benar-benar mendengar dan memfasilitasi kebutuhan anak,” tegasnya.
Namun, Ajeng juga menyoroti potensi tantangan dalam implementasi program tersebut, khususnya terkait kesiapan teknologi dan keberlanjutan sistem. Ia mengingatkan agar program ini tidak berhenti di tengah jalan karena minimnya evaluasi dan pemantauan.
“Harus ada sistem yang benar-benar mampu menjangkau dan mengakomodasi aspirasi anak-anak secara nyata,” ujarnya mengingatkan.
Sebagai bagian dari fungsi pengawasan, Ajeng menyatakan pihaknya akan terus memantau progres pelaksanaan program SITALAS, terutama terkait pemanfaatan anggaran, output, dan outcome program.
“Kami akan terus meminta laporan progres, minimal terkait penggunaan anggaran, serta dampak nyata yang dirasakan anak-anak. Tujuannya agar tidak hanya menjadi penunjang predikat Kota Layak Anak, tetapi juga benar-benar mendukung partisipasi anak dalam pembangunan,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Ajeng juga menekankan pentingnya perlindungan data pribadi anak. Ia meminta agar pemerintah memastikan sistem keamanan website SITALAS terjaga, guna mencegah kebocoran data maupun penyalahgunaan fungsi website.
“Pemerintah perlu mengantisipasi potensi kebocoran data siswa serta memastikan adanya pembatasan yang ketat terhadap akses dan penggunaan situs. Ini penting agar tidak terjadi penyalahgunaan terhadap tujuan utama website ini,” pungkasnya.
B4M/Lensa ParlemenÂ





