Jumat, Mei 1, 2026
BerandaDPRD KOTA SURABAYAKOMISI - DBang Jo Soroti Tiga Aspek Krusial untuk Perkembangan Anak Surabaya: Pendidikan, Kesehatan,...

Bang Jo Soroti Tiga Aspek Krusial untuk Perkembangan Anak Surabaya: Pendidikan, Kesehatan, dan Perlindungan Anak

LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Menurut Johari Mustawan, anggota Komisi D DPRD Surabaya yang akrab disapa Bang Jo, ada tiga hal krusial yang perlu mendapat perhatian serius terkait dengan anak-anak sekolah di Surabaya. Tiga hal tersebut mencakup masalah pendidikan, kesehatan, dan perlindungan anak. Menurutnya, ketiganya menjadi aspek penting yang harus menjadi prioritas pemerintah kota, terutama Wali Kota Surabaya dan dinas-dinas terkait.

Bang Jo menjelaskan bahwa, khusus dalam bidang pendidikan, anak-anak berkebutuhan khusus harus mendapat perhatian yang lebih. Di Surabaya, sudah ada sekolah-sekolah yang melayani anak berkebutuhan khusus, namun masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Anak-anak dengan kebutuhan khusus, menurut Bang Jo, bukan berarti tidak normal, tetapi mereka memerlukan pendampingan lebih dalam proses tumbuh kembang dan perkembangan psikologis mereka.

“Anak-anak berkebutuhan khusus perlu mendapatkan layanan dan pendampingan yang setara dengan anak-anak lain yang tidak memiliki kekurangan. Mereka perlu pendampingan dalam proses tumbuh kembang serta psikologis mereka,” ujar Bang Jo, saat ditemui media lensa parlemen.id di kantor DPRD Surabaya, Kamis (27/2/2025)

Masalah utama yang dihadapi, lanjut Bang Jo, adalah kekurangan jumlah pendidik guru khusus (PGK). Guru-guru yang memiliki keahlian khusus untuk mendampingi anak-anak dengan kebutuhan khusus ini masih sangat terbatas. Bahkan, banyak guru yang juga menjabat sebagai wali kelas, sehingga mengurangi jumlah guru yang dapat fokus mendampingi anak-anak inklusi.

Namun, Surabaya sudah menyiapkan lima Unit Layanan Disability (ULD) di berbagai wilayah kota. Unit ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada anak-anak berkebutuhan khusus di sekolah- sekolah yang ada di Surabaya. Bang Jo berharap pemerintah kota dapat meningkatkan jumlah tenaga pengajar yang memiliki kualifikasi khusus ini agar anak-anak berkebutuhan khusus dapat mendapat layanan pendidikan yang lebih baik.

Tidak hanya itu, Bang Jo juga menekankan pentingnya perhatian terhadap pengembangan akhlak dan budi pekerti anak-anak. Ia mengingatkan bahwa berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 31 Ayat 3, pendidikan nasional harus mengedepankan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia. Oleh karena itu, sistem pendidikan di Surabaya juga harus menyeimbangkan antara kecerdasan intelektual dan pengembangan karakter.

“Selain meningkatkan keahlian di bidang teknologi dan ilmu pengetahuan, anak-anak juga harus dididik untuk memiliki budi pekerti yang baik. Pendidikan harus mencerdaskan dan membentuk karakter anak-anak agar mereka menjadi pribadi yang bermoral,” ujar Bang Jo.

Dengan adanya pendidikan yang seimbang antara ilmu pengetahuan dan akhlak, Bang Jo berharap anak-anak Surabaya, baik yang berkebutuhan khusus maupun yang tidak, dapat berkembang dengan optimal, menjadi generasi penerus yang tidak hanya pintar tetapi juga berbudi pekerti luhur.

Pemerintah Kota Surabaya diharapkan dapat terus memperhatikan kebutuhan pendidikan dan kesehatan anak-anak, termasuk dengan meningkatkan jumlah tenaga pengajar berkualitas dan menyediakan fasilitas yang memadai guna mendukung tumbuh kembang mereka.

“Semua upaya tersebut penting untuk mewujudkan Surabaya yang lebih baik bagi generasi mendatang,” pungkas Bang Jo, yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PKS Surabaya.(B4M)

RELATED ARTICLES
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Most Popular