LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Anggota DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PKS, Johari Mustawan, menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya seorang anak yang terperosok ke dalam saluran air pada Minggu, 24 Desember 2024. Anak tersebut dilaporkan hanyut dan ditemukan pada Jumat, 27 Desember 2024. Tragedi ini menggugah perhatian serius masyarakat Surabaya, khususnya terkait dengan kondisi saluran air yang membahayakan keselamatan anak-anak.
Johari Mustawan, yang akrab disapa Bang Jo, mengungkapkan bahwa kejadian ini menjadi pengingat bagi orang tua untuk selalu waspada terhadap lingkungan sekitar anak-anak. Ia menekankan pentingnya pengawasan orang tua, terutama di area-area yang rawan, seperti saluran-saluran air yang tidak terawat dengan baik.
“Kejadian ini harus menjadi peringatan bagi kita semua untuk lebih berhati-hati dan mengawasi anak-anak, agar mereka tidak terjebak dalam bahaya yang dapat mengancam keselamatan mereka,” ujar Bang Jo, menyesalkan insiden tersebut.
Lebih lanjut, Johari Mustawan mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk segera mengambil langkah konkret guna memperbaiki saluran air yang rusak, berlubang, atau berpotensi membahayakan. Ia menegaskan bahwa saluran air yang tidak terawat dengan baik dapat menjadi ancaman serius, terutama bagi anak-anak yang tidak menyadari adanya bahaya tersebut.
“Saluran yang rusak atau berlubang dapat sangat membahayakan, khususnya bagi anak-anak yang mungkin tidak tahu akan risiko tersebut. Pemkot Surabaya harus segera melakukan perbaikan dan pengecekan rutin untuk memastikan saluran air aman dan tidak membahayakan keselamatan warganya,” jelas Bang Jo, Sabtu, (28/12/2024).
Sebagai anggota DPRD dan juga anggota Komisi D yang membidangi infrastruktur dan pelayanan publik, Johari Mustawan berkomitmen untuk terus mengawal isu keselamatan anak-anak dan memastikan kebijakan pemerintah kota dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman, khususnya bagi generasi penerus bangsa.
Tragedi ini mendapat sorotan publik dan diharapkan dapat mendorong pihak-pihak terkait untuk segera mengambil langkah preventif guna menghindari kejadian serupa di masa depan.
“Pemkot Surabaya diharapkan segera mengambil langkah-langkah konkret untuk memperbaiki infrastruktur kota, termasuk saluran-saluran air yang tidak terawat dengan baik, guna menghindari kecelakaan serupa,” pungkas Bang Jo.

Duka Mendalam dari Reni Astuti, Anggota DPR RI Komisi V
Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi V, Reni Astuti, turut menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban. “Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, saya turut berduka cita atas tragedi ini. Semoga keluarga korban diberikan ketabahan dan kekuatan,” ujar Reni Astuti, dalam pernyataan resminya.
Reni Astuti juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pencarian korban, termasuk tim SAR, BPBD Kota Surabaya, Tagana, Kepolisian, Koramil, Jurnalis, dan masyarakat setempat.
“Saya sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua tim gabungan yang telah berusaha dengan sangat luar biasa. Ini adalah hasil kerja bersama dan doa dari seluruh pihak,” ujarnya dengan penuh haru.
Tragedi ini, meskipun menyedihkan, juga menunjukkan sinergi yang kuat antara berbagai pihak yang berusaha keras untuk mencari korban, serta menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk lebih peduli terhadap keselamatan anak-anak dan infrastruktur kota. (B4M)





