Pemkot Surabaya ajak Kadin berkolaborasi memperkuat ekonomi kreatif, investasi, dan pemberdayaan UMKM menuju Porprov Jatim 2027.
Surabaya – Lensaparlemen.id
Kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Surabaya masa bakti 2024-2029 resmi dilantik di halaman Balai Kota Surabaya atau Taman Surya, Minggu (17/5/2026) malam. Dalam pelantikan tersebut, Ali Affandi La Nyalla Mahmud Mattalitti resmi mengemban amanah sebagai Ketua Kadin Kota Surabaya.
Pelantikan berlangsung meriah dan berbeda dari biasanya karena digelar di ruang terbuka yang dipadukan dengan pesta rakyat serta gebyar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Konsep tersebut menjadi simbol keterbukaan dan kedekatan dunia usaha dengan masyarakat.
Acara itu turut dihadiri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti, serta Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri.
Selain prosesi pelantikan, Kadin Surabaya juga menunjukkan komitmen terhadap lingkungan hidup melalui penyerahan simbolis 733 bibit pohon mahoni kepada Pemerintah Kota Surabaya.
Dalam sambutannya, Asisten II Pemkot Surabaya, Syamsul Hariadi menegaskan bahwa Kadin memiliki peran strategis dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di sektor perdagangan, jasa, dan pemberdayaan UMKM.
“Surabaya adalah kota jasa dan perdagangan, di mana roda utamanya adalah pergerakan ekonomi. Kehadiran Kadin sebagai wadah para pengusaha memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah,” ujar Syamsul.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Surabaya siap bersinergi penuh dengan Kadin hingga akhir masa jabatan kepengurusan tahun 2029 mendatang.
Menurutnya, kolaborasi tersebut sangat dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing UMKM Surabaya, terutama menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 yang diperkirakan akan meningkatkan perputaran ekonomi daerah.
“Tahun depan kita ada Porprov yang dihadiri seluruh kota di Jawa Timur. Di sini nanti peran Kadin untuk meningkatkan dan melatih UMKM sangat kita butuhkan. Jika Kadinnya kuat, maka UMKM-nya akan hebat, sehingga ekonomi Surabaya bisa tumbuh melesat,” imbuhnya.
Surabaya sendiri menjadi salah satu pusat ekonomi terbesar di Jawa Timur dengan ribuan pelaku UMKM aktif di sektor kuliner, perdagangan, hingga ekonomi kreatif. Kehadiran Kadin Surabaya diharapkan mampu mempercepat daya saing pelaku usaha lokal agar mampu menembus pasar nasional hingga internasional.
Sementara itu, Ketua Kadin Surabaya terpilih, Ali Affandi La Nyalla Mahmud Mattalitti menegaskan bahwa pelantikan di Taman Surya memiliki makna historis sebagai simbol keterbukaan dan kolaborasi.
Pria yang akrab disapa Andi tersebut menekankan bahwa Kadin harus hadir langsung di tengah masyarakat dan tidak hanya berada di ruang rapat.
“Kadin tidak boleh hanya hadir di ruang rapat, Kadin harus hadir di tengah masyarakat. Senior kami mengajarkan nilai yang sederhana tapi bermakna, yaitu tabah, jujur, dan setia. Tabah menghadapi tantangan zaman, jujur menjaga amanah, dan setia pada perjuangan ekonomi bangsa,” tegasnya.
Andi mengungkapkan, meski baru dilantik secara resmi, Kadin Surabaya di bawah kepemimpinannya telah bergerak aktif selama satu setengah tahun terakhir dengan mencatat lebih dari 139 agenda kerja progresif.
Ke depan, Kadin Surabaya akan fokus pada sejumlah program strategis, di antaranya membuka jejaring pasar global, penguatan sumber daya manusia (SDM), aktivasi dan pelatihan UMKM, hingga kolaborasi menyambut Porprov Jatim 2027 bersama KONI Surabaya.
Menurutnya, kolaborasi tersebut bertujuan mendorong ekonomi kreatif sekaligus memastikan perputaran ekonomi dapat dirasakan langsung oleh pedagang kecil dan pelaku UMKM saat ajang olahraga berlangsung.
“Kami akan banyak berkolaborasi dengan Pemkot Surabaya, termasuk dengan klinik investasi DPMPTSP untuk memberikan kurasi produk, pelatihan naik kelas, hingga pengurusan NIB dan sertifikasi halal gratis,” jelasnya.
Andi juga menyoroti tantangan global seperti disrupsi teknologi dan ketegangan geopolitik internasional yang dinilai membutuhkan semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat.
“Hari ini kita diingatkan tentang sebuah amanah besar. Jabatan bukan tentang kehormatan pribadi, melainkan tanggung jawab untuk bekerja lebih keras. Kami memohon dukungan, doa, dan kolaborasi dari semua pihak karena Kadin tidak bisa berjalan sendirian,” pungkasnya.
Reporter: Bambang
Editor: Redaksi





