Arsip Tag: Balai kota Surabaya

Shalat Idul Fitri di Taman Surya, Wali Kota Eri Siap Jadikan Surabaya Lebih Baik Pasca Ramadhan Membetuk Kampung Madani

 

LENSA PARLEMEN – SURABAYA, Tak lama setelah shalat subuh usai, takbir terus berkumandang di Taman Surya halaman Balai Kota Surabaya, Rabu (10/4/2022). Warga Kota Surabaya pun terus berdatangan dari berbagai penjuru arah. Pasalnya, di Taman Surya Balai Kota Surabaya itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar kembali Shalat Idul Fitri 1445 hijriah.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama keluarganya, istri dan kedua anaknya juga tiba di Taman Surya. Alunan takbir pun terus berkumandang kala itu. Sesekali, panitia Shalat Eid mengumumkan bahwa Shalat Eid akan dilakukan tepat pukul 06.00 WIB, sehingga mereka meminta kepada jamaah yang masih ada di perjalanan diminta untuk segera mempercepat langkahnya dan diminta untuk segera menempati shaf yang telah disiapkan.

Tepat pukul 06.00 WIB, Shalat Eid pun dilakukan. Yang bertindak sebagai imam Shalat Eid adalah KH. Abdul Hamid Syarifuddin yang merupakan Qori’ nasional dan juga Imam di Masjid Nasional Al- Akbar. Kemudian yang bertindak sebagai khotib dalam pelaksanaan Shalat Eid di Taman Surya adalah Prof. Akh Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D yang merupakan Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya.

Dalam ceramahnya, ia membawakan ceramah bertema “Menjadi Lebih Baik Pasca Ramadhan”. Salah satu cara supaya pasca ramadhan bisa mengubah hidup seseorang adalah dengan cara tidak meninggalkan qiyamullail dan juga jangan pernah tinggalkan ibadah sosial selama ramadhan.

Sementara itu, Wali Kota Eri memuji ceramah yang disampaikan oleh Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya itu. Bagi dia, ceramahnya luar biasa. Pasalnya, setelah ramadhan diimbau supaya ibadahnya lebih baik karena ibadah itu tidak hanya shalat, tilawatil quran, tapi ibadah itu juga bagaimana ekosistem kebajikan terus berjalan.

“Nah, apa yang disampaikan oleh beliau ini sama dengan bagaimana ketika saya menyampaikan ada Kampung Madani pasca Bulan Ramadhan. Ketika ramadhan bisa memberi takjil, maka sebenarnya fisolofi memberikan takjil itu memberikan makan kepada orang yang membutuhkan, maka jangan pernah berhenti setelah ramadhan,” tegasnya.

Menurutnya, sebagai muslim yang baik seharusnya memang meningkatkan ibadah pasca ramadhan, seperti infaq dan shodakoh harus tetap jalan sehingga tidak perlu menunggu satu tahun lagi di bulan Ramadhan. Setelah itu juga membagikan takjil atau memberikan makan kepada saudaranya atau tetangganya harus tetap jalan.

Wali Kota Eri kembali mengapresiasi sang khatibnya yang luar biasa karena sudah mengingatkan bahwa persoalan stunting, kemiskinan dan juga lingkungan termasuk banjir dan sebagainya, tidak bisa kalau hanya diserahkan kepada pemerintahannya. Namun, masyarakatnya juga harus ikut berkontribusi dalam menjaga kebersihan, bagaimana masyarakatnya bisa menjaga pola hidup dan sebagainya.

“Itulah sejatinya filosofi islam. Oleh karena itu, dengan kekuatan bulan Ramadhan maka kita akan membentuk Kampung Madani di Kota Surabaya pasca ramadhan,” kata dia.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Eri juga menyampaikan terimakasih kepada warga Kota Surabaya karena selama bulan Ramadhan tidak ada kejadian yang menonjol di Kota Pahlawan. “Makanya saya selalu bilang bahwa Surabaya bisa seperti ini bukan karena pemerintahannya, tapi karena kebersamaan warganya,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia memohon kepada warga Kota Surabaya untuk terus menjalankan kekuatan umat muslim, terus menjaga toleransi beragamanya. Menurutnya, kalau kekuatan umat muslim dan kekuatan toleransi beragama ini terus dijalankan, maka Surabaya akan jauh lebih baik daripada hari ini.

“Saya semakin yakin dengan kekuatan umat muslim dan kekuatan toleransi beragama ini, maka kita bisa membangun kekuatan mental yang ada di Kota Surabaya dengan membentuk Kampung Madani,” pungkasnya. (B4M)

 

Capai Rp 500 Juta Dalam Sepekan Event Ramadan Vaganza, Pemkot Surabaya Siap Fasilitasi Pelaku UMKM

LENSA PARLEMEN – SURABAYA

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi resmi menutup event Ramadan Vaganza di Halaman Balai Kota Surabaya, Minggu (31/3/2024). Dalam sepekan, sejak 25-31 Maret 2024, total transaksi ekonomi pada gelaran Ramadan Vaganza telah mencapai  Rp500 juta. Event Ramadan Vaganza ini bertujuan untuk mempromosikan dan mendukung para pelaku UMKM di Kota Pahlawan.

“Alhamdulillah hari ini adalah hari terakhir dimana Ramadan Vaganza adalah yang pertama kali diadakan di Balai Kota, ternyata sambutan dari masyarakat luar biasa, matur nuwun (terima kasih) untuk Bank Jatim dan Suara Surabaya Media,” kata Wali Kota Eri.

Karenanya, Wali Kota Eri berharap event tersebut dapat kembali diadakan di tahun berikutnya di Balai Kota Surabaya. Pemkot Surabaya pun siap memfasilitasi gelaran tersebut. Menurutnya, melalui Ramadan Vaganza dapat menggerakan UMKM sehingga perekonomian terus berputar.

“Ini kalau diadakan tahun depan bisa tambah ramai karena orang akan tahu kalau di Balai Kota ada Ramadan Vaganza. Maka dapat  menggerakan UMKM sehingga ekonomi di Kota Surabaya juga berjalan dengan luar biasa,” ujar dia.

Event Ramadan Vaganza ini diikuti oleh 98 UMKM. Bahkan, sejak digelar pada 25-31 Maret 2024, omzet Ramadan Vaganza dalam sepekan telah mencapai Rp 500 juta.

“Hari ini menjadi momen penting bagaimana kita bisa menyatukan, memunculkan, dan menggerakan ekonomi dengan kebersamaan. Omzet yang berputar selama satu pekan ini sebesar Rp 500 juta. Ini bisa kita lakukan lagi di tahun depan dengan konsep yang lebih menarik,” jelasnya.

Di sisi lain, Ramdan Vaganza menghadirkan berbagai macam jenis produk UMKM, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga fashion yang dijual dengan harga terjangkau. Selain itu, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan berbagai acara seperti bazar Ramadan UMKM, pasar murah, serta aneka perlombaan. Aneka perlombaan itu, di antaranya, musik patrol, dan mewarnai. Ada pula street performance, live music, fashion show, hingga tausiah.

“Selain menjual makanan, tadi juga ada lomba, seperti patrol, fashion show, dan menggambar. Ini menunjukan bahwa Ramadan Vaganza yang diadakan Bank Jatim dan Suara Surabaya di Balai Kota juga memunculkan talenta anak-anak kita di Kota Surabaya,” terangnya.

Wali Kota Eri pun turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah menunjang kegiatan Ramadan Vaganza. Ia menegaskan bahwa di tahun berikutnya, Balai Kota Surabaya terbuka untuk gelaran Ramadan Vaganza.

“Terima kasih kepada seluruh stakeholder yang menunjang acara ini, Insyaallah Balai Kota terbuka untuk mengadakan Ramadan Vaganza di tahun depan sehingga bisa lebih menggerakan ekonomi,” pungkasnya. (B4M)

Pawai Seni Ogoh-Ogoh di Balai Kota Surabaya Sambut Hari Raya Nyepi bagi Umat Hindu

LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyambut puncak Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1946 dengan menggelar Pawai Seni Ogoh-Ogoh di Taman Surya, Halaman Balai Kota Surabaya, Minggu (10/3/2024). Kegiatan pawai seni itu merupakan pertama kali yang digelar pemkot di Balai Kota Surabaya. Sebanyak 7 Ogoh-Ogoh pun diarak mengelilingi kantor Pemkot Surabaya.

Ribuan umat Hindu, serta para warga yang ingin menyaksikan ritual Ogoh-Ogoh memadati Balai Kota Surabaya. Mereka ingin menyaksikan pesona Pawai Seni Ogoh-Ogoh. Tentunya hal itu semakin menegaskan bahwa Balai Kota Surabaya merupakan rumah toleransi. Yakni, semua agama dan budaya bisa merayakan momen pentingnya di Balai Kota Surabaya.

Pawai Seni Ogoh-Ogoh dimulai pukul 14.00 WIB. Umat Hindu membawa patung Ogoh-Ogoh itu berkeliling dari Jalan Walikota Mustajab – Jalan Sedap Malam – Jalan Jimerto – Jalan Jaksa Agung Suprapto Kota Surabaya. Seusai pawai, Ogoh-Ogoh akan dibawa menuju Pura Segara, Kenjeran untuk dilaksanakan prosesi selanjutnya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, setelah menggelar Perayaan Natal pada 11 Januari 2024 lalu, serta Perayaan Cap Go Meh pada 25 Februari 2024 lalu, kini  pemkot bersama Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Surabaya menggelar Pawai Seni Ogoh-Ogoh dalam menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1946.

“Alhamdulillah dengan PHDI melaksanakan Pawai Ogoh-Ogoh dalam menyambut Hari Raya Nyepi. Sebab, Balai Kota ini adalah rumah semua agama, rumah gotong royong, dan rumah toleransi. Insyaallah di Balai Kota akan saya lakukan (perayaan) terus seperti ini sehingga akan muncul rasa persaudaraan, saling menghormati, dan semakin kental bahwa kita adalah satu keluarga besar,” kata Wali Kota Eri.

Di samping itu, Wali Kota Eri menegaskan bahwa di tahun depan, pemkot akan lebih mematangkan setiap kegiatan keagamaan dan budaya di Balai Kota Surabaya. “Insyaallah akan lebih besar lagi dari tahun ini. Seperti Pawai Ogoh-Ogoh ini yang pertama kali karena seluruh panitia dan Pemkot Surabaya masih baru mencoba di lapangan dan melakukan pemetaan,” tegasnya.

Karenanya melihat antusiasme warga Kota Surabaya, ke depan Pemkot Surabaya akan menggaungkan gelaran perayaan agama dan budaya sehingga akan lebih banyak lagi warga yang datang ke Balai Kota Surabaya. Ia mencontohkan, salah satunya Pawai Seni Ogoh-Ogoh yang bukan hanya menjadi perayaan keagamaan umat Hindu, melainkan bagian dari budaya Indonesia yang bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat.

“Setelah mengerti antusiasnya begini maka kita akan umumkan sebulan sebelumnya. Insyaallah tahun depan dalam menyambut Hari Raya Nyepi juga akan diadakan prosesi Tawur Agung, Upacara Melasti, dan Upacara Pecaruan. Semuanya di Balai Kota,” terangnya.

Oleh sebab itu, mewakili seluruh warga Kota Surabaya dan jajaran Pemkot Surabaya, Wali Kota Eri menyampaikan selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1946 bagi seluruh umat Hindu. Ia menambahkan, layaknya pesan dalam penampilan sendratari, Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1946 dapat dimaknai bahwa kebenaran dan kebaikan akan menjadi pemenang bagi manusia selama melewati masa sulitnya.

“Karena Nyepi merupakan cara untuk mengintrospeksi diri selama satu tahun, yakni apa yang sudah kita perbuat sebagai manusia,” ujar dia.

Ketua PHDI Kota Surabaya, Ketut Gotra Astika menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Eri beserta jajaran Pemkot Surabaya dalam upaya mempererat Bhineka Tunggal Ika melalui Pawai Seni Ogoh-Ogoh di Balai Kota Surabaya. Meskipun dengan persiapan yang cukup singkat, gelaran itu mendapat antusiasme dari warga Kota Surabaya sehingga acara tersebut dapat berjalan dengan lancar.

“Kami atas nama umat Hindu Kota Surabaya mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi atas segala perhatian untuk umat Hindu Kota Surabaya. Kami mendapatkan kehormatan luar bisa karena diizinkan melaksanakan Pawai Ogoh-Ogoh di Balai Kota dan sekitarnya,” kata Ketut Gotra Astika.

Ketut Gotra Astika menjelaskan, terdapat 7 patung Ogoh-Ogoh yang diarak berkeliling. 1 Ogoh-Ogoh merupakan dekorasi yang dipajang di depan Halaman Balai Kota Surabaya, 1 Ogoh-Ogoh lainnya merupakan patung dekorasi yang dibuat oleh Pemkot Surabaya di tahun lalu, 3 Ogoh-Ogoh di antaranya dipesan langsung dari Pulau Bali, serta 2 Ogoh-Ogoh berukuran kecil berasal dari Sekolah Pasraman Saraswati Kota Surabaya.

“Dengan demikian, setelah Pak Walikota menegaskan akan digelar prosesi Ogoh-Ogoh tahun berikutnya di Balai Kota, kami bisa menyiapkannya satu bulan sebelum acara. Paling tidak, bisa 15 Ogoh-Ogoh yang diarak. Tadi, semua yang memikul adalah umat Hindu, tetapi juga ada Pemuda Karang Taruna yang berpartisipasi memikul Ogoh-Ogoh,” terangnya.

Sementara itu, I Putu Mahendra Dharmawan Putra, warga Manyar Surabaya menuturkan bahwa Kota Surabaya semakin menunjukan dirinya sebagai kota toleransi yang ramah akan keberagaman agama dan kebudayaan. Salah satunya adalah umat Hindu yang mendapatkan ruang untuk melaksanakan prosesi keagamaan dan budayanya di Balai Kota Surabaya.

“Warga Surabaya bisa merasakan suasana menyambut Hari Raya Nyepi. Ini adalah kegiatan positif karena Surabaya ramah atas keberagaman, masyarakat Bali dan umat Hindu mendapat apresiasi dan mendapat ruang melaksanakan prosesi keagamaan dan budayanya di Balai Kota,” kata I Putu Mahendra Dharmawan Putra.

Senada dengan hal itu, Dian warga Menganti, Kabupaten Gresik mengatakan gelaran Pawai Seni Ogoh-Ogoh di Balai Kota Surabaya merupakan bentuk terjalinnya kerukunan umat beragama. “Luar biasa karena semua agama bisa merayakan perayaan keagamaan dan budayanya di Pemkot Surabaya. Harapannya ke depan, bisa diadakan seperti ini lagi dan semoga Surabaya semakin mempererat kerukunan umat beragama,” pungkasnya. (B4M)