LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Setelah penantian yang panjang, akhirnya terbit kabar menggembirakan bagi semua pihak, bahwa Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) telah resmi mengumumkan nama calon pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya. Sosok yang terpilih sebagai Ketua definitif DPRD Surabaya untuk periode 2024-2029 adalah Adi Sutarwijono.
Kabar tersebut dikonfirmasi oleh Adi Sutarwijono sendiri, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Surabaya. Dalam pernyataannya, ia mengungkapkan,
“Iya, baru saja saya diberitahu bahwa saya kembali dipercayakan untuk menduduki posisi Ketua DPRD Surabaya. Saat ini saya masih berada di rumah dinas dan segera berangkat ke Jakarta,” ujarnya, saat dihubungi awak media, Selasa (8/10/2024).
Dengan penunjukan ini, agenda rapat paripurna DPRD Surabaya yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (9/10/2024) akan mengalami perubahan. Sebelumnya, agenda tersebut hanya memuat penetapan tiga calon Wakil Ketua definitif tanpa mencantumkan nama calon Ketua dari PDIP. Kini, agenda tersebut akan lengkap dengan penetapan Ketua dan tiga Wakil Pimpinan.
Sebagai partai pemenang Pemilu 2024 di Kota Surabaya, PDIP kembali menempatkan Adi Sutarwijono sebagai Ketua DPRD. Sementara itu, partai-partai lain juga telah mengajukan nama-nama untuk posisi Wakil Ketua. Gerindra mengusulkan Bachtiar Rifai, Golkar mengajukan nama Arif Fathoni, dan PKB memberikan nama Laila Mufidah.
Siapakah sebenarnya sosok Adi Sutarwijono? Pria yang akrab disapa Cak Awi ini lahir dengan nama lengkap Dominikus Adi Sutarwijono pada 4 Agustus 1968. Ia dibesarkan dalam keluarga sederhana di Blitar, di mana ayahnya, JA Mochtar, bekerja sebagai guru sekolah dasar. Sejak kecil, Cak Awi sudah menunjukkan ketertarikan dalam membaca, terutama mengenai kisah perjuangan tokoh-tokoh pahlawan.
Cak Awi menamatkan pendidikan di SMA Negeri 1 Kota Blitar sebelum melanjutkan studi di Universitas Airlangga, Surabaya, mengambil Jurusan Ilmu Politik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Di kampus, ia aktif dalam organisasi kemahasiswaan dan menjadi anggota Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) pada tahun 1990. Setelah lulus pada tahun 1993, dirinya terjun ke dalam dunia jurnalistik sebagai wartawan.
Kariernya sebagai jurnalis dimulai di Harian Surya yang berlangsung dari tahun 1996 hingga 2000, dilanjutkan sebagai wartawan di Majalah Tempo antara 1999 dan 2003. Pengalamannya di dunia pers semakin mengasah ketertarikan Cak Awi pada politik, yang kemudian membawanya terjun ke dalam dunia legislatif dan mencapai posisi puncak sebagai Ketua DPRD Kota Surabaya.
Kini, dengan kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya, Cak Awi diharapkan dapat membawa perubahan dan memajukan kota Surabaya dalam periode kepemimpinannya yang baru. (B4M)





