Rabu, Maret 4, 2026
BerandaSURABAYA RAYAWisata Offroad Tahura Pakal, Hadiah Petualangan Baru di HUT Surabaya ke-732

Wisata Offroad Tahura Pakal, Hadiah Petualangan Baru di HUT Surabaya ke-732

LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Kota Surabaya segera mempersembahkan pengalaman wisata adrenalin baru yang siap memanjakan para pecinta petualangan. Sebuah arena Offroad Adventure tengah disiapkan di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Pakal, dan dijadwalkan menjadi kado istimewa dalam perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-732.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, didampingi komunitas Indonesia Offroad Federation (IOF) Jawa Timur, IOF Pengcab Surabaya, serta Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jawa Timur, telah melakukan survei lokasi sekaligus uji trek pertama pada Sabtu, 24 Mei 2025.

Alhamdulillah, Surabaya ini kan banyak hutan, salah satunya Taman Hutan Raya Pakal ini. Kita coba untuk offroad, ternyata offroad juga seru, luar biasa. Saya berharap yang seperti ini bukan lagi dipegang oleh pemerintah, tapi bagaimana pemerintah bekerja sama dengan komunitas,” ujar Wali Kota Eri.

Selain menyuguhkan jalur offroad menantang, wisata ini juga akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti area kuliner, kamar mandi, hingga area camping ground. Eri berharap konsep wisata berbasis komunitas ini mampu menarik wisatawan lokal maupun luar kota, sekaligus menjadi bentuk pemberdayaan dan kolaborasi masyarakat.

“InsyaAllah wisata ini menjadi kado bagi warga Surabaya, yakni saat ulang tahunnya Surabaya,” tambahnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti menjelaskan bahwa optimalisasi Tahura Pakal, khususnya Hutan Cemara, memiliki potensi besar untuk dikolaborasikan dengan komunitas.

“Mudah-mudahan ini bisa kita segera mantapkan bentuk kolaborasinya dan ini bisa menjadi destinasi wisata yang menantang bagi warga Surabaya dan sekitarnya,” jelas Antiek.

Rute offroad sendiri akan dimulai dari Sirkuit Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya menuju Taman Hutan Cemara, dengan berbagai tingkat kesulitan dan rintangan yang berbeda di setiap titik. Meskipun masih ada beberapa catatan perbaikan dari uji coba, Antiek optimistis semua akan selesai sebelum peresmian.

“Alhamdulillah ini tadi dengan komunitas ada beberapa catatan, dari Pak Wali juga ada beberapa catatan nanti kita akan revisi perbaiki,” terangnya.

Sementara itu, Divisi Offroad Pengcab IOF Jawa Timur sekaligus Divisi Speed Offroad IMI Jawa Timur, Iwan Barong menyambut gembira inisiatif Pemkot Surabaya dengan membuat wisata offroad. Dengan demikian, keberadaan trek ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta offroad. Serta hasil uji coba kali ini menunjukkan lokasi yang sangat potensial.

“Selama ini kita tidak punya lahan atau trek untuk bermain offroad. Uji coba hari ini lokasi bagus, dan kemarin sempat hujan jadi ada trek basah. Karena kalau tidak basah teman-teman ikut itu kurang menantang,” jelas Iwan.

Meskipun demikian, Iwan menegaskan bahwa timnya akan terus melakukan revisi untuk meningkatkan tantangan sekaligus menjaga keselamatan. “Dari beberapa kali survei dan hari ini dengan Pak Wali, kita akan revisi lagi supaya lebih menantang tapi tetap safety kita jaga,” tegasnya.

Kolaborasi erat akan dijalin dengan Pemkot Surabaya untuk memastikan keberlanjutan wisata offroad ini, baik melalui penyelenggaraan event rutin maupun uji coba trek kendaraan.

“Kami akan berkolaborasi dengan Pemkot Surabaya bagaimana caranya agar tempat ini tetap hidup, mulai dari event atau memang uji trek kendaraan dan lain-lain,” ujar dia.

Senada dengan Iwan, Pengda Sekretaris IOF Jawa Timur sekaligus Kabid Offroad Roda Empat IMI Jawa Timur, Rio menegaskan bahwa komunitas offroad siap berkolaborasi dengan Pemkot Surabaya.

Rencananya, wisata offroad Tahura Pakal ini akan diresmikan pada akhir bulan Mei ini. Dengan adanya destinasi baru ini, diharapkan Surabaya tidak hanya dikenal sebagai kota bisnis dan sejarah, tetapi juga kota petualangan yang menawarkan pengalaman offroad seru bagi wisatawan.

“Pesan Pak Wali memang semoga lahan yang dibikin ini bisa dirasakan bukan hanya dari komunitas saja, tapi termasuk warga Surabaya dan sekitarnya sehingga kita bisa merawat sirkuitnya bersama-sama,” tutup Rio. (B4M)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments