Kamis, Mei 28, 2026
BerandaDPRD KOTA SURABAYAWarga Apresiasi Perbaikan PJU, Persoalan Sampah dan Proyek Drainase Jadi Sorotan

Warga Apresiasi Perbaikan PJU, Persoalan Sampah dan Proyek Drainase Jadi Sorotan

Warga Apresiasi PJU Baru, DPRD Soroti Penolakan Titik Lampu Tambahan hingga Keterlambatan Proyek Drainase

Surabaya – Lensaparlemen.id
Warga Bulak Banteng Wetan, Kelurahan Sidotopo Wetan, Kecamatan Kenjeran, menyampaikan apresiasi atas perbaikan Penerangan Jalan Umum (PJU) di wilayah mereka. Sebanyak 147 titik lampu jalan telah diganti dengan lampu baru berwarna putih yang dinilai lebih terang dan meningkatkan kenyamanan serta keamanan lingkungan.

Apresiasi tersebut mengemuka dalam kegiatan reses masa persidangan ketiga tahun sidang kedua Tahun Anggaran 2026 yang digelar Anggota DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PPP, H. Buchori Imron, di Balai RW 8 Bulak Banteng Wetan, Rabu malam (27/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Buchori Imron menyampaikan bahwa program perbaikan PJU mendapat respons positif dari masyarakat. Namun demikian, ia mengungkapkan masih terdapat usulan penambahan titik PJU yang belum dapat direalisasikan karena adanya penolakan dari sebagian warga di lokasi rencana pemasangan.

“Awalnya ada usulan tambahan titik PJU, tetapi saat tim turun ke lapangan, ada warga yang tidak setuju karena dianggap mengganggu akses kendaraan jika dipasang tiang listrik,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya komunikasi dan kesepakatan warga sebelum pelaksanaan program pembangunan infrastruktur di lapangan agar tidak menimbulkan penolakan di kemudian hari.

“Kalau memang ada usulan, sebaiknya disampaikan dan disepakati dulu dengan warga supaya ketika dinas turun tidak terjadi penolakan,” tambahnya.

Selain persoalan PJU, masalah sampah liar juga menjadi perhatian dalam dialog bersama warga. Buchori mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke aliran sungai yang berdampak hingga wilayah hilir.

Ia menyebut aliran dari kawasan Kali Tengah membawa sampah hingga ke wilayah RW 17 sampai RW 20, sehingga diperlukan kepedulian bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan.

“Bagaimana caranya warga bisa memahami agar tidak membuang sampah sembarangan karena dampaknya sampai ke wilayah lain,” ujarnya.

Dalam reses tersebut, warga juga menyoroti proyek pembangunan box culvert di kawasan Bulak Banteng Wetan sisi timur yang hingga kini belum terealisasi, meski telah diusulkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan disebut telah memiliki alokasi anggaran.

Buchori menyatakan akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengetahui kendala yang menyebabkan proyek tersebut belum berjalan.

Tak hanya itu, proyek serupa di kawasan Kedungmangu hingga Baruna, termasuk wilayah Tenggumung, juga mengalami keterlambatan meskipun proses lelang telah selesai dan pemenang tender telah ditetapkan.

“Sudah dilelang, bahkan ada yang nilainya mencapai Rp5,5 miliar, tetapi sampai sekarang pengerjaannya belum dimulai,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi dari dinas terkait, keterlambatan tersebut dipengaruhi kenaikan harga material seperti box culvert, semen, dan pasir, sehingga pihak kontraktor mengajukan penyesuaian anggaran kepada Pemerintah Kota Surabaya. Usulan tersebut masih memerlukan pembahasan lebih lanjut bersama DPRD.

“Nanti dalam waktu dekat akan saya cross check lagi supaya ada kejelasan terkait persoalan ini,” pungkasnya.

Reporter: Bambang
Editor: Redaksi

RELATED ARTICLES
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Most Popular