Jumat, April 10, 2026
BerandaEKONOMI & BISNISTPS Gelar Simulasi Gangguan Sistem, Begini Cara Jaga Operasional Tetap Berjalan

TPS Gelar Simulasi Gangguan Sistem, Begini Cara Jaga Operasional Tetap Berjalan

Surabaya – Lensaparlemen.id
PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus memperkuat kesiapan operasionalnya dengan menggelar simulasi gangguan sistem melalui Business Continuity Management System (BCMS) Drill, Kamis (2/4), di terminal petikemas Surabaya.

Simulasi ini menjadi bagian dari komitmen TPS dalam menjaga keandalan layanan terminal, terutama dalam menghadapi potensi gangguan pada Sistem Operasi Terminal (SOT) yang menjadi tulang punggung aktivitas logistik.

Dalam skenario yang dijalankan, TPS mensimulasikan gangguan pada layanan receiving dan discharge petikemas. Melalui latihan ini, perusahaan menguji secara menyeluruh efektivitas tata kelola penanganan kondisi darurat, mulai dari penilaian dampak, pengambilan keputusan manajerial, hingga aktivasi Business Continuity Plan (BCP).

Seluruh fungsi terkait dilibatkan secara terintegrasi, mulai dari operasional lapangan, teknologi informasi, hingga unit koordinasi internal. Meski sistem utama disimulasikan terganggu, layanan terminal tetap berjalan melalui prosedur manual, penggunaan data cadangan, serta pengaturan area penumpukan alternatif.

Senior Vice President Operasi Terminal TPS, Didik Kurniawan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat manajemen risiko perusahaan.

“Drill BCMS ini bertujuan memastikan seluruh insan TPS memahami peran dan tanggung jawabnya dalam menghadapi potensi gangguan. Dengan kesiapan tersebut, operasional terminal dapat tetap berjalan secara aman, tertib, dan terkendali,” ujarnya.

Ia menambahkan, implementasi BCMS tidak hanya berfokus pada pemulihan sistem, tetapi juga menjamin kesinambungan proses bisnis serta efektivitas koordinasi lintas fungsi dan pemangku kepentingan.

Dalam simulasi tersebut, TPS juga menguji koordinasi dengan pihak eksternal seperti Otoritas Pelabuhan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta pengguna jasa dan perusahaan pelayaran.

Menurut Didik, kesiapan prosedur manual, pemulihan data, dan koordinasi yang solid menjadi kunci dalam memitigasi dampak gangguan operasional.

“Melalui kegiatan ini, kami juga melakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan pencapaian Recovery Time Objective (RTO) serta penyempurnaan berkelanjutan terhadap sistem yang ada,” tambahnya.

Usai pelaksanaan drill, TPS melakukan evaluasi komprehensif guna memastikan implementasi BCMS berjalan sesuai standar keberlanjutan bisnis perusahaan.

Melalui kegiatan ini, TPS menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas operasional terminal sekaligus mendukung kelancaran arus logistik nasional secara berkelanjutan, sejalan dengan transformasi layanan di lingkungan Pelindo Group.

Reporter: Bambang | Editor: Redaksi

RELATED ARTICLES
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Most Popular