Rabu, April 1, 2026
BerandaOLAHRAGATanpa Target, 7 Tim Judes Gaple Siap Guncang Kejurcab Orado Surabaya 2026

Tanpa Target, 7 Tim Judes Gaple Siap Guncang Kejurcab Orado Surabaya 2026

Surabaya, Lensaparlemen.id
Pokja Jurnalis Dewan Surabaya (Judes) menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan potensi olahraga domino dengan menurunkan tujuh tim pada Kejuaraan Cabang Olahraga Domino Indonesia (Kejurcab Orado) Kota Surabaya 2026.

Ajang bergengsi tersebut akan digelar di lantai 3 Ciputra World Surabaya pada Minggu (29/3/2026) pukul 10.00 WIB, dengan total hadiah mencapai Rp 6 juta dan diikuti atlet-atlet domino terbaik se-Kota Surabaya.

Meski berstatus debutan di ajang resmi, tim “Judes Gaple” yang setiap timnya beranggotakan dua orang ini tidak gentar menghadapi persaingan. Mereka justru datang dengan semangat tinggi untuk belajar sekaligus memberikan kejutan.

Ketua Pokja Judes, Inyong Maulana, menegaskan pihaknya tidak membebani tim dengan target tinggi karena masih dalam tahap adaptasi terhadap kompetisi resmi.

“Kita tidak mematok target muluk-muluk karena masih tahap belajar. Kami bukan atlet profesional yang rutin berlatih. Namun, kami siap tampil optimal dan memanfaatkan setiap peluang untuk meraih kemenangan,” ujar Maulana, Jumat (27/3/2026).

Maulana mengungkapkan, persiapan tim tergolong sangat singkat. Hal ini disebabkan banyak anggota Judes yang masih berada di luar kota menjelang momentum Lebaran.

“Persiapan kami praktis hanya tiga hari. Tapi teman-teman bertekad tampil all-out dan menunjukkan permainan terbaik,” tegasnya.

Menurutnya, jika tidak berdekatan dengan libur Lebaran, jumlah atlet yang diturunkan kemungkinan bisa lebih banyak. Meski begitu, kondisi tersebut tidak mengurangi semangat bertanding para peserta.

Lebih lanjut, Maulana menyebut Kejurcab Orado 2026 menjadi momentum penting untuk meningkatkan kemampuan sekaligus memahami aturan resmi dalam olahraga domino.

Selama ini, komunitas Judes memang aktif menggelar turnamen internal. Namun, aturan yang digunakan masih bersifat non-standar dan belum mengacu pada regulasi resmi.

“Selama setahun terakhir kami sudah dua kali menggelar kejuaraan internal. Tapi aturannya masih belum resmi. Melalui Kejurcab ini, kami ingin menambah wawasan dan pengalaman bertanding,” jelasnya.

Ia juga melihat potensi besar dari anggota Judes yang perlu diasah melalui kompetisi yang lebih kompetitif.

Sementara itu, Humas Pokja Judes, Andre, mengungkapkan bahwa minat anggota terhadap permainan domino terus meningkat. Bahkan, di sela-sela aktivitas jurnalistik, para anggota rutin menyempatkan diri untuk berlatih.

“Teman-teman biasanya setelah liputan masih menyempatkan waktu untuk bermain domino. Ini menunjukkan antusiasme yang tinggi,” ujarnya.

Andre menambahkan, dalam berbagai kegiatan internal seperti refleksi akhir tahun 2025 maupun peringatan 17 Agustus, lomba domino selalu menjadi salah satu agenda paling diminati dengan jumlah peserta yang membludak.

“Ini jadi bukti bahwa potensi teman-teman sangat besar. Kejurcab ini adalah kesempatan emas untuk mengasah kemampuan sekaligus belajar dari komunitas lain yang lebih berpengalaman,” tambahnya.

Dorong Domino Jadi Olahraga Prestasi
Kejurcab Orado Kota Surabaya 2026 diharapkan menjadi langkah strategis dalam mendorong domino sebagai cabang olahraga prestasi yang lebih berkembang di Indonesia.

Bahkan, olahraga ini mulai dilirik untuk bisa masuk dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) di masa mendatang.

Dengan semangat dan partisipasi aktif dari komunitas seperti Judes, domino berpotensi berkembang menjadi olahraga kompetitif yang semakin diminati masyarakat luas.

Reporter: B4M
Editor: Redaksi

RELATED ARTICLES
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Most Popular