Jumat, April 3, 2026
BerandaSURABAYA RAYASurabaya Siap Raih KLA Paripurna, Satu-satunya Kota dengan Logo CFCI

Surabaya Siap Raih KLA Paripurna, Satu-satunya Kota dengan Logo CFCI

LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerima kunjungan tim verifikasi Kota Layak Anak (KLA) tingkat pusat, Rabu (14/5/2025). Pertemuan berlangsung di Ruang Sidang Wali Kota dan menjadi bagian dari tahapan akhir proses penilaian KLA guna meraih predikat paripurna.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya, Ikhsan, yang mewakili Wali Kota Eri Cahyadi, menyampaikan bahwa verifikasi dilakukan secara hybrid, dengan tim pusat mengikuti kegiatan melalui zoom meeting serta menyaksikan proses peninjauan lapangan secara daring.

“Ini adalah tahap verifikasi dari pusat, setelah sebelumnya dilakukan penilaian oleh provinsi. Tadi sudah ada beberapa konfirmasi terkait capaian kita dalam mewujudkan KLA,” ujar Ikhsan seusai pertemuan.

Menurut Ikhsan, tim verifikasi memberikan beberapa masukan, terutama menyangkut kelengkapan dokumen pendukung. “Masukannya tadi hanya berupa permintaan penambahan dokumen. Karena semua yang ditanyakan sudah terkonfirmasi. Kegiatan-kegiatan yang sudah kami sampaikan, namun belum dilengkapi dengan dokumentasi foto, diminta untuk segera dilengkapi,” ungkapnya.

Ia pun optimistis Surabaya mampu meraih hasil maksimal. Dengan rekam jejak sebagai penerima predikat KLA Utama selama enam tahun berturut-turut, serta keterlibatan aktif dalam inisiatif Child Friendly Cities Initiative (CFCI) bersama UNICEF, Surabaya dinilai memiliki keunggulan tersendiri.

“Kita sekarang sudah bekerja sama dengan UNICEF untuk CFCI. Surabaya menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang dapat menggunakan logo Kota Sahabat Anak dari UNICEF secara penuh. Tentu ini menjadi poin penilaian tersendiri,” jelasnya.

Ikhsan juga memaparkan bahwa verifikasi KLA mencakup sejumlah indikator, mulai dari kebijakan, regulasi, hingga implementasi program yang melibatkan seluruh lapisan pemerintahan—dari kelurahan, kecamatan, hingga perangkat daerah di tingkat kota. Ia menekankan pentingnya akurasi data dan dokumentasi sebagai bukti bahwa program benar-benar dijalankan.

“Insyaallah, karena program ini memang kita jalankan semua, jadi kita tinggal menyampaikan apa adanya. Keterlibatan anak mulai dari Musrenbang di tingkat kelurahan, kecamatan, hingga kota, semuanya terwadahi. Bahkan, usulan anak-anak dalam Musrenbang juga dipantau realisasinya. Tak ketinggalan kita juga melakukan evaluasi setiap tiga bulan sekali bersama Forum Anak Surabaya (FAS),” tambahnya.

Lebih jauh, Ikhsan menegaskan bahwa pencapaian predikat KLA merupakan wujud komitmen Pemkot Surabaya dalam menghadirkan kota yang aman dan ramah bagi semua, khususnya generasi mendatang. “Sehingga, warga Surabaya merasa aman, nyaman, dan terlayani dengan baik. Itu yang menjadi komitmen kami. Bukan hanya untuk generasi sekarang, tetapi juga untuk masa depan anak dan cucu,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya, Ida Widayati, menuturkan bahwa verifikasi tingkat pusat ini merupakan tahapan terakhir setelah sebelumnya dilakukan verifikasi oleh Pemerintah Provinsi.

“Alhamdulillah, kita diberikan kesempatan untuk melengkapi. Sebetulnya, sejak beberapa waktu lalu kita sudah mengisi kebutuhan penilaian dari Kementerian PPPA yang berisi 24 indikator dalam lima klaster secara detail, dengan data dari berbagai dinas terkait,” kata Ida.

Ia menjelaskan, tujuan utama verifikasi ini adalah memastikan kesesuaian antara data yang telah diinput dengan kondisi nyata di lapangan. Sejumlah perwakilan dari perangkat daerah pun turut hadir dalam pertemuan untuk memberikan keterangan langsung kepada tim pusat.

“Kalau dilihat tadi, sepertinya kementerian sudah merasa lengkap dengan apa yang kita sampaikan. Mungkin ada hal-hal kecil yang masih menjadi perhatian dan perlu dilengkapi. Contohnya, terkait ruang laktasi. Untuk kantor pemerintahan sudah 100%, dan fasilitas umum lebih dari 75%. Tapi perlu ditambahkan detail persentase perusahaan swasta yang telah memiliki ruang laktasi,” ujarnya.

Sejalan dengan Sekda Ikhsan, Ida juga menyakini bahwa keterlibatan Surabaya dalam program CFCI menjadi nilai tambah signifikan. “Tentunya, hal itu akan menambah nilai karena se-Indonesia baru Surabaya yang sudah punya logo CFCI dan boleh dipakai,” pungkasnya. (B4M)

RELATED ARTICLES
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Most Popular