Rabu, Februari 11, 2026
BerandaSURABAYA RAYASurabaya Siap Lakukan Pendataan DTSEN 2025, Petugas Mulai Door-to-Door 1 Oktober

Surabaya Siap Lakukan Pendataan DTSEN 2025, Petugas Mulai Door-to-Door 1 Oktober

LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Pemerintah Kota Surabaya menggelar pelatihan intensif bagi para petugas yang akan melaksanakan Pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memastikan validitas dan ketepatan data sebelum para petugas terjun langsung melakukan pendataan dari rumah ke rumah pada periode 1 hingga 31 Oktober 2025.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya, M. Fikser, menyampaikan bahwa DTSEN merupakan dasar dalam perumusan kebijakan yang tepat sasaran. Saat ini, pelatihan bagi para petugas tengah berlangsung dari tanggal 25 hingga 28 September 2025.

“DTSEN adalah program strategis pemerintah untuk menyatukan data kependudukan dan sosial ekonomi warga dengan mencocokkannya menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK),” tegas Fikser, Sabtu (27/9/2025).

Fikser menjelaskan, tujuan utama pemutakhiran data ini ada tiga. Pertama, menciptakan Satu Data untuk semua program, memastikan pemerintah hanya memiliki satu sumber data yang sama untuk semua kebijakan, mulai dari subsidi hingga perlindungan sosial.

Kedua, menjamin program tepat sasaran. Pemutakhiran ini sangat penting karena kondisi keluarga itu dinamis. “Tanpa data terbaru, bantuan sosial akan berisiko salah sasaran. Ini adalah upaya kami meminimalisir inclusion error dan exclusion error,” tegasnya.

Ketiga, data yang mutakhir akan mendukung perencanaan lebih baik bagi pembangunan jangka panjang. “Khususnya dalam merancang intervensi di sektor kesehatan, pendidikan, dan pengentasan kemiskinan berbasis bukti (evidence-based),” imbuhnya.

Fikser meminta masyarakat Kota Surabaya bersiap dan kooperatif karena mulai 1 Oktober 2025, petugas akan datang langsung (door-to-door) ke seluruh keluarga di Kota Surabaya.

“Petugas yang telah dilatih akan melakukan wawancara singkat untuk mengumpulkan data penting, meliputi identitas keluarga dan anggota keluarga, kondisi rumah, pekerjaan, pendidikan, dan kesehatan. Serta, sarana prasarana rumah tangga,” jelasnya.

Pendataan akan dilakukan secara digital menggunakan aplikasi resmi BPS, FASIH-Mobile, dan dilengkapi dengan pengambilan foto rumah serta pencatatan lokasi dengan geotag untuk menjamin akurasi.

Fikser meyakinkan bahwa data warga akan tetap aman. Semua informasi yang dikumpulkan dijaga kerahasiaannya. “Partisipasi warga sangat menentukan. Data yang lengkap akan membuat program pembangunan di Surabaya semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

B4M/Lensa Parlemen

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments