Minggu, Maret 1, 2026
BerandaSURABAYA RAYAPemkot Surabaya Gelar Pasar Murah Serentak di 93 Lokasi Jelang Ramadan 2026,...

Pemkot Surabaya Gelar Pasar Murah Serentak di 93 Lokasi Jelang Ramadan 2026, Harga Bahan Pokok Dijaga Stabil

Surabaya – Lensaparlemen.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menggelar pasar murah serentak di 31 kecamatan dengan total 93 lokasi sebagai langkah strategis menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadan 2026.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah, serta Perdagangan (Dinkopumdag) Surabaya, Mia Santi Dewi, menjelaskan bahwa pasar murah akan digelar pada 2 Maret 2026 pukul 07.30 WIB di 31 lokasi, kemudian dilanjutkan pada 5 Maret 2026 pukul 08.00 WIB di 62 lokasi lainnya.

“Pelaksanaannya kami sesuaikan menjadi tanggal 2 dan 5 Maret, dan akan digelar serentak di seluruh kecamatan agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujar Mia, Sabtu (28/2/2026).

Dalam pasar murah tersebut, komoditas yang dijual difokuskan pada kebutuhan pokok masyarakat, seperti beras, gula, minyak goreng, telur, cabai merah, daging sapi, daging ayam, bawang merah, dan bawang putih. Seluruh komoditas ditawarkan dengan harga di bawah harga pasar sebagai bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat.

Menurut Mia, beras, minyak goreng, dan gula masih menjadi komoditas yang paling banyak dicari warga. Sementara itu, permintaan telur mulai meningkat menjelang Ramadan karena kebutuhan pembuatan kue dan hidangan berbuka puasa.

Untuk komoditas seperti daging dan cabai, lonjakan permintaan biasanya terjadi sekitar 10 hari hingga dua minggu menjelang Lebaran, seiring meningkatnya kebutuhan rumah tangga.

Tujuan utama digelarnya pasar murah ini adalah memberikan rasa aman kepada masyarakat terkait ketersediaan bahan pokok, menjaga stabilitas harga, serta mengendalikan potensi inflasi daerah.

“Kita ingin masyarakat tidak khawatir soal ketersediaan barang. Dengan adanya pasar murah, komoditas yang berpotensi memicu kenaikan harga tetap tersedia dan bisa diakses dengan mudah,” jelasnya.

Selain intervensi harga, Pemkot Surabaya juga melakukan pemantauan harian di sejumlah pasar pantauan. Jika ditemukan kenaikan harga signifikan, koordinasi langsung dilakukan dengan dinas terkait, termasuk Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), untuk menelusuri penyebab dan mencari solusi cepat.

Pemkot Surabaya turut menjalin kerja sama dengan sejumlah daerah penghasil bahan pangan. Komoditas dari daerah yang telah menandatangani nota kesepahaman didistribusikan ke Surabaya, khususnya untuk produk pertanian seperti sayur, buah, dan beras, guna menjaga stabilitas pasokan.

“Pasar murah ini bukan hanya soal harga lebih terjangkau, tapi juga upaya menjaga keseimbangan pasar. Harapannya, harga tetap stabil dan masyarakat bisa berbelanja dengan tenang selama Ramadan,” pungkas Mia.

Reporter: B4M
Editor: Redaksi

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments