Rabu, Maret 4, 2026
BerandaSURABAYA RAYAEkonomi Surabaya Tumbuh 5,4 Persen, Pemkot Fokus Cetak Wirausaha Gen Z Lewat...

Ekonomi Surabaya Tumbuh 5,4 Persen, Pemkot Fokus Cetak Wirausaha Gen Z Lewat Dana Rp5 Juta per RW

LENSAPARLEMEN.ID – Surabaya
Di tengah laju pertumbuhan ekonomi Kota Surabaya yang mencapai 5,4 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional, Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan strategi besar untuk memperkuat ekonomi kreatif berbasis Gen Z pada tahun 2026.

Pemerintah Kota Surabaya menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran generasi muda sebagai motor penggerak ekonomi kreatif.

Hal ini diwujudkan melalui alokasi anggaran sebesar Rp5 juta per RW khusus untuk pengembangan potensi Gen Z di seluruh wilayah kota.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, mengatakan perhatian Wali Kota Surabaya terhadap generasi muda sangat tinggi, khususnya dalam mendorong kemandirian ekonomi.

“Untuk Gen Z, fokus kami adalah ekonomi kreatif. Mulai dari pelatihan wirausaha baru hingga pendampingan UMKM,” ujar Irvan di Surabaya, Sabtu (10/01/2026).

Menurutnya, penguatan ekonomi kreatif menjadi kunci agar anak muda tidak hanya terpaku pada sektor formal atau menjadi ASN, tetapi mampu menciptakan peluang usaha mandiri yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi kota.

“Kami ingin mencetak sebanyak mungkin pelaku ekonomi kreatif baru. Karena itu, difasilitasi dengan anggaran Rp5 juta per RW,” jelasnya.

Irvan menambahkan, Pemkot Surabaya menargetkan pada tahun 2026 kota ini dapat meraih predikat Kota Kreatif dari Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenkraf). Bahkan, Surabaya juga membidik pengakuan internasional sebagai City of Gastronomy.

Ia menjelaskan, City of Gastronomy merupakan bagian dari Jaringan Kota Kreatif UNESCO, yakni kota yang memiliki keunggulan gastronomi sebagai identitas budaya, sejarah, dan kekuatan ekonomi lokal.

“Pengembangan Gen Z di tingkat RW saat ini sudah berjalan. Banyak proposal masuk melalui kecamatan. Pemuda-pemuda kampung ini nantinya kami siapkan sesuai passion masing-masing,” terangnya.

Pendampingan yang diberikan meliputi pelatihan kewirausahaan, promosi, hingga pemasaran produk. Pemerintah kota juga memanfaatkan ekosistem digital yang sudah tersedia, salah satunya melalui aplikasi e-Peken, platform belanja online milik Pemkot Surabaya.

“Di e-Peken saat ini sudah ada sekitar 4.500 UMKM. Produk Gen Z yang sudah jadi bisa langsung kami bantu pemasarannya melalui platform tersebut,” kata Irvan.

Ia menekankan, tantangan ke depan bukan hanya pada produksi, tetapi pada konsistensi dan kreativitas SDM agar mampu bersaing dan terus berinovasi.

“Semua sistem sudah ada. Tinggal bagaimana pemberdayaan SDM-nya agar Gen Z bisa terus kreatif dan berkembang,” pungkasnya.

Reporter: B4M
Editor: Redaksi Lensa Parlemen

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments