Kamis, April 30, 2026
BerandaDPRD KOTA SURABAYAKOMISI - CPemanfaatan Sampah Sisa Makan Bergizi Gratis di Sekolah untuk Kompos dan Pakan...

Pemanfaatan Sampah Sisa Makan Bergizi Gratis di Sekolah untuk Kompos dan Pakan Maggot

LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, H. Buchori Imron, juga mengusulkan pemanfaatan sampah sisa makanan dari program Makan Gratis (MBG) di sekolah-sekolah untuk diolah menjadi kompos dan pakan maggot.

Menurutnya, sampah sisa makanan yang dihasilkan, khususnya dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan menjadi bahan yang bermanfaat bagi sektor pertanian dan peternakan.

H. Buchori Imron menjelaskan, sampah sisa makanan yang umumnya terdiri dari sisa sayuran, buah-buahan, nasi, dan roti, mengandung banyak bahan organik yang dapat diolah secara produktif. Salah satu cara pemanfaatan tersebut adalah dengan mengubahnya menjadi kompos yang bermanfaat untuk menyuburkan tanah.

“Pemisahan sampah sisa makanan menjadi sampah organik sangat penting. Selain dapat mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, sampah sisa makanan juga bisa dijadikan kompos untuk pertanian atau bahkan pakan maggot,” ujar H. Buchori Imron legislator Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Maggot, yang merupakan larva dari lalat black soldier fly (BSF), dikenal efektif dalam mengurai sampah organik dengan cepat. Pemanfaatan maggot sebagai pakan ternak dapat mengurangi ketergantungan pada pakan buatan dan memberikan nilai ekonomi tinggi. Maggot juga sangat efisien dalam mengolah sampah sisa makanan yang kaya akan protein, lemak, dan karbohidrat.

Selain itu, kompos yang dihasilkan dari sampah sisa makanan juga dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia yang berbahaya bagi lingkungan, mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan, serta berkontribusi pada pertanian berkelanjutan.

“Langkah ini adalah upaya konkret untuk mengurangi beban sampah di Kota Surabaya, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Kami berharap semakin banyak sekolah yang menerapkan sistem pemisahan sampah sisa makanan dengan tujuan yang lebih bermanfaat,” jelas H. Buchori kepada media lensaparlemen.id, usai menghadiri rapat paripurna, Senin, 13/1/2025.

Pemisahan sampah sisa makanan dan pemanfaatannya untuk kompos atau pakan maggot, menurut Buchori, akan mengurangi dampak pencemaran lingkungan akibat sampah organik yang terbuang sembarangan. Ini menjadi langkah penting dalam mendukung keberlanjutan lingkungan di Surabaya.

Manfaat Program Pemisahan Sampah Sisa Makanan:

1. Mengurangi Volume Sampah: Pemisahan dan pemanfaatan sampah sisa makanan dapat mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir.

2. Mendukung Pertanian Berkelanjutan: Kompos yang dihasilkan dapat meningkatkan kesuburan tanah dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

3. Pakan Ternak yang Efisien: Sisa makanan yang diolah menjadi pakan maggot dapat digunakan untuk memberi makan ternak, mengurangi ketergantungan pada pakan pabrikan.

4. Meningkatkan Kesadaran Lingkungan: Pemisahan sampah sisa makanan membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, seperti polusi dan emisi gas rumah kaca.

“Dengan langkah ini, kami berharap masyarakat Surabaya semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah yang ramah lingkungan demi keberlanjutan dan kesejahteraan bersama,” tutup H. Buchori Imron. (B4M)

RELATED ARTICLES
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Most Popular