Kamis, Mei 7, 2026
BerandaPOLITIK PEMERINTAHANMufti Anam Dorong Penguatan Empat Pilar Kebangsaan untuk Hadapi Tantangan Zaman

Mufti Anam Dorong Penguatan Empat Pilar Kebangsaan untuk Hadapi Tantangan Zaman

Pasuruan – Lensaparlemen.id
Anggota MPR RI dari Fraksi PDIP, Mufti Anam, mengajak masyarakat untuk terus memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Ajakan tersebut disampaikan saat kegiatan sosialisasi yang digelar pada 11 Maret 2026 di Grati, Pasuruan, Jawa Timur, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Mufti menyoroti bahwa Indonesia saat ini menghadapi berbagai dinamika yang kompleks. Ia menyinggung perkembangan geopolitik internasional, persoalan ketahanan pangan, hingga tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat sebagai tantangan nyata yang perlu disikapi bersama.

Menurutnya, di tengah situasi tersebut, nilai-nilai kebangsaan yang terkandung dalam Empat Pilar tetap relevan untuk dijadikan pedoman dalam menjaga arah pembangunan bangsa. Ia menilai prinsip-prinsip tersebut dapat memperkuat persatuan nasional sekaligus menjaga stabilitas sosial di tengah perubahan yang terus terjadi.

Mufti juga menekankan bahwa kondisi ekonomi yang tidak selalu stabil menuntut adanya solidaritas yang lebih kuat antarwarga. Dalam pandangannya, pengamalan Empat Pilar Kebangsaan dapat menjadi fondasi untuk membangun rasa kebersamaan dan saling mendukung di tengah masyarakat.

Dia turut menjelaskan bahwa istilah Empat Pilar Kebangsaan mulai dikenal luas ketika almarhum Taufiq Kiemas menjabat sebagai Ketua MPR RI pada periode 2009–2014. Konsep tersebut mencakup empat landasan utama kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Undang-Undang Dasar 1945, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menurut Mufti, Pancasila memiliki posisi sentral sebagai dasar negara sekaligus pedoman moral bagi masyarakat Indonesia. Ia mengingatkan bahwa nilai-nilai yang terkandung di dalamnya digali oleh Soekarno dari kekayaan budaya Nusantara dan diperkenalkan dalam pidato bersejarah pada 1 Juni 1945.

Selain mengulas nilai kebangsaan, Mufti juga mengajak masyarakat untuk kembali menumbuhkan semangat gotong royong serta meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan sekitar. Ia menilai perhatian terhadap kondisi tetangga dan warga sekitar merupakan langkah sederhana yang dapat memperkuat ketahanan sosial, terutama ketika masyarakat menghadapi tekanan ekonomi.

Lebih jauh, ia menegaskan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama serta sikap saling menghormati di tengah keberagaman suku, budaya, dan latar belakang sosial yang ada di Indonesia. Menurutnya, keberagaman justru menjadi kekuatan besar yang perlu dirawat bersama demi menjaga stabilitas dan keberlanjutan pembangunan nasional.

“Keberagaman merupakan kekuatan yang menyatukan bangsa. Dengan menjaga persatuan, berbagai tujuan pembangunan akan lebih mudah dicapai,” ujar Mufti.

Reporter: B4M
Editor: Redaksi

RELATED ARTICLES
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Most Popular