LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Sekretaris Komisi B DPRD Kota Surabaya, Ghofar Ismail, memberikan apresiasi atas pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Bela Negara dan SDGs 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT).
Program ini akan melibatkan sebanyak 4.226 mahasiswa yang tersebar di 139 kelurahan di Surabaya selama satu bulan penuh, dan dinilai sebagai bentuk sinergi strategis antara dunia akademik dan pemerintah kota dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, khususnya sektor UMKM dan ekonomi kreatif lokal.
“Program KKN ini sangat positif. Saya melihat ada semangat kolaboratif yang kuat antara kampus dan Pemkot Surabaya, khususnya dalam memperkuat sektor UMKM dan ekonomi kreatif lokal,” ujar Ghofar saat ditemui media lensaparlemen.id, di Gedung DPRD Surabaya, Kamis (26/6/2025).
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menilai, kehadiran mahasiswa secara langsung di tengah masyarakat dapat menjadi katalisator perubahan sosial dan ekonomi, terutama dalam upaya pemberdayaan pelaku usaha kecil dan mikro. Mereka akan bersentuhan langsung dengan komunitas, pelaku UMKM, koperasi, hingga kawasan wisata kuliner dan kampung tematik di berbagai wilayah Surabaya.
“Surabaya memiliki banyak potensi ekonomi berbasis komunitas. Keterlibatan mahasiswa bisa menjadi solusi atas tantangan seperti legalitas usaha, pemasaran digital, hingga peningkatan kualitas produk,” jelasnya.
Ghofar juga menyambut baik fokus KKN tahun ini yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan SDGs 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan). Ia berharap, mahasiswa hadir tidak sekadar sebagai pengamat, tetapi juga melakukan pendampingan berbasis kebutuhan riil masyarakat.
“Yang penting jangan hanya sekadar datang dan observasi. Harus ada aksi nyata, pelatihan, dan inovasi aplikatif yang bisa dilanjutkan warga setelah KKN selesai,” tegasnya.
Selain pendampingan usaha, Ghofar juga menekankan pentingnya edukasi laporan keuangan sederhana bagi pelaku UMKM, agar mereka dapat mengelola pendapatan dan pengeluaran secara efisien.
Sebagai tindak lanjut, Ghofar mengusulkan agar Pemkot Surabaya menjadikan program seperti ini sebagai agenda tahunan, lengkap dengan pembinaan lanjutan pasca-KKN.
“Program ini jangan hanya ramai selama sebulan lalu hilang. DPRD siap mendukung jika ada skema anggaran kolaboratif untuk menindaklanjuti hasil-hasil KKN, terutama untuk pembinaan UMKM dan koperasi tingkat kelurahan,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Program KKN Tematik UPNVJT 2025 ini dijadwalkan akan dimulai pada 1 Juli 2025, dengan apel penerjunan yang akan dipimpin langsung oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, di halaman Balai Kota Surabaya. (B4M)





