Rabu, April 1, 2026
BerandaDPRD KOTA SURABAYAKOMISI - DDPRD Surabaya Dorong Sekolah Hidupkan Kembali Budaya Menulis Tangan di Era Gadget

DPRD Surabaya Dorong Sekolah Hidupkan Kembali Budaya Menulis Tangan di Era Gadget

Surabaya — Lensaparlemen.id
27 Maret 2026, Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Zuhrotul Mar’ah, mendorong penguatan kembali budaya menulis tangan di lingkungan sekolah sebagai upaya menyeimbangkan penggunaan teknologi di kalangan pelajar.

Dorongan ini muncul di tengah meningkatnya penggunaan gadget oleh siswa, yang dinilai perlu diimbangi dengan aktivitas motorik manual guna mendukung perkembangan kognitif dan karakter.

Menurut Zuhrotul Mar’ah, menulis tangan memiliki manfaat signifikan bagi perkembangan otak anak. Aktivitas tersebut melibatkan berbagai indra sekaligus, sehingga mampu meningkatkan daya ingat dan memperdalam pemahaman materi pelajaran.

“Menulis dengan tangan melibatkan penglihatan, pendengaran, hingga motorik. Ini sangat efektif untuk meningkatkan daya ingat siswa,” kata dr. Zuhrotul Mar’ah kepada media lensaparlemen.id, Jum’at (27/3).

Legislator Partai Amanat Nasional (PAN) ini menjelaskan, dibandingkan dengan mengetik di perangkat digital, menulis manual memberikan stimulasi yang lebih kompleks terhadap saraf otak, terutama dalam mengembangkan motorik halus.

Selain berdampak pada aspek akademik, kegiatan menulis tangan juga dinilai mampu membantu mengurangi stres, meningkatkan konsentrasi, serta mendorong kreativitas siswa.

“Menulis bukan sekadar aktivitas akademik, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter. Dari tulisan tangan, kita bahkan bisa melihat kepribadian seseorang,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mendorong Dinas Pendidikan Kota Surabaya untuk kembali menggalakkan program pembelajaran menulis tangan, khususnya di jenjang pendidikan dasar.

Menurutnya, pembelajaran menulis halus yang sebelumnya menjadi bagian penting dalam kurikulum perlu dihidupkan kembali agar siswa memiliki keterampilan dasar yang kuat.

“Pembiasaan menulis tangan harus dimulai sejak dini, dari tingkat TK hingga SD, agar kemampuan motorik dan kognitif anak berkembang optimal,” tegasnya.

Dengan penguatan budaya menulis tangan, diharapkan generasi muda di Surabaya tidak hanya mahir dalam penggunaan teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir, mengingat, dan berkreativitas secara seimbang.

Reporter: B4M
Editor: Redaksi Lensaparlemen.id

RELATED ARTICLES
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Most Popular