Jumat, Maret 13, 2026
BerandaDPRD KOTA SURABAYAKOMISI - DDPRD Surabaya Dorong Pemkot Libatkan UMKM dalam Program Permakanan

DPRD Surabaya Dorong Pemkot Libatkan UMKM dalam Program Permakanan

LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan, Abdul Malik, mendorong optimalisasi program Permakanan yang dikelola oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Surabaya. Program ini merupakan bantuan makanan yang ditujukan kepada warga yang tergolong sebagai Penerima Kelompok Masyarakat Sasaran (PKMS), seperti lanjut usia, penyandang disabilitas, serta anak yatim dan piatu.

Tujuan utama program binaan Dinsos ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan dasar berupa asupan makanan bergizi. Abdul Malik juga menggarisbawahi pentingnya pelibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai penyedia layanan makanan, agar manfaat program tidak hanya dirasakan oleh penerima bantuan, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal.

Hal ini disampaikannya usai rapat evaluasi triwulan pertama bersama Dinas Sosial Pemerintah Kota Surabaya. Malik menilai pelibatan UMKM penting untuk mendukung produktivitas pelaku usaha lokal sekaligus memperluas manfaat ekonomi program sosial tersebut.

“Saat ini intervensi permakanan hanya untuk warga OPD binaan Dinsos. Kami berharap agar ke depan, UMKM bisa dilibatkan sebagai penyedia makanan agar mereka juga bisa lebih produktif,” kata Malik, kepada media lensaparlemen.id, Rabu (30/4).

Ia juga menyoroti peralihan skema bantuan untuk masyarakat umum, yang sebelumnya menerima bantuan permakanan, namun kini digantikan dengan bentuk intervensi lain. Malik meminta agar data penerima bantuan terus diperbarui dan divalidasi, agar warga yang masih masuk dalam kategori kurang mampu tetap menerima bantuan yang sesuai.

“Data harus diperhatikan dengan baik. Jangan sampai warga yang semula menerima bantuan, tiba-tiba tidak dapat lagi karena kesalahan sistem. Ini sangat manusiawi, mereka sangat membutuhkan,” tuturnya.

Selain itu, Malik mengapresiasi kinerja Dinas Sosial dalam membina warga di sejumlah Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), seperti Leponsos Kalijudan, Kampung Anak Bangsa, dan Keputih. Ia menilai pembinaan tidak hanya bersifat sosial, tapi juga memberdayakan, karena para binaan diberikan ruang untuk berkarya sesuai keterampilan mereka.

“Kami melihat sendiri ada yang bisa ngeband, melukis, bahkan punya kemampuan bela diri. Ini luar biasa. Ini bentuk dari memanusiakan manusia,” ujarnya.

Abdul Malik juga menegaskan bahwa sarana dan prasarana yang disediakan di berbagai UPTD sudah cukup baik. Ia mencontohkan fasilitas di Karang werdha, tempat pelayanan lansia, yang dinilai bersih dan para tenaga pendukungnya responsif serta sigap dalam penanganan.

“Misalnya jika ada lansia sakit, mereka langsung melakukan diagnosis dan tindakan cepat. Ini menunjukkan bahwa Dinas Sosial sudah optimal dalam kinerjanya,” pungkasnya. (B4M)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments