Sabtu, April 18, 2026
BerandaDPRD KOTA SURABAYAKOMISI - DDPRD Surabaya Dorong Pemerataan Pendidikan dan Inovasi Digital Lewat SPMB 2025 dan...

DPRD Surabaya Dorong Pemerataan Pendidikan dan Inovasi Digital Lewat SPMB 2025 dan Program E-Sport

LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Komisi D DPRD Kota Surabaya yang membidangi pendidikan dan kesehatan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pendidikan Kota Surabaya guna membahas kesiapan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025–2026 serta arah pengembangan pendidikan digital.

RDP yang digelar pada Kamis (22/5/2025) tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi D, dr. Akma Kadir. Ia menegaskan komitmen DPRD untuk mengawal proses penerimaan siswa baru agar tidak ada satu pun anak usia sekolah di Kota Surabaya yang tertinggal dalam memperoleh hak pendidikannya.

“Prinsipnya, tidak boleh ada anak di Surabaya yang tidak mendapatkan akses sekolah. Kami juga siap membantu pemerintah kota dalam menyosialisasikan sistem ini kepada masyarakat,” ujarnya.

Anggota Komisi D dari Fraksi PKS, Johari Mustawan, turut menyoroti pentingnya pemerataan akses pendidikan dan optimalisasi jalur prestasi. Ia mengusulkan agar jalur prestasi diperluas tidak hanya untuk nilai akademik, tetapi juga mencakup capaian non-akademik seperti lomba, rapor, hingga hafalan kitab suci.

“Kami ingin memastikan bahwa sistem SPMB tidak hanya adil, tapi juga inklusif dan mencerminkan potensi beragam dari setiap peserta didik. Pemerataan antara jalur domisili dan prestasi adalah kunci,” kata Johari.

Ia juga menyampaikan bahwa kuota jalur domisili dan prestasi masing-masing berkisar 35-40 persen, sementara jalur mutasi bisa mengisi kekosongan kuota yang tidak terpakai dan dialihkan ke jalur prestasi, demi distribusi yang lebih merata.

Dalam rapat tersebut, Johari memberikan apresiasi terhadap terobosan Dinas Pendidikan Surabaya yang tengah mengembangkan program ekstrakurikuler berbasis e-sport, seperti Mobile Legends, untuk siswa tingkat SD dan SMP.

Ia menilai langkah ini selaras dengan semangat zaman digital, sekaligus mampu menumbuhkan karakter, strategi, dan kerja sama tim.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Yusuf Masruh, menjelaskan bahwa e-sport bukan semata hiburan, melainkan pendekatan baru dalam literasi digital.

“Minat anak-anak terhadap gim daring bisa diarahkan ke jalur edukatif. Kita ingin mereka tumbuh sebagai pribadi yang cakap digital, strategis, dan beretika,” jelasnya.

Yusuf menambahkan bahwa program ini akan melibatkan pelatih profesional dan komunitas e-sport lokal, dan akan dimulai dari beberapa sekolah percontohan di Surabaya. Ia menegaskan bahwa inovasi pendidikan di era digital harus mampu menjawab tantangan sekaligus memanfaatkan potensi generasi muda secara bijak.

Dengan kolaborasi antara kebijakan inklusif dalam SPMB dan pengembangan kegiatan ekstrakurikuler digital, DPRD dan Dinas Pendidikan Kota Surabaya berharap dapat mencetak generasi pelajar yang tak hanya unggul secara akademik, namun juga adaptif terhadap perkembangan zaman. (B4M)

RELATED ARTICLES
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Most Popular