LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Setelah masa kampanye berakhir pada tanggal 24 Nopember 2024, 24.00 WIB. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surabaya segera mengambil langkah-langkah penting guna memastikan pemilu berjalan lancar dan sesuai aturan. Dua fokus utama yang akan dilaksanakan adalah penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) yang masih terpasang di beberapa lokasi serta pengawasan masa tenang untuk memastikan tidak ada aktivitas kampanye yang masih berlangsung.
Sebagai bagian dari upaya pengawasan yang lebih maksimal, Bawaslu Kota Surabaya memperkenalkan program “Patroli Pengawasan”. Ketua Bawaslu Kota Surabaya, Novli Bernando, menjelaskan bahwa patroli ini bertujuan untuk memetakan potensi kerawanan yang mungkin muncul di setiap wilayah dan mencegah terjadinya pelanggaran atau kecurangan.
“Patroli Pengawasan ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi pelanggaran yang dapat terjadi, serta memastikan seluruh proses pemilu berjalan dengan adil dan transparan. Kami juga melibatkan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), serta Kepolisian dalam patroli ini agar dapat berpartisipasi aktif dalam menjaga kelancaran pemilu,” ujar Novli, saat ditemui oleh media lensaparkemen.id, setelah menghadiri debat calon walikota dan wakil walikota Surabaya di Hotel Mercure, Kamis, 21 November 2024.
Patroli pengawasan akan dilaksanakan di 31 kecamatan, termasuk lima kecamatan di Surabaya, dengan fokus utama pada wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tertentu. Penentuan tingkat kerawanan ini didasarkan pada hasil koordinasi dengan pihak Kepolisian dan Kejaksaan. Tujuan utama dari patroli ini adalah untuk memastikan terciptanya suasana yang aman, tentram, dan kondusif menjelang hari pemungutan suara.
Patroli pertama akan dimulai pada Senin, 24 November 2024, dengan fokus utama pada pengawasan yang memastikan wilayah-wilayah tersebut tetap aman hingga hari pencoblosan. Selain itu, Novli juga menginstruksikan kepada seluruh Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) dan Pengawas Pemilu Kelurahan (Panwas Kelurahan) untuk melaksanakan patroli pengawasan di wilayah masing-masing.
“Kami berharap petugas pengawas di lapangan (panwascam, panwaskel.red) dapat memetakan potensi kerawanan yang ada di setiap daerah. Dengan patroli ini, kami ingin meminimalisir potensi kecurangan dan pelanggaran yang mungkin terjadi,” tambahnya.
Selain pengawasan terhadap potensi pelanggaran, patroli ini juga memiliki tujuan untuk memastikan distribusi logistik pemilu, seperti surat suara, berjalan dengan lancar dan sampai ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) tepat waktu. Patroli akan dimulai pada 24 November, dengan persiapan dimulai pada tanggal 23 November 2024.
Novli berharap seluruh pihak dapat bekerja sama untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama proses pemilu. Sebagai kota metropolitan, Surabaya diharapkan dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain dalam hal keamanan dan kenyamanan bagi seluruh warganya.
Dengan adanya Patroli Pengawasan, Bawaslu Kota Surabaya menunjukkan komitmennya untuk memastikan proses pemilu yang aman, bebas dari kecurangan, dan melibatkan seluruh pihak dalam menjaga kelancaran jalannya pesta demokrasi.
“Proses pemilu, mulai dari pemungutan suara hingga penghitungan suara, adalah tanggung jawab kita bersama untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik dan transparan,” pungkasnya. (B4M)





