Senin, April 27, 2026
BerandaSURABAYA RAYAKerja Sama Indonesia–Korea Selatan Diperkuat, Delegasi Korsel Pelajari Pengelolaan Air Surabaya

Kerja Sama Indonesia–Korea Selatan Diperkuat, Delegasi Korsel Pelajari Pengelolaan Air Surabaya

LENSA PARLEMEN – SURABAYA
19 November 2025 — Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya menjadi tuan rumah kunjungan Delegasi Republik Korea Selatan dalam rangka kegiatan The Green Transition Initiative (GTI) Project for Indonesia Smart Water Management Roadmap 2025–2035. Kunjungan ini bertujuan memperdalam pemahaman mengenai praktik pengelolaan air minum yang telah diterapkan di Surabaya sebagai bahan penyusunan roadmap Smart Water Management (SWM) tingkat nasional.

Taeyong Seok, Asisten Manajer Korea Water Partnership, menyampaikan apresiasinya atas pengelolaan air di Surabaya.

“Saya melihat Surabaya merupakan contoh yang baik bagi BUMD Air Minum lainnya. Praktik pengelolaan air yang diterapkan di sini sangat membantu dalam penyusunan roadmap melalui Smart Water Management,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa delegasi ingin mempelajari strategi Perumda Air Minum Surya Sembada dalam mengelola jaringan distribusi, menekan tingkat kehilangan air (Non-Revenue Water/NRW), serta mengembangkan infrastruktur pengelolaan air secara bertahap dan berkelanjutan.

Perbandingan Pengelolaan Air Korea Selatan dan Surabaya

Dalam pemaparannya, Taeyong Seok menjelaskan bahwa terdapat perbedaan mendasar antara sistem Korea Selatan dan Indonesia.

“Di Korea Selatan, seluruh prosedur pengelolaan air dijalankan melalui perencanaan terpusat oleh pemerintah nasional, mulai dari standar, regulasi, hingga pembiayaan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa setiap perusahaan air minum di Korea Selatan wajib melakukan evaluasi kondisi pipa setiap lima tahun, yang telah menjadi regulasi resmi. Pemerintah pun memberikan subsidi hingga 50 persen untuk program penurunan NRW.

Kolaborasi Indonesia – Korea Selatan untuk Smart Water Management

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Smart Water Management (SWM) yang melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama sejumlah BUMD air minum. Delegasi Korea Selatan terdiri atas Dr. Shim Yuseop, Taeyong Seok (Korea Water Partnership), Heung Sup Shin, Kwang Hun Chang, Jinho Min, Siyeon Song (Hankuk Engineering Consultant), serta Imam Hudori dan Pawitasari Fransisca dari SMEC Denka Indonesia. Perwakilan Kementerian PUPR juga hadir dalam kegiatan ini.

Wafiyuddin, Manajer Senior Perencanaan dan Pengembangan Perusahaan Perumda Air Minum Surya Sembada, menyampaikan bahwa kerja sama ini nantinya akan melibatkan Pemerintah Korea Selatan melalui Kementerian PU mereka dan Kementerian PUPR Indonesia.

“Perumda Air Minum Surya Sembada menjadi salah satu BUMD terpilih yang memberikan masukan dalam penyusunan arah pengembangan Smart Water Management, bersama Kota Malang dan Kediri,” tegasnya.

Upaya Surabaya Menurunkan NRW

Wafiyuddin menjelaskan strategi Surya Sembada dalam menurunkan angka NRW.

“Kami menerapkan pendekatan geografis dengan membagi wilayah menjadi tiga interzone mengikuti aliran sungai,” katanya.

Strategi penurunan NRW dilakukan melalui dua langkah utama:

1. Commercial losses ditangani melalui penggantian meter pelanggan setiap lima tahun.
2. Physical losses ditangani melalui aktivitas monitoring dan perbaikan kebocoran secara aktif di lapangan.

Komitmen Surabaya dalam Smart Water Management

Melalui kunjungan ini, Perumda Air Minum Surya Sembada menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan Smart Water Management melalui kerja sama internasional. GTI merupakan platform multilateral yang mendorong pengembangan infrastruktur hijau rendah emisi demi mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

Kolaborasi ini menjadi bukti nyata kontribusi Surabaya dalam mendorong inovasi, peningkatan efisiensi, dan keberlanjutan layanan air minum bagi masyarakat.

B4M/Redaksi Lensa Parlemen

RELATED ARTICLES
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Most Popular