Selasa, Juni 2, 2026
BerandaSURABAYA RAYAICE 2025 Resmi Ditutup: Surabaya Raih Dua Penghargaan Bergengsi

ICE 2025 Resmi Ditutup: Surabaya Raih Dua Penghargaan Bergengsi

LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Gelaran Indonesia City Expo (ICE) ke-21 dan Indonesia International Arts Festival 2025 yang menjadi bagian dari rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) ke-VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), resmi ditutup pada Sabtu malam (10/5/2025) di Grand City Surabaya.

Pameran bergengsi ini sukses menghimpun 180 peserta dari 98 kota anggota APEKSI, kementerian, lembaga, BUMN/BUMD, UMKM, hingga kelompok seni dan mitra pembangunan. Dengan total 171 stan yang memadati area pameran, ajang ini menjadi etalase inovasi, pembangunan, pariwisata, dan produk unggulan dari seluruh penjuru Nusantara.

Selama tiga hari, sejak 8 hingga 10 Mei, ICE ke-21 terbuka untuk umum dan menyuguhkan berbagai daya tarik yang merepresentasikan kemajuan kota-kota di Indonesia. Kota Surabaya sebagai tuan rumah menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih dua penghargaan sekaligus, yakni Stand Terfavorit dan Juara 1 Penampilan Terbaik.

Prosesi penutupan dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Ikhsan, yang mewakili Wali Kota Eri Cahyadi. Dalam sambutannya, Ikhsan menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah Bapak Ibu sekalian, puji syukur ke hadirat Allah SWT setelah kita bersama-sama menikmati suasana APEKSI di Kota Surabaya, hari ini kita tutup dengan kebahagiaan,” kata Ikhsan.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan ICE dan festival seni ini.

“Kita berikan apresiasi,” katanya.

Ikhsan menambahkan bahwa penghargaan yang diberikan bukan untuk membedakan kualitas, melainkan sebagai bentuk dorongan semangat kepada para peserta untuk terus berpartisipasi dan berkembang.

“Bukan berarti yang tidak mendapatkan apresiasi kemudian tidak memuaskan atau tidak baik, bukan. Tapi semuanya itu, (apresiasi diberikan) agar kita tambah semangat lagi, dan semoga kita bisa bertemu lagi untuk di tahun-tahun berikutnya,” harapnya.

Sementara itu, Direktur PT Kinarya Cipta Kreasi, Windu Wijaya, selaku penyelenggara ICE ke-21, menjelaskan bahwa proses penilaian dilakukan secara objektif dan diam-diam oleh tim dewan juri dari latar belakang yang beragam.

“Ada beberapa kriteria penilaian, tapi itu saya serahkan ke tim dewan juri. Salah satunya dari praktisi, akademisi, Tim APEKSI, PT Kinarya juga. Ada empat (Dewan Juri),” jelas Windu.

Penjurian dilakukan sejak hari kedua hingga ketiga pameran, oleh tokoh-tokoh seperti Boediono MBA (Wakil Ketua DPD Asperapi Jatim) dan Thomas Ari Kristianto dari ITS.

“Jadi (penilaian) bukan pada hari pertama, tapi hari kedua dan ketiga dilakukan, mereka berkeliling untuk menilai. Nah, dari situlah akan ketahuan siapa pemenang setelah dilakukan exploring oleh para dewan juri,” ungkapnya.

Kriteria penilaian mencakup desain stan, luas area, serta orisinalitas penyajian. Untuk kategori Indonesia International Arts Festival 2025, penilaian dilakukan secara terpisah oleh tiga dewan juri dari kalangan pelaku seni selama tiga hari penuh.

“(Dewan Juri) dari pelaku seni, ada tiga dewan juri. Mereka yang menilai, itu dari hari pertama selama tiga hari berturut, mereka yang melakukan penilaian sampai akhir,” ungkap Windu.

Windu turut menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang terlibat, khususnya kepada Pemkot Surabaya dan Wali Kota Eri Cahyadi.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada warga Surabaya, Pemkot Surabaya, Pak Wali Kota Eri Cahyadi yang sudah kerja keras berkolaborasi dengan kami. Beliau (Eri Cahyadi) selaku tuan rumah sekaligus Ketua Dewan Pengurus APEKSI,” katanya.

Ia pun mengakui masih ada kekurangan dalam pelaksanaan, namun secara umum acara berjalan lancar dan ramai dikunjungi hingga hari terakhir.

“Mohon maaf kalau ada kekurangan, kalau saya selaku penyelenggara belum bisa maksimal, tetapi sejauh ini acara berjalan lancar, sangat ramai. Pengunjung cukup banyak sampai hari terakhir ini,” ungkap dia.

Windu menutup dengan optimisme bahwa ICE akan kembali digelar tahun depan, dengan kemungkinan besar Kota Medan sebagai tuan rumah.

“Harapan nanti ICE ke depannya semakin ramai, semakin menarik dan semakin diminati seluruh masyarakat,” pungkas Windu.

Sebagai tambahan informasi, Munas VII APEKSI 2025 digelar pada 6–10 Mei di Surabaya, dengan berbagai agenda seperti Youth City Changers, Forum Komunikasi Digital, Ladies Program, City Tour, Karnaval Budaya, hingga Mayor’s Fun Match Football. (B4M)

RELATED ARTICLES
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Most Popular