Senin, April 27, 2026
BerandaSURABAYA RAYAFestival Rujak Uleg 2025: Angkat Budaya Lokal, Perkuat Identitas Surabaya di Panggung...

Festival Rujak Uleg 2025: Angkat Budaya Lokal, Perkuat Identitas Surabaya di Panggung Nasional

LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Sorak sorai warga memeriahkan malam akhir pekan di Surabaya Expo Center (SBEC), Sabtu (17/5/2025), saat Festival Rujak Uleg 2025 resmi digelar. Acara ini menjadi salah satu rangkaian puncak dalam peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-732, sekaligus menandai dua dekade penyelenggaraan festival kuliner khas yang menjadi ikon kota.

Tahun ini, Festival Rujak Uleg mengusung tema “The Legend of THR”, mengajak masyarakat bernostalgia dengan kejayaan Taman Hiburan Rakyat (THR) dan Taman Remaja Surabaya (TRS). Tak hanya lomba meracik rujak uleg, festival juga diramaikan oleh berbagai hiburan menarik, mulai dari pertunjukan DJ, teater “THR Merindu”, lomba vlog, wahana bermain, hingga fashion show yang melibatkan 34 perangkat daerah dan 31 kecamatan di Surabaya.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah kehadiran kategori baru bertajuk “Rujak Nusantara” yang mempertemukan cita rasa dari lima kabupaten tetangga—Bangkalan, Sampang, Sidoarjo, Gresik, dan Pasuruan. Masing-masing menghadirkan varian rujak khas daerahnya, memperkaya keberagaman kuliner di festival ini.

Mewakili Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya, Ikhsan, membuka secara resmi acara tersebut. Dalam sambutannya, ia menyoroti filosofi mendalam di balik rujak uleg sebagai simbol kebersamaan.

“Ini menunjukkan bagaimana kita di Kota Surabaya dengan segala macam latar belakang etnis, latar belakang suku, latar belakang semua yang ada di Surabaya, namun kita semua bersatu bersama membangun Surabaya,” kata Ikhsan.

Lebih jauh, Ikhsan mengungkapkan bahwa Festival Rujak Uleg telah masuk dalam kalender nasional Kharisma Event Nusantara (KEN) 2025, menandakan pengakuan atas keunikan dan nilai budaya dari festival ini.

“Ini menunjukkan bahwa Festival Rujak Uleg Surabaya suatu yang unik, yang tidak ada di daerah lainnya. Kita juga ada bersama-sama mengulek di cobek raksasa, dan juga lomba rujak uleg yang semuanya dibagikan ke masyarakat,” terangnya.

Pemilihan kawasan eks THR-TRS sebagai lokasi festival juga bukan tanpa alasan. Menurut Ikhsan, nilai historis kawasan tersebut menjadi penguat tema festival yang mengangkat kenangan kolektif warga Surabaya terhadap masa kejayaan ruang hiburan itu.

“Karena di lokasi ini dulu semua kalau cari permainan, rekreasi, semua ada di sini. Ada Srimulat, ada panggung hiburan, ada panggung bermain anak, semua ada di sini,” ujarnya.

Revitalisasi kawasan eks THR-TRS oleh Pemkot Surabaya dinilai sebagai langkah strategis dalam menghidupkan kembali denyut ekonomi dan budaya lokal.

“Sehingga pelaksanaan Festival Rujak Uleg di lokasi ini akan membangkitkan memori kita bersama kejayaan THR,” katanya.

Dari tingkat nasional, apresiasi turut datang dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI. Kepala Bidang Promosi dan Kemitraan, Eni Komiarti, memberikan pujian terhadap konsistensi dan kualitas pelaksanaan Festival Rujak Uleg.

“Apresiasi kami sampaikan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif melalui penyelenggaraan event daerah,” kata Eni.

Tahun ini merupakan kali kedua Festival Rujak Uleg masuk dalam daftar 110 event unggulan KEN 2025 yang dikurasi dari 38 provinsi. Menurut Eni, hal ini menunjukkan komitmen tinggi penyelenggara dalam menghadirkan event berkualitas yang membanggakan.

“Dengan terpilih pada KEN kali ini, ini membuktikan bahwa Festival Rujak Uleg berkomitmen dalam mengemas event yang berkualitas,” jelasnya.

Lebih dari sekadar festival kuliner, Eni menilai Festival Rujak Uleg sebagai representasi kekuatan tradisi lokal yang diolah secara kreatif menjadi daya tarik wisata budaya.

“Festival Rujak Uleg bukan sekadar perayaan kuliner, tapi juga wujud nyata dari kekuatan tradisi lokal yang dikemas dengan kreativitas hingga menjadi daya tarik yang luar biasa, yang melestarikan budaya Indonesia, khususnya Surabaya dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” tuturnya.

Dalam konteks pembangunan pariwisata, Eni menyampaikan target ambisius Kemenparekraf yang mencakup 1,8 miliar pergerakan wisatawan domestik dan 16 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada 2025. Sektor pariwisata diharapkan mampu berkontribusi 4,6 persen terhadap PDB nasional.

“Pencapaian target ini tentu saja memerlukan sinergi yang kuat, antara pemerintah pusat dan juga daerah, serta kolaborasi yang erat dengan masyarakat, pelaku pariwisata dan industri kreatif,” katanya.

Ia pun menegaskan pentingnya peran event budaya dalam strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan di Indonesia.

“Penyelenggaraan Festival Rujak Uleg menjadi bagian penting dalam mewujudkan target ini, dan sebagai bukti nyata bagaimana budaya sebagai atraksi wisata menjadi motor penggerak pembangunan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” jelasnya.

Di akhir pernyataannya, Eni mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga warisan budaya sembari membuka ruang bagi inovasi. Festival Rujak Uleg dinilainya sebagai contoh ideal kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat yang melahirkan kebanggaan budaya dan daya saing global.

“Melalui pelaksanaan Festival Rujak Uleg, kami berharap dapat mendorong para pelaku pariwisata untuk berkolaborasi, bersinergi, berinovasi dan berkembang guna membangun pariwisata Indonesia, khususnya Jawa Timur dan Surabaya yang terus berkelanjutan,” pungkasnya.

Festival Rujak Uleg 2025 pun tak sekadar menjadi perayaan tahunan, tetapi juga simbol persatuan, kreativitas, dan kekuatan lokal yang terus menginspirasi Indonesia dari Surabaya. (B4M)

RELATED ARTICLES
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Most Popular