Rabu, April 1, 2026
BerandaDPRD KOTA SURABAYAKOMISI - DDukung Jalur Beasiswa untuk Prestasi Pramuka, Ais Shafiyah Dorong Dispendik Matangkan Skema

Dukung Jalur Beasiswa untuk Prestasi Pramuka, Ais Shafiyah Dorong Dispendik Matangkan Skema

LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Dukungan terhadap jalur prestasi kepramukaan sebagai bagian dari skema pemberian beasiswa di Surabaya mendapatkan respons positif dari DPRD Kota Surabaya. Salah satu dukungan datang dari Ais Shafiyah Asfar, B.Sc., M.A., anggota Komisi D DPRD Surabaya dari Fraksi PKB.

Menurut Ais Shafiyah, ide tersebut merupakan langkah strategis dalam mendorong prestasi non-akademik, khususnya dalam bidang kepramukaan. Namun, ia menekankan pentingnya penyusunan mekanisme yang jelas dan terstruktur agar program ini dapat berjalan efektif.

“Saya menyambut baik saran ini, dan menyarankan agar Kadispendik dapat menyusun secara jelas kriteria dan mekanisme teknis pemberian beasiswa. Perlu kerja sama dengan pihak Kwarcab dari tingkat kecamatan hingga kota agar sejalan dengan rencana pembahasan teknis yang sedang dimatangkan demi implementasi pada tahun ajaran 2025/2026,” ujar Ais Shafiyah saat ditemui di Gedung DPRD Surabaya, Kamis (28/8).

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan agar program ini tidak melupakan kelompok siswa dari keluarga miskin (gamis) yang selama ini menjadi prioritas dalam kebijakan pendidikan di Surabaya.

“Selain itu, perlu tetap mempertimbangkan untuk memprioritaskan siswa gamis. Dispendik harus mematangkan skema beasiswa ini agar siswa dan sekolah memiliki waktu cukup untuk mempersiapkan dan merencanakan partisipasi secara proaktif,” jelasnya.

Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya sendiri hingga saat ini masih dalam tahap pembahasan teknis terkait skema tersebut. Masukan dari legislatif ini diharapkan dapat memperkaya substansi program sebelum diterapkan secara penuh pada tahun ajaran mendatang.

Implementasi beasiswa melalui jalur kepramukaan dinilai akan memberikan ruang lebih luas bagi siswa untuk mengembangkan karakter, kepemimpinan, dan semangat kebangsaan.

“Namun, tanpa perencanaan yang matang, program ini dikhawatirkan hanya akan menjadi formalitas tanpa dampak nyata,” pungkasnya.

(BAM/LENSA PARLEMEN)

RELATED ARTICLES
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Most Popular