Minggu, April 19, 2026
BerandaPERISTIWAdr. Zurohtul Mar’ah, Menanggapi Fenomena Displaced Journalists dan PHK Massal di Dunia...

dr. Zurohtul Mar’ah, Menanggapi Fenomena Displaced Journalists dan PHK Massal di Dunia Pers

LENSA PARLEMEN – SURABAYA
5 Mei 2025 – Saya menyimak dengan keprihatinan mendalam artikel “PHK Massal di Media Massa dan Lahirnya Angkatan Displaced Journalists” karya Denny JA. Fenomena ini bukan sekadar statistik, melainkan tragedi kemanusiaan yang merenggut masa depan dan identitas ribuan jurnalis yang selama ini menjadi pilar demokrasi dan suara masyarakat.

Sebagai wakil rakyat di Komisi D yang membidangi kesejahteraan rakyat, saya melihat bahwa gelombang PHK massal di industri media bukan hanya krisis ketenagakerjaan, tetapi juga ancaman terhadap ekosistem informasi yang sehat di negeri ini. Di tengah derasnya arus informasi digital dan dominasi algoritma, kita kehilangan benteng terakhir yang mampu menyaring, memverifikasi, dan mengedukasi publik.

dr. Zurohtul Mar’ah, Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya (Foto:B4M)

Fenomena Displaced Journalists adalah potret pilu dari disrupsi tanpa kesiapan. Di balik label “transformasi digital”, kita menyaksikan devaluasi profesi jurnalis yang selama ini menjaga nurani publik. Ini bukan tentang ketidakmampuan, tetapi tentang sistem yang berubah lebih cepat dari adaptasi manusianya.

Kami menyerukan agar:

Pemerintah pusat dan daerah segera membuat program perlindungan dan alih profesi bagi jurnalis terdampak. Pelatihan digital, inkubasi konten independen, hingga jaminan sosial harus dihadirkan secara nyata.

Dunia pendidikan dan komunitas pers bersinergi menciptakan ekosistem jurnalisme baru. Yang tak hanya bergantung pada media besar, tapi memberdayakan kanal-kanal mandiri dengan etika dan kualitas.

Platform digital raksasa yang mengambil porsi besar iklan dan distribusi informasi turut bertanggung jawab dalam menjaga keberlangsungan jurnalistik profesional. Ini bisa melalui skema dana dukungan, pelatihan AI-etis, hingga kolaborasi pemberitaan.

Saya percaya, jurnalis bukan hanya profesi. Ia adalah panggilan jiwa untuk menyuarakan yang benar di tengah kebisingan zaman. Maka, negara dan masyarakat tak boleh membiarkan mereka berjalan sendiri dalam kabut disrupsi.

Karena ketika pena mereka berhenti, nurani kita ikut padam.

Penulis:
Zurohtul Mar’ah, dr.
Anggota DPRD Kota Surabaya
Fraksi Partai Amanat Nasional – Komisi D

Editor: Redaksi Lensa Parlemen

RELATED ARTICLES
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Most Popular