LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Dukungan terhadap langkah tegas Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam memberikan perlindungan hukum bagi tenaga medis, terus mengalir dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari dr. Zurohtul Mar’ah, anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN).
Terkait kasus kekerasan terhadap dr. Faradina Sulistiyani, SpB, M.Ked.Klin, FInaCS, di RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH), dr. Zurohtul mengecam keras tindakan pelaku dan meminta agar aparat penegak hukum menindaklanjuti kasus ini hingga tuntas.
“Kami sangat prihatin dan menyesalkan kejadian yang menimpa dr. Faradina. Ini menjadi alarm bahwa perlindungan terhadap tenaga kesehatan harus diperkuat, baik secara hukum maupun secara psikologis,” ujar dr. Zurohtul saat diwawancarai media lensaparlemen.id di Gedung DPRD Surabaya, Rabu, (27/8/2025).
Ia menyampaikan bahwa tenaga medis merupakan garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan, sehingga tidak semestinya menjadi korban kekerasan dalam bentuk apa pun.
“Mereka (tenaga medis) itu berjuang menyelamatkan nyawa manusia. Kita harus berdiri membela mereka, apalagi jika dalam menjalankan tugas mereka diserang secara fisik. Tidak boleh ada toleransi terhadap tindakan kekerasan ini,” tegasnya.
Sebagai legislator yang juga berlatar belakang dokter, dr. Zurohtul memahami betul tekanan dan risiko yang dihadapi para tenaga medis. Oleh sebab itu, ia mendukung penuh langkah Wali Kota Eri Cahyadi yang memberikan pendampingan hukum kepada dr. Faradina dan meminta agar kasus ini diproses secara hukum tanpa adanya perdamaian.
“Langkah Wali Kota Eri sangat tepat. Kita tidak boleh membiarkan kasus ini selesai secara kekeluargaan. Ini soal keselamatan dan perlindungan profesi,” ungkapnya.
dr. Zurohtul mendorong agar Pemkot Surabaya segera menyusun regulasi atau SOP perlindungan tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan, baik milik pemerintah maupun swasta.
“Perlindungan tidak boleh hanya retorika. Harus ada kebijakan konkret, SOP yang jelas, dan edukasi kepada masyarakat bahwa dokter bukanlah musuh. Mereka adalah mitra dalam menjaga kesehatan masyarakat,” Pungkasnya.
(B4M/Lensa Parlemen)





