Bersama Pemkot Surabaya, Rumah Sakit Dan Bidan Di Surabaya Tandatangani Nota Kesepakatan

Bagikan

Lensa Parlemen l Surabaya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya selalu berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakatnya, salah satunya Pelayanan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Jum’at (11/6). Maka dari itu, Pemkot Surabaya mengundang 38 Rumah Sakit dan 80 Bidan Praktek Mandiri untuk melakukan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Kota Surabaya dengan rumah sakit dan bidan tentang layanan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Seperti yang diungkapkan oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, bahwa hal ini dilakukan guna mempermudah masyarakat untuk mendapatkan akta kelahiran anak setelah melahirkan di rumah sakit  maupun dari bidan praktek mandiri yang ada di Kota Surabaya.

“Akte kelahiran inikan penting dibuat apapun sekarang penting, karena itu saya berharap mulai hari ini dengan kehebatan rumah sakit di Kota Surabaya. Dengan kehebatan ibu-ibu bidan yang ada di Kota Surabaya, saya yakin ketika ada orang yang melahirkan di Kota Surabaya tidak perlu lagi datang ke Dispendukcapil, tapi keluar dari rumah sakit pulang dari tempatnya para bidan tadi sudah langsung membawa akta kelahiran “ kata Eri Cahyadi.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Surabaya telah bekerja sama dengan Pengadilan Negeri guna mempermudah masyarakat Surabaya yang akan mengurus akte waris maupun akta kelahiran yang harus berganti nama. Serta pengurusan perceraian yang bisa dilakukan di kelurahan.

“Penandatanganan hari ini adalah untuk pelayanan  ke masyarakat jadi kalo kemarin kita dengan Pengadilan Negeri terkait dengan akta waris, dan yang kedua terkait dengan akta kelahiran yang harus berganti nama, terus dengan Pengadilan Agama terkait pelayanan kepada mohon maaf ada waris juga ada cerai juga cukup kita lakukan pendaftaran di kelurahan saja” lanjut Wali Kota Surabaya yang kerap disapa Cak Eri.

Ia menambahkan, bahwa hal yang paling penting adalah kenyamanan bagi masyarakat Surabaya bahwa Pemkot Surabaya hanya sebagai pelayan bagi warganya. “Harapan kami sebenarnya, pemerintah ini adalah pelayan, sehingga saya harus melayani warga saya bagaimana rasa nyaman salah satu yang paling penting” tutup Cak Eri. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *