Arsip Tag: Pesan wali kota Surabaya

Wali Kota Surabaya Serahkan 2.086 SK Pengangkatan PPPK Surabaya, Tahap Pertama

 

LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyerahkan sebanyak 2.086 Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Secara simbolis, penyerahan SK PPPK yang berbentuk digital itu diserahkan kepada dua penerima di Gedung Gelora Pancasila Surabaya, Senin (1/4/2024).

Pada kesempatan itu,  Wali Kota Eri mengatakan bahwa kuota PPPK yang diberikan oleh Kemenpan RB kepada Kota Surabaya sangat banyak. Makanya, ia menegaskan akan memaksimalkan kuota tersebut supaya terserap semuanya.

“Alhamdulillah yang menerima SK hari ini 2.086, nanti akan ada lagi di 2024 ini. Saya sampaikan kepada teman-teman untuk selalu bersyukur kepada Gusti Allah karena tidak semua orang mendapatkan kesempatan yang sama untuk bisa lolos dan menerima SK PPPK,” kata Wali Kota Eri.

Apalagi, TPP Surabaya itu tinggi sangat tinggi karena memang cara kerja ASN Surabaya berbeda dengan cara kerja ASN di luar Surabaya, sehingga dia menilai sangat wajar jika TPP itu sangat tinggi bagi mereka. Ia juga menjelaskan cara kerja yang berbeda itu.

“Silahkan teman-teman tanyakan kepada Camat dan Lurah sekarang, berapa persil di daerahnya, berapa KK di daerahnya, satu persil berapa KK, pasti camat saya bisa jawab, tapi camat atau lurah di luar Surabaya saya tidak tahu. Nah, inilah cara kerja yang berbeda yang saya maksud, “ tegasnya.

Meski begitu, ia menjelaskan bahwa gaji PPPK yang baru menerima SK itu nantinya akan berbeda-beda tergantung kelasnya. Tapi gaji yang paling bawah sebesar Rp 2,8 juta, padahal ketika menjadi tenaga kontrak di lingkungan Pemkot Surabaya, gajinya sudah di kisaran Rp 4 juta lebih.

“Oleh karena itu, kalau hari ini gajinya Rp 2,8 juta, maka saya minta untuk ditambah Rp 2,2 juta, sehingga penghasilan mereka bisa tembus Rp 5 juta. Itu artinya, kelas jabatan lainnya juga bisa ditambah Rp 2,2 juta, sehingga apa yang dia terima saat ini lebih besar dibanding yang dia terima sebelumnya,” katanya.

Wali Kota Eri juga menegaskan bahwa gaji PPPK itu akan meningkat di tahun depan. Pasalnya, mulai tahun depan para PPPK itu akan mendapatkan TPP sebesar Rp 6 jutaan, sehingga kalau ditambah dengan gaji pokoknya, mereka bisa mendapatkan pendapatan sebesar Rp 9 juta perbulan.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Surabaya Ira Tursilowati mengatakan pada seleksi tahun 2023 lalu, Pemkot Surabaya menerima sebanyak 3.496 PPPK yang terdiri dari tenaga teknis, tenaga kesehatan dan tenaga guru. Namun, yang keluar NIP atau SK-nya sampai saat ini sebanyak 2.086, sehingga jumlah inilah yang diserahkan SK-nya di tahap pertama ini.

“Jadi, nanti ada tahap keduanya yang rata-rata adalah guru, karena verifikasi guru ini memerlukan verifikasi pula dari Kemendikbud. Kita masih menunggu juga dari BKN karena prosesnya di sana,” pungkasnya. (BAM)

Simak Pesan Penting Wali Kota Eri Cahyadi : Warga Surabaya Pulang Mudik, Pulang Kampung Halamannya

LENSA PARLEMEN – SURABAYA

Menyambut libur Lebaran tahun 2024, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan beberapa pesan penting kepada warga Kota Pahlawan. Terutama kepada warga Surabaya yang akan melaksanakan mudik atau pulang ke kampung halaman.

Yang pertama, Wali Kota Eri Cahyadi mengimbau kepada warga Surabaya untuk menyampaikan informasi kepada RT/RW setempat jika akan pulang ke kampung halaman.

“Kami meminta kepada seluruh RT/RW atau warga yang tidak pulang (mudik), untuk menjaga kampungnya. Jadi nanti ketika ada (warga) yang pulang (mudik), untuk laporan kepada penanggung jawabnya,” kata Wali Kota Eri, Senin (1/4/2024).

Yang kedua terhadap rumah kosong karena ditinggal mudik, Wali Kota Eri meminta supaya dijaga dengan baik. Sebab, rumah kosong ini dapat berpotensi menjadi sasaran tindakan kriminal ataupun kebakaran.

“Karena itu jangan lupa mencabut listrik, mematikan kompor, yang seperti itu harus hati-hati. Karena kalau sudah mudik, maka rumah kosong itu sangat berbahaya,” ujarnya.

Nah, apabila di wilayah kampung itu terdapat portal, ia berharap bisa diterapkan one gate. Ini diharapkan untuk mempermudah pengawasan keamanan di setiap wilayah kampung masing-masing.

“Tapi yang pasti di setiap RW itu saya minta ada satu penanggungjawab. Kalau (ada warga) pulang tolong titipkan dan beritahu penanggungjawab. Sehingga kita bisa mengontrol dan mengawasi rumah saudara-saudara yang mudik,” tuturnya.

Sementara kepada warga yang tidak mudik atau pulang kampung, ia berpesan agar lebih care atau peduli terhadap rumah tetangganya. Misalnya ketika warga itu mengetahui ada orang mencurigakan, agar bisa dilaporkan kepada petugas keamanan.

“Kalau ada (orang) yang riwa-riwi, ada yang mencurigakan, segera lapor kepada keamanan. Sekaligus juga untuk lebih memperhatikan lingkungannya,” imbaunya.

Selain itu, Wali Kota Eri juga mengingatkan kepada warga yang akan mudik menggunakan angkutan umum, untuk lebih berhati-hati terhadap keamanan pribadi. Sebab, tindakan kriminal seperti copet bisa terjadi ketika dalam kondisi ramai.

“Seluruh warga Kota Surabaya agar kalau mudik menggunakan angkutan umum, untuk bisa lebih berhati-hati. Untuk keamanan dan juga terhadap copet atau apapun itu, karena ramai,” tuturnya.

Di sisi lain, Wali Kota Eri juga berharap kepada warga Surabaya yang akan mudik, supaya memilih waktu yang tepat. Termasuk pula ketika warga itu akan kembali ke Kota Surabaya. Sebab, jangan sampai ketika mudik ataupun balik, warga tersebut justru memilih waktu yang mepet.

“Karena hari ini liburnya sangat panjang mulai tanggal 6 – 15 April 2024. Jadi banyak pilihan (hari) warga Kota Surabaya ketika akan mudik,” jelasnya.

Di lain hal, Wali Kota Eri juga memastikan selama libur lebaran, petugas dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan berjaga secara shift. Salah satunya di tempat wisata seperti Romokalisari Adventure Land dan Kebun Binatang Surabaya (KBS).

“Teman-teman ada yang piket di sana, baik dari Satpol PP, BPBD dan Linmas. Juga di tempat-tempat yang lain tetap akan ada piket untuk membantu warga yang ada di tempat wisata Kota Surabaya,” ungkap dia.

Wali Kota Eri mengakui sudah meminta pengelola atau pemilik tempat wisata di Surabaya untuk melakukan pengecekan terhadap keamanan wahana. Ia berharap, peristiwa kerusakan wahana pada salah satu tempat wisata di Surabaya tahun 2022 lalu, tidak kembali terulang.

“Kami juga sampaikan ketika itu ada alat permainan, maka harus ada penjaganya. Sehingga kita bisa mengetahui beban-beban yang ada di alat permainan itu, sehingga tidak melebihi beban seperti (peristiwa) di tahun sebelumnya,” pungkas dia. (B4M)