Surabaya Tim Tracing Diperluas, Personil Polrestabes Dilatih Tracing dan Asesmen

Lensa Parlemen | Surabaya – Tim tracing di Kota Surabaya terus diperluas untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19. Yang terbaru, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan pelatihan tracing dan asesmen kepada personil Polrestabes Surabaya di lantai 3 gedung Satpol PP Kota Surabaya, Rabu (17/2/2021).

Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Irvan Widyanto, mengatakan demi meningkatkan kapasitas tracing di Kota Surabaya, pihaknya memperluas tim tracing, termasuk anggota TNI dan Polri. Makanya, pada hari ini digelar pelatihan tracing dan asesmen bagi anggota Polrestabes Surabaya.

“Tentunya, makin banyak anggota yang memiliki kemampuan tracing, pasti akan sangat membantu satgas dalam mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini,” kata Irvan di ruang kerjanya

Selama ini, lanjut dia, pelatihan tracing semacam ini sudah diberikan kepada jajaran kelurahan, kecamatan, Kasatgas, Babinsa dan babinkamtibmas di Surabaya. Bahkan, mereka sudah mendapatkan pelatihan ini dua kali, sehingga tracing di Kota Pahlawan semakin masif. “Melalui cara ini, tentu diharapkan tracing di Surabaya bisa semakin masif,” tegasnya.

 

Sementara itu, Wakapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo mengatakan ada sekitar 70 personil Polrestabes Surabaya yang mengikuti pelatihan tracing yang digelar oleh Satgas Covid-19 Surabaya. Sebelumnya, sudah ada sekitar 130 Babinkamtibmas yang dilatih, sehingga personil yang dilatih kali ini merupakan tambahan dari sebelumnya.

“Jadi, total sudah 200 tim tracing dari Polrestabes Surabaya yang nantinya akan bersinergi dengan jajaran pemkot untuk melakukan tracing di bawah,” tegas Hartoyo.

Ia juga memastikan bahwa keikutsertaan jajaran polri dalam tim tracing ini merupakan perintah presiden yang kemudian ditindaklanjuti oleh Kapolri. Selanjutnya, dilakukan di tingkat kabupaten/kota, termasuk di Surabaya. “Tentu diharapkan tracing dan testing di Surabaya terus dimasifkan untuk mencegah penularan Covid-19 ini,” katanya.

Pembina Persakmi Jatim Estiningtyas Nugraheni yang menjadi pemateri dalam pelatihan tracing dan asesmen itu mengatakan ada dua materi dalam pelatihan ini, yaitu pelatihan tracing dan asesmen manajemen resiko penularan Covid-19. Menurutnya, materi ini penting untuk memutus dan mencegah penularan Covid-19.

“Kalau dua hal ini bisa dilakukan dengan efektif dan masyarakat juga terbuka, maka pasti tingkat penularan bisa ditekan karena sebelum menyebar sudah dilakukan bloking,” kata Esty seusai pelatihan.

Ia juga memastikan bahwa jajaran Polrestabes Surabaya yang terlibat dalam tim tracing ini akan sangat membantu tim tracing yang sudah ada sebelumnya, sehingga dia memastikan amunisinya sudah cukup lengkap di Surabaya. “Tentu ini langkah yang sangat tepat yang dilakukan oleh pemkot, karena peran serta Polrestabes Surabaya ini pendekatannya bisa berbagai macam dan jurusnya bermacam-macam, sehingga apabila tidak manjur satu jurus, maka bisa menggunakan jurus lainnya,” kata dia.

leh karena itu, ia pun sangat yakin bahwa tracing di Kota Surabaya akan semakin masif, terlebih dengan adanya bantuan dari personil Polrestabes Surabaya ini. “Semakin masif tracingnya di Surabaya, maka akan semakin mudah dalam melakukan pencegahan penularan Covid-19,” pungkasnya. (B4M/*)

 

 

Rapat Paripurna DPRD Surabaya, Penggantian Antar Waktu Partai Keadilan Sejahtera

Lensa Parlemen TV-Online, Rapat Paripurna DPRD Surabaya Pengucapan Sumpah/Janji Penggantian Antar Waktu Anggota DPRD Kota Surabaya, Masa Jabatan 2019 – 2024. Rapat Paripurna Pengganti Antar Waktu (PAW), Cahyo Siswo Utomo dilantik menjadi anggota DPRD Kota Surabaya, menggantikan Ibnu Shobir anggota komisi D DPRD Surabaya dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang meninggal dunia.

Pemkot Gelar Serah Terima Jabatan Wali Kota Surabaya kepada Pelaksana Harian Wali Kota

Lensa Parlemen | Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar serah terima jabatan dari Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana kepada Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Surabaya Hendro Gunawan, Rabu (17/2/2021). Acara yang digelar di lobby lantai 2 Balai Kota Surabaya itu dihadiri semua Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Surabaya.

Seusai serah terima jabatan, Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana menyampaikan bahwa dia bersama Mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengucapkan terimakasih banyak kepada seluruh jajaran Forpimda Surabaya dan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan seluruh ASN dan Non-ASN di jajaran Pemkot Surabaya. Yang mana, selama ini masa jabatannya, sudah bahu membahu bekerja keras dan luar biasa untuk kemajuan Kota Surabaya tercinta.

“Saya berharap ini terus bisa kita pertahankan untuk memberikan darma bhakti kita untuk warga Kota Surabaya, yang terbaik untuk Surabaya,” kata Whisnu.

Ia juga mengucapkan rasa syukur karena selama masa jabatannya sudah bisa melalui semua masalah di Surabaya dengan baik, dan yang terpenting bisa memberikan yang terbaik buat warga Surabaya.

“Bagi saya, pengabdian itu tidak harus dengan jabatan, dimana pun dan kapan pun posisinya, masih terus bisa mengabdi. Tujuan hidup saya untuk memberikan pengabdian kepada warga Surabaya, kepada umat manusia. Saya sendiri ingin bermanfaat untuk manusia yang lain,” tegasnya.

Di samping itu, ia juga mengaku sangat gembira di akhir masa jabatannya. Sebab, tepat pada akhir masa jabatannya, yakni 16 Februari 2021 kemarin, kasus Covid-19 di Kota Surabaya nol. Menurutnya, ini sebuah prestasi semua pihak yang luar biasa dan prestasi ini harus bisa dipertahankan terus supaya Surabaya bisa segera masuk ke zona kuning dan bahkan bisa masuk zona hijau. “Kita semua berdoa supaya pandemi ini bisa terangkat dari Surabaya dan bumi Indonesia,” ujarnya.

Ia juga mengucapkan permohonan maaf apabila selama ini ada tutur kata dan tindakan yang kurang berkenan. Ia pun sadar bahwa manusia terlahir ke dunia tidak lepas dari salah dan dosa, sehingga dia pun memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada semuanya.

“Saya berharap sambungan silaturrahmi ini akan terus berlanjut, tidak hanya melihat masa jabatan, tetapi sebagai persaudaraan antar manusia, supaya tali silaturrahmi terus berlanjut,” imbuhnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Surabaya Hendro Gunawan memastikan pergantian pimpinan ini tidak akan mengganggu aktivitas kinerja di Pemkot Surabaya. Sebab, tinggal beberapa hari lagi akan ada penetapan Wali Kota Surabaya definitif, sehingga untuk mengisi kekosongan dan operasional harian ditugaskan pelaksana harian (Plh).

“Jadi, tugas-tugas rutin dan pekerjaan-pekerjaan fisik rutin tetap bisa berjalan, tidak ada masalah, dan layanan kepada masyarakat tetap akan berjalan seperti biasa,” pungkasnya. (B4M)

Menko PMK dan Mensos Tinjau UDD PMI Surabaya, Wali Kota Whisnu Harap Ketersediaan Kantong Plasma Bisa Segera Teratasi

Lensa Parlemen | Surabaya – Para penyintas di Kota Surabaya begitu antusias menjadi pendonor plasma konvalesen untuk membantu kesembuhan pasien Covid-19. Namun, tingginya jumlah pendonor di Kota Pahlawan ini tanpa diimbangi dengan jumlah ketersediaan alat dan kantong plasma.

Oleh sebab itu, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI, Muhadjir Effendy bersama Menteri Sosial Tri Rismaharini meninjau langsung Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Surabaya, Selasa (16/2/2021). Tinjauan ini dilakukan untuk melihat langsung proses donor plasma konvalesen serta kendala yang ada untuk segera diatasi.

Menko PMK, Muhajir Effendy menyatakan, berdasarkan hasil tinjauan serta laporan dari PMI Surabaya, memang terjadi kelangkaan terkait ketersediaan kantong plasma di Kota Pahlawan. Karenanya, ia memastikan segera berkomunikasi dengan instansi terkait.

“Ada masalah kelangkaan kantong, saya berharap nanti segera berkomunikasi dengan Kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) untuk pengadaannya bisa lebih baik sehingga tidak terjadi keterlambatan,” kata Menko PMK di sela tinjauannya itu.

Selain itu, ia juga mengakui bahwa ketersediaan alat donor plasma konvalesen juga masih kurang, bahkan belum merata. Menko PMK menyebut, di awal sebagian besar pendistribusian alat masih menyasar ke kota-kota besar seperti Surabaya dan DKI Jakarta. “Kalau masalah pendanaan sudah kita atur dari Kemenkes (Kementerian Kesehatan) dan BNPB, hanya memang peralatannya yang masih langka,” katanya.

Apalagi, kata dia, seluruh negara saat ini mulai sadar bahwa plasma konvalesen ternyata menjadi faktor pembeda untuk terapi penyembuhan Covid-19. Terlebih, organisasi kesehatan dunia (WHO) juga telah merekomendasikan metode plasma konvalesen. “Sehingga sekarang ramai-ramai mencari alat ini,” ungkap Menko PMK.

Di waktu yang sama, Wali Kota Whisnu berharap, kunjungan Menko PMK ke UDD PMI Surabaya ini dapat segera membantu mengatasi masalah kelangkaan kantong plasma. Sehingga tingginya jumlah pendonor plasma konvalesen di Surabaya dapat diimbangi dengan ketersediaan kantong plasma dan alat.

“Alhamdulillah ada perhatian dari pemerintah pusat, kelangkaan di Surabaya terkait kantong plasma tadi direspon oleh Pak Menko. Kita harapkan satu atau dua hari ini ada tambahan kantong plasma. Karena ini para penyintas di Surabaya sudah semakin bersemangat untuk memberikan donor plasma konvalesennya dan ini sudah antreannya juga sudah banyak,” kata Wali Kota Whisnu.

Wali Kota Whisnu menyatakan, dengan adanya dukungan dari pemerintah pusat, tentunya ke depan gerakan donor plasma konvalesen di Surabaya bakal semakin masif. Karenanya, ia berharap, distribusi kantong plasma ke Surabaya bisa segera dilakukan. “Karena ketersediaan kantongnya ini masih terbatas. Kalau ada tindakan dari pemerintah pusat bantuan kantong plasma terutama, apalagi ada bantuan alat maka ini akan semakin masif lagi kita lakukan gerakan donor plasma konvalesen,” jelas dia.

Menurut dia, karena saat ini jumlah kantong plasma di Surabaya terbatas, sehingga dalam tiap hari jumlah pendonor harus dibatasi. Bahkan, berdasarkan laporan dari PMI yang diterima Whisnu, pagi ini ada 37 antrean calon pendonor plasma konvalesen yang belum bisa dilayani. “Kita berharap bisa cepat dapat termasuk alat. Yang ada di Surabaya (alat) empat, yang bisa dipakai dua, karena yang dua kantongnya tidak ada,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I PMI Kota Surabaya, Tri Siswanto dalam laporannya mengungkapkan, sampai hari ini jumlah pendonor plasma konvalesen di Kota Pahlawan sebanyak 1214 orang. Sedangkan jumlah distribusi yang sudah dilakukan sebanyak 5021 kantong plasma konvalesen. “Distribusi tak hanya untuk Kota Surabaya. Namun juga untuk kota lain, seperti Papua, Kalimantan, Sulawesi, Jakarta dan Jawa Tengah,” kata Tri dalam sambutannya.

Ia juga menjelaskan, saat ini terdapat empat mesin plasma konvalesen dan satu mesin trombosit apheresis untuk proses pengambilan plasma di UDD PMI Surabaya. Namun, karena terkendala kurangnya kantong plasma, sehingga yang bisa beroperasi saat ini hanya dua mesin plasma konvalesen. “Karena terdapat kendala yaitu keterbatasan ketersediaan kantong kit dan terbatasnya ketersediaan reagen,” ungkap Tri.

Meski demikian, pihaknya menyampaikan terima kasih serta apresiasi kepada Wali Kota Surabaya, Kapolrestabes Surabaya serta Danrem Bhaskara Jaya yang telah menggerakkan dan memfasilitasi para penyintas Covid-19 di lingkungannya masing-masing untuk mendonorkan plasmanya. “Sehingga penyediaan plasma konvalesen di Kota Surabaya dapat terpenuhi,” tutupnya.

Tracing dan Testing Masif Pemkot Surabaya Diapresiasi Kawal Covid-19

Lensa Parlemen | Surabaya – Berbagai upaya dan strategi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam mengatasi pandemi Covid-19, menuai banyak pujian dan apresiasi dari berbagai pihak. Salah satunya dari Kawal Covid-19 yang sangat mengapresiasi tentang tracing dan testing yang dilakukan oleh jajaran Pemkot Surabaya.

Koordinator Data Kawal Covid-19, Ronald Bessie mengatakan selama ini penanganan yang dilakukan pemkot melalui kebijakan tracing dan testing itu berdampak cukup besar dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Kemudahan masyarakat untuk memperoleh tes swab di puskesmas itu adalah upaya pemerintah yang sangat baik,” kata Ronald Bessie, Senin (15/2/2021).

Ia menjelaskan, dari tracing yang dilakukan secara masif itu membuat pasien yang terpapar segera mendapatkan treatmen yang tepat. Dari situ lah maka, laju angka kematian pun ikut  menurun seiring meningkatnya kasus pasien Covid-19 yang sembuh. Hal itu dillihatnya dari data yang ditampilkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) maupun Pemkot Surabaya. Selain itu, dia memastikan bahwa masyarakat bersama-sama turun dan terlibat langsung dalam membantu pemerintah menyelesaikan persoalan tersebut.

“Jumlah tes yang meningkat itu yang akan membatasi wabah dan penularan. Dan dampaknya juga dapat menurunkan angka kematian,” jelas dia.

Tidak hanya itu, Bessie sapaan akrab Ronald Bessie ini menyebut bahwa kondisi Kota Pahlawan saat ini sudah jauh lebih baik dari hari ke hari. Namun begitu, ia meminta agar penanganan seperti saat ini secara konsisten dilakukan meskipun kondisinya sudah cukup baik. Bahkan, dia juga meminta kepada daerah-daerah sekitar Surabaya juga ikut melaksanakan upaya yang sama. Menurutnya, kota-kota atau daerah sekitar Surabaya juga menjadi faktor pendukung yang cukup penting pada keberhasilan penanganan.

“Karena menempel tidak bisa lepas. Karena menempel tidak bisa lepas itu sangat penting sekali,” urainya.

Apalagi, menurut dia, keberhasilan itu juga tidak lepas dari peran Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) yang dikelola oleh Dinas Kesehatan Surabaya. Dari situ lah kapasitas tes usap PCR meningkat. Ribuan tes disediakan bagi warga Surabaya maupun non Surabaya yang datang dengan persyaratan.

“Lalu saya juga mendengar adanya swab hunter dan operasi yustisi. Itu juga yang menambah banyak dampak dan berefek pada jumlah kasus dan termasuk mengurangi angka kematian,” paparnya.

Terakhir, dia berpesan agar tracing dan testing semacam ini juga dapat direplikasi di wilayah lain. Khususnya daerah yang berada di sekitaran Surabaya tanpa menunggu ada pasien yang terkonfirmasi baru kemudian dilakukan treatmen. “Nah peningkatan kapasitas ini tidak boleh disia-siakan. Harus menjadi bagian dalam penanganan pandemi. Karena testing dan tracing itu lah yang mengendalikan pandemi. Surabaya sangat mudah untuk testing,” tegas dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Febria Rachmanita menambahkan, total keseluruhan data tes swab PCR secara kumulatif sampai dengan per 14 Februari 2021 mencapai 557,893 sampel. Kemudian, untuk hasil tracing pada kontak erat per 14 Februari 2021 menunjukkan peningkatan 1.174 orang kontak erat. Oleh karena itu, secara kumulatif total tracing sanpai kemarin berjumlah 481,218 kontak erat. “Untuk ratio tracing saat ini 1:23.27. Lalu teridentifikasi 11 klaster besar di Kota Pahlawan,” pungkasnya. (B4M)

Setelah Lolos Screening, Jajaran Pemkot Surabaya Mulai Donor Plasma Konvalesennya

 

Lensa Parlemen | Surabaya – Jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya baik yang ASN maupun non-ASN yang sudah melakukan screening donor plasma konvalesen di Gedung Wanita beberapa waktu lalu, akhirnya sudah mulai mendonorkan plasma konvalesennya di kantor PMI Surabaya. Dari sekitar 200 orang penyintas Covid-19 yang mengikuti screening, hanya sebanyak 40 orang yang lolos dan bisa mendonorkan plasmanya.

Mulai beberapa hari lalu, 40 orang jajaran Pemkot Surabaya itu dihubungi secara bertahap oleh PMI Surabaya untuk mendonorkan plasmanya. Sedangkan pada hari ini, Senin (15/2/2021), giliran Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara dan Camat Bubutan Eko Kurniawan Purnomo yang mendonorkan plasma konvalesennya.

“Jadi, teman-teman ASN dan Non-ASN pemkot sudah ada yang mendonorkan plasmanya, termasuk hari ini Pak Febri dan Pak Eko yang mungkin akan menjadi contoh bagi staf-stafnya di lingkungan pemkot,” tegas Kabid Pelayanan dan Humas PMI Surabaya Martono Adi Triyoga di kantornya.

Menurutnya, antusiasme warga Surabaya cukup tinggi untuk mendonorkan plasma konvalesennya, terutama setelah adanya gerakan Bulan Februari sebagai bulan donor plasma konvalesen yang digerakkan oleh Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana dan Forpimda Surabaya.

Bahkan, ia juga memastikan bahwa warga Surabaya yang sudah mendonorkan plasma konvalesennya hingga saat ini sudah sekitar 1.500 orang penyintas Covid-19. Setiap orang, bisa mendonorkan dua kali lebih plasma konvalesennya. “Bahkan, ada pula salah satu penyintas yang sudah mendonorkan plasmanya sampai 10 kali, jadi dia itu mendonorkan plasmanya setiap 2 minggu sekali, sehingga insyallah orang ini akan mendapatkan penghargaan besok,” ujarnya.

Martono juga memastikan bahwa hingga saat ini PMI Surabaya sudah menyalurkan sekitar 5.200 kantong plasma konvalesen. Penyaluran itu tidak hanya di Surabaya, namun juga ke luar Surabaya, termasuk ada yang dikirim ke Papua, Sulawesi dan berbagai daerah lainnya di Indonesia.

“Penyalurannya 50 persen di Surabaya dan 50 persen lagi ke luar Surabaya. Namun karena yang mendonorkan ini adalah warga Surabaya, maka tetap yang didahulukan adalah warga Surabaya, setelah itu baru dikirim ke luar Surabaya, ke berbagai daerah di Indonesia,” tegasnya.

Oleh karena itu, ia menyampaikan terimakasih banyak kepada Forpimda Surabaya yang telah mendorong donor plasma konvalesen ini. Ia juga menyampaikan terimakasih kepada warga Surabaya yang telah mendonorkan plasmanya. “Kami juga mengimbau kepada warga Surabaya yang penyintas Covid-19, untuk segera mendonorkan plasmanya, ini demi kemanusiaan, membantu saudara-saudara kita yang berjuang sembuh dari Covid-19,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara mengatakan setelah dihubungi oleh pihak PMI Surabaya, dia langsung bersiap-siap untuk mendonorkan plasmanya. Tanpa ragu, dia pun langsung mendonorkan plasma konvalesennya di PMI Surabaya hari ini.

“Alhamdulillah tadi sudah selesai donor plasma konvalesen, dan tidak terasa apa-apa. Jadi, ayo bagi yang penyintas Covid-19, ayo mendonorkan plasma konvalesennya demi kemanusiaan, demi membantu saudara-saudara kita supaya sembuh dari Covid-19,” pungkasnya. (B4M)

Wana Wisata Jurang Kuping Ditutup, Tiap Hari Dipantau Petugas dan Warga Diimbau Tidak Berkunjung

Lensa Parlemen | Surabaya – Wana Wisata Jurang Kuping sudah dilakukan penutupan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Hal ini dilakukan untuk menertibkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 di wilayah Jurang Kuping, Kelurahan Benowo, Kecamatan Pakal, Surabaya.

Setelah dilakukan penutupan selama masa pandemi, lalu jajaran Kecamatan Pakal tidak tinggal diam. Mereka setiap hari selalu melakukan pengawasan dan pemantauan ke lokasi. Pemantauan rutin itu sudah dilakukan sejak Sabtu (13/2/2021) hingga hari ini, Senin (15/2/2021). Makanya, warga diimbau untuk tidak berkunjung ke tempat tersebut selama pandemi.

“Jadi, mulai Sabtu, Minggu, dan hari ini Senin (15/2/2021), kami terus melakukan pemantauan setiap hari. Hal ini untuk memastikan penutupan di Jurang Kuping sudah sesuai dengan SE (Surat Edaran) yang dikeluarkan oleh Forkopimka Kecamatan Pakal, yang pada intinya menghentikan aktivitas usaha di sana selama pandemi,” tegas Tranggono.

Menurutnya, selama tiga hari penutupan dan pemantauan di lokasi, para pengusaha warung kopi, warung nasi dan sejenisnya terpantau sangat kooperatif. Mereka telah menutup warungnya masing-masing dan tidak ada kegiatan usaha di tempat tersebut. “Alhamdulillah mereka patuh semuanya dan kooperatif, sehingga kami juga menyampaikan terimakasih banyak kepada para pengusaha di tempat tersebut yang telah menutup usahanya,” katanya.

Oleh karena itu, ia juga mengimbau kepada warga yang ingin berkunjung ke tempat tersebut untuk menunda dulu kunjungannya, karena tempat tersebut tutup selama pandemi. “Karena kami mendapati masih ada warga yang hendak ke sana, tapi setelah melihat banyak petugas, mereka balik,” ujarnya.

Ia juga memastikan pemantauan ini akan terus dilakukan ke depannya. Hal itu menjadi penting dilakukan guna memastikan usaha di sekitar wilayah itu tetap menjalankan aturan yang telah ditetapkan. “Di sini biasanya ada kegiatan kuliner dan kegiatan karaoke. Makanya kita lakukan penutupan,” ungkap dia.

 

Meskipun kegiatan usaha di tempat tersebut ditutup, Tranggono memastikan untuk aktivitas warga masih diperbolehkan. Diantaranya seperti penduduk yang akan berangkat ke sawah, mencari rumput maupun membuang sampah ke TPS tetap diperbolehkan. “Jadi tetap ada aktivitasnya. Kecuali tempat usaha karena selama ini yang menjadi perhatian kita adalah tempat usaha itu,” kata dia.

Tranggono memastikan, apabila ditemukan pelanggaran di tempat tersebut, maka sesuai dengan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 2 Tahun 2021 Tentang Penerapan Protokol Kesehatan dalam Rangka Pencegahan dan Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19, pelanggar akan dikenakan sanksi berupa penyitaan KTP dan denda minimal Rp 500 ribu dan maksimal Rp 25 juta.

“Sebenarnya ini bukan kegiatan yang pertama, kemarin pada saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pertama, kita sudah pernah melakukan sidak ke sini. Tapi kali ini lebih diintenskan lagi,”pungkasnya. (B4M)

Reses Dapil 3, Aning Rahmawati : Musrenbang tidak transparan

Lensa Parlemen l Surabaya – Anggota DPRD Surabaya, Aning Rahmawati dalam lakukan Penjaringan Aspirasi Masyarakat (reses} banyak menerima keluhan masyarakat terkait dengan Musrenbang.

Reses yang dilakukan  di titik titik daerah pemilihan (dapil) 3. Salah satunya reses di Bulak Surabaya, daerah tersebut berkali kali mengajukan anggaran perbaikan drainase tidak ada yang cair.
(13/2/2021)

Aning Rahmawati, Wakil Ketua Komisi C mengatakan “Banjir terus terjadi dan parah, namun saluran hanya diukur berulang kali tapi tidak dikerjakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot), tidak hanya pencairan namun juga kesulitan untuk aplikasi Musrenbang”

Semestinya transparansi kapan cairnya, atau jika ditunda apakah pengajuan lagi atau tidak, semua tidak jelas. Ini terjadi tidak hanya disatu titik namun hampir di semua titik reses, katanya

Aning menyampaikan, harusnya pemerintah kota memberikan fasilitas untuk kemudahan Musrenbang ini. Apakah dengan memberikan pendamping di tingkat RW atau ditingkat kelurahan.

Sehingga masyarakat bisa memahami betul baik itu apa yg diajukan  prioritasnya, imbuhnya

Cara maupun progres pelaksanaannya harus transparan, atau alternatif yang lainnya seperti aplikasi Musrenbang yang memudahkan masyarakat untuk mengaksesnya, ujarnya

Sekretaris fraksi PKS ini juga menyampaikan, Musrenbang yang sering dikeluhkan adalah fisik, terutama daerah daerah setiap ada hujan cenderung banjir. Seperti kelurahan Bulak, Rungkut kidul yang juga masalah  bau pada saluran dan Mulyorejo.

Dana kelurahan yang dialokasikan di tahun 2021 harusnya mengakomodir Musrenbang tahun 2020, yang tidak bisa dicairkan ditahun tersebut,dan ini diinformasikan oleh kelurahan pada masyarakat saat musrenbangkel, jelasnya

Namun kenyataannya pemahaman ini tidak diberikan secara jelas dan merata. Hal ini berakibat pada  masyarakat merasa di PHP dan apatis terhadap Musrenbang, pungkasnya

Fendy Flarino : Masih Anggota PSI Dan Ahli Di Bidang Magician

Lensa Parlemen I Surabaya – Fendy Pratama atau dikenal dengan nama Fendy Flarino dengan sapaan akrab Fla, salah satu tokoh Pemuda Kota Surabaya yang dikenal dengan keahliannya di Bidang Magician, khususnya Psychological Illusionist atau mengarahkan pikiran dan memprediksikan sesuatu dengan Teknik Magic, Suggestion, Psychology, Missdirection dan Slowmanship. Pria yang berkarir Profesional sejak tahun 2006 ini telah mengantongi berbagai macam Penghargaan dan Kejuaraan.

Fendy Pratama sapa akrab dipanggil Fendy, juga pemuda aktif di Organisasi Sulap Internasional Dan Partai Politik yakni Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Surabaya.

“Saya masih anggota PSI tapi di periode ini, saya bukan pengurus PSI di tingkat manapun” Jelasnya kepada Media

Fendy yang juga salah satu Calon Legislatif (Caleg) dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan Daerah Pemilihan (DAPIL) Lima (5) yakni Kecamatan Asemrowo, Benowo, Dukuhpakis, Karangpilang, Lakarsantri, Pakal, Sambikerep, Tandes Dan Wiyung pada tahun 2019 kemarin, namun sayang, Dengan mengantongi suara terbanyak ke-4 diseluruh Dapil Surabaya, Fendy belum dapat lolos ke Kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya.

“Kebetulan saya mantan caleg PSI di pileg 2019 dengan suara terbanyak ke 4 di seluruh dapil Surabaya.” Ungkapnya saat ditemui Media

Foto: Fendy Pratama Bersama Petugas Kebersihan
Pria tambun yang masih keturunan Cina ini, merayakan Tahun Baru Imlek dengan cara yang berbeda, Fendy merayakan dengan berbagi Nasi kepada Petugas Kebersihan yang dimulai dari Wisata Bukit Mas ke Jalan Wiyung ditemani dengan Tim dari Fendy acara ini berjalan lancar, meskipun sempat turun hujan, namun tetap dilanjutkan kembali hingga ke Daerah Benowo dan Pakal.

“Saya merasa bertanggung jawab untuk tetap berhubungan baik dan berguna untuk masyarakat. Jadi di imlek ini, saya mengusung tema “Berkah Imlek untuk Segala Bangsa” Saya ingin menunjukan bahwa perbedaan suku / ras bukan masalah, justru akan saling menguatkan dalam bermasyarakat.” Ujar Fendy disela pembagian Nasi kepada Petugas Kebersihan.

“Tepat jam 13.00 wib siang, Bagi2 dimulai sekitar perumahan wisata bukit mas, dilanjutkan ke jalan jalan di wiyung setiap pekerja kebersihan yang sedang bertugas di jalan di bagikan. Karena selang beberapa waktu turun hujan deras, jadi saya dan tim meneruskan perjalananan ke arah benowo pakal dan melanjutkan berbagi disana.” Tambahnya kepada Media. (B4M)