Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Jangan Sampai Terjadi Lagi Majikan Siksa ART

Bagikan

Lensa Parlemen l Surabaya – Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah gelar rapat secara virtual bersama DP5A dan dinas sosial terkait asisten rumah tangga (ART) yang disiksa majikan. Selasa (12/05/2021).

DPRD Surabaya memberi perlindungan kepada seorang asisten rumah tangga (ART) bernama EAS (45) yang bekerja di kawasan Manyar, yang mengalami tindakan kekerasan oleh majikannya.

Korban mengaku sering mengalami tindak kekerasan fisik, bahkan hingga dipaksa makan kotoran kucing.

Ketua Komisi D DPRD Surabaya,Khusnul Khotimah menyatakan, “Hari ini kita ada rapat dengan DP5A dan dinas sosial, kita update terus perkembangan ART yang disiksa oleh majikannya yang beberapa waktu lalu viral,”

” EAS, telah dibawa ke rumah sakit Bhayangkara untuk mempercepat proses pemulihan. Pilar-pilar sosial dalam hal penanganan kasus seperti ini menjadi sangat penting,” ujar Khusnul Politisi dari PDI Perjuangan, usai rapat virtual.

“Dan kami memberi semangat serta apresiasi untuk pilar-pilar sosial di Surabaya agar terus bergerak dan menjadi bagian dari pelayanan masyarakat. DP5A juga memiliki call center juga Satgas yang ditempatkan di masing-masing kecamatan,” jelasnya.

Pihaknya juga mendorong pemerintah kota untuk lebih mengintensifkan lagi pilar-pilar sosial di masing-masing wilayah, mengingat kejadian seperti ini bisa jadi ada di kecamatan lain namun tidak terlaporkan.

“Kita berharap jangan sampai terjadi kembali karenanya pilar-pilar sosial seperti ini harus kita perkuat dan kita dukung agar mereka lebih masif dan intens lagi untuk mendekatkan layanan pemerintah kota di tingkat yang paling dekat dengan warga,” ungkapnya.

Memastikan perlindungan anak dan perempuan hingga pada tingkatan RT/RW, sama dengan menjaga kota secara keseluruhan. “Artinya Lurah juga menjadi ujung tombak dari layanan ini dan nanti RT/RW bisa di tingkat yang paling dekat. Biasanya kalau ada apa-apa kan warga harus melaporkan ke RT 1 kali 24 jam itu nampaknya harus digalakkan kembali.

“Menjaga keamanan kenyamanan kampung berarti menjaga kenyamanan kota Surabaya,” pungkasnya. (B4M)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *