Sabtu, Januari 24, 2026
BerandaOLAHRAGAHadapi 2026, Persani Surabaya Fokus Revitalisasi Pengurus dan Prestasi Atlet

Hadapi 2026, Persani Surabaya Fokus Revitalisasi Pengurus dan Prestasi Atlet

LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Ketua Persatuan Senam Indonesia (Persani) Kota Surabaya, Pertiwi Ayu Krishna, menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan organisasi sekaligus meningkatkan prestasi atlet menjelang tahun 2026. Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai Media Lensa Parlemen, di The Vinyl Chick Cafe Jl, Gayungsari I No.79, Gayungan, Surabaya,  Kamis (25/12/2025).

Pertiwi Ayu Krishna, yang akrab disapa Bunda Ayu menyampaikan, langkah awal yang akan ditempuh adalah melakukan revitalisasi kepengurusan Persani Surabaya dengan melibatkan lebih banyak generasi muda dalam struktur organisasi.

“Langkah awal pastinya saya akan merevitalisasi kepengurusan. Mengingat Ketua KONI Surabaya saat ini juga berasal dari kalangan anak muda, saya berharap kepengurusan Persani Surabaya 2026 nanti banyak diisi generasi muda, termasuk ketua-ketua klub senam,” kata nya.

Menurutnya, kolaborasi lintas generasi diyakini mampu mendorong peningkatan prestasi Persani Surabaya, khususnya dalam meraih piala dan medali emas pada berbagai kejuaraan. Selain pembenahan internal organisasi, Bunda Ayu juga menyoroti keterbatasan fasilitas latihan yang hingga kini masih menjadi kendala utama klub-klub senam di Surabaya.

Ia mengungkapkan, persoalan tersebut sudah lama menjadi perhatian dirinya, bahkan sejak masih menjabat sebagai anggota DPRD Kota Surabaya.

“Saya sudah memohon agar pemerintah kota bisa membantu menyediakan tempat latihan bagi klub-klub senam, supaya biaya latihan atlet tidak terlalu tinggi,” jelasnya

Ke depan, Bunda Ayu berencana memperkuat koordinasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Surabaya agar seluruh cabang olahraga (cabor), termasuk Persani, mendapatkan dukungan yang lebih merata, terutama bagi cabor yang belum memiliki fasilitas latihan memadai.

“Kami ingin ini dikomunikasikan dengan pihak-pihak terkait. Harapannya KONI juga bisa membantu semua cabor, tidak hanya Persani,” tambahnya

Terkait target prestasi tahun 2026, Ayu menegaskan Persani Surabaya menargetkan kembali meraih minimal dua medali emas, setelah sebelumnya mengalami penurunan prestasi.

“Targetnya jelas, dua medali emas itu harus kita kejar kembali. Kalau bisa, harus bertambah. Tapi syaratnya semua pengurus harus kompak,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya integritas dan dedikasi dalam kepengurusan olahraga. Menurutnya, baik atlet maupun pengurus harus bekerja dengan panggilan jiwa, bukan semata-mata demi kepentingan pribadi.

“Kalau pengurus tidak bekerja dengan panggilan jiwa dan hanya ingin memanfaatkan nama, Persani tidak akan tumbuh dengan baik. Padahal KONI itu adalah rumah besar bagi seluruh cabang olahraga,” ujarnya.

Bunda Ayu menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa kekompakan antara Persani dan KONI menjadi kunci utama untuk memajukan olahraga prestasi di Kota Surabaya.

“Untuk membantu KONI dan agar KONI juga bisa membantu kita, semuanya harus kompak,” pungkasnya.

Ketua Persatuan Senam Indonesia (Persani) Kota Surabaya, Pertiwi Ayu Krishna Bersama Ketua KONI Surabaya periode 2025–2029, Arderio Hukom (Foto: B4M)

Sementara itu, Ketua KONI Surabaya periode 2025–2029, Arderio Hukom, menyambut baik rencana revitalisasi kepengurusan Persani Surabaya pada 2026. Ia menyatakan, revitalisasi sepenuhnya menjadi kewenangan Ketua Persani Surabaya.

“Terkait revitalisasi pengurus, saya menyerahkan sepenuhnya kepada Ibu Ketua Umum Persani Surabaya. Beliau tentu lebih mengetahui mana pengurus yang aktif dan mana yang tidak,” ujar Arderio.

Ia berharap semangat pembenahan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya KONI Surabaya dalam mengejar target besar perolehan medali emas pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang.

“KONI Surabaya berharap Persani bisa berkontribusi lebih besar dibanding Porprov sebelumnya. Target kita besar, dan Persani salah satu cabor yang diharapkan menyumbang emas,” jelasnya.

Terkait fasilitas latihan, Arderio mengakui bahwa penyediaan sarana bukan kewenangan langsung KONI, namun pihaknya berkewajiban menyampaikan kebutuhan Persani kepada Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora).

“Semoga Dispora bisa menemukan solusi, memanfaatkan gedung-gedung yang tersedia agar Persani Surabaya bisa berlatih secara maksimal. Output-nya tentu prestasi dan medali emas di Porprov 2027,” katanya.

Selain itu, Arderio juga menekankan pentingnya kompetisi sebagai bagian dari pembinaan atlet. “Kalau ingin hasil bagus, tentu harus ada banyak kompetisi. Latihan saja tanpa kompetisi tidak cukup untuk membentuk mental bertanding,” tuturnya.

Ia berharap ke depan KONI Surabaya dan Persani Surabaya dapat bersinergi menggelar berbagai kejuaraan, sehingga mampu melahirkan atlet-atlet senam berkualitas dan berprestasi.

B4M/Lensa Parlemen 

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments