DPP PWKI Lantik Ketua DPD PWKI Jatim Periode 2022-2027 Di Musda Ke XVI

Bagikan

Lensa Parlemen l Surabaya – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Wanita Kristen Indonesia Jawa Timur (PWKI) gelar musyawarah daerah (Musda) ke XVI di Hotel Grand Mercure Surabaya diikuti oleh seluruh DPC dan PAC Jawa Timur (Jatim). Jumat (25/11/2022) malam.

Ketua Pelaksana Musda ke XVI Sri Sunarti Baktiono mengatakan, “Seharusnya, musda digelar pada 2021 lalu. Karena kasus covid-19 belum mereda, DPD memilih untuk mengundur musda untuk keselamatan dan keamanan.”

Ibadah Pembukaan Musda dilayani oleh Pdt Triyogo Setyatmoko. PWKI ini organisasi masyarakat khusus wanita yang berlandaskan iman Kristiani yang bersifat antar denominasi.

Selain di Surabaya, PWKI tersebar di beberapa 30 titik lain bersama DPC, PAC, serta ranting-rantingnya. Sri Surnati menuturkan, musda DPD diikuti seluruh pengurus DPD PWKI Jatim dan utusan dari 11 DPC PWKI se-Jatim dari 14 DPC yang ada. Salah satu hasil musda yakni memutuskan Pdt Drg Varina Santosa sebagai ketua terpilih DPD PWKI Jatim periode 2022-2027. Varina dilantik langsung oleh Ketua DPP yang baru, Pdt Deety Treisje Liow Mambo.

Sri Sunarti menyampaikan, Ada 8 bidang di PWKI yakni, Bidang Kerohanian, Bidang Organisasi, Bidang Pendidikan, Bidang Ekonomi, Bidang Kesehatan dan Sosial, Bidang Lingkungan Hidup, Bidang Hukum dan HAM, Bidang Technologi dan Informasi.

“Dalam bidang pendidikan, kami juga memiliki Yayasan Tabitha yang mengelola 7 sekolah di Kabupaten Kediri dan Jombang,” jelasnya

Sementara itu, Varia mengungkapkan, ada beberapa pekerjaan rumah (PR) di DPD PWKI Jatim untuk segera diselesaikan. Menurutnya, ada dua PR yang harus dituntaskan. Pertama, konsolidasi anggota di dalam DPD hingga anak ranting. Supaya anggota semakin solid dan bisa menjalankan moto PWKI menjadi ibu bangsa.

“Ibu bangsa yang mencerdaskan anak bangsa. Berharap juga dapat menjadi garam dan terang dalam masyarakat,” jelasnya.

PR kedua terkait penambahan sekolah. Rencananya, PWKI menambah satu sekolah di Jombang. Varina menyatakan, Sadar tidak dapat bekerja sendiri.

“Bahwa pihaknya bakal bekerja sama dengan Kementrian, Kongres Wanita Indonesia, Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW), Gabungan Organisasi Wanita, hingga gereja-gereja antar denominasi untuk melaksanakan program,” pungkasnya.(B4M)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *