Arsip Kategori: Politics

Berdasarkan Salinan C-Hasil, Partai Gelora Berpeluang Lolos Ke Senayan

LENSA PARLEMEN – JAKARTA
Berdasarkan hasil pemantauan salinan C-Hasil dari Panitia Pemungutan Suara (PPS), terbuka peluang bagi Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia untuk lolos ke Senayan, meskipun beberapa lembaga survei melalui hasil hitung cepat (quick count) memprediksi tidak memenuhi ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT).

Demikian disampaikan oleh Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPN Partai Gelora Rico Marbun dalam keterangannya, Senin (19/2/2024).

“Sudah terkumpul data dari hampir 54% PPS. Ternyata tren perolehan suara Partai Gelora cukup menggembirakan di sekitar 4,1%,” kata Rico Marbun.

Menurut Rico, sejak Kamis (15/2/2024), Partai Gelora telah mengerahkan petugas pencatat salinan data C-Hasil dari PPS di tingkat kelurahan dan desa.

“Karena kami tidak memiliki saksi TPS yang cukup, maka kami mencatat salinan data C-Hasil dari TPS yang ditempel pada PPS,” katanya.

Karena itu, berdasarkan hasil pencatatan salinan data C-Hasil dari TPS tersebut, maka Partai Gelora berkeyakinan akan masuk ke Senayan dan memenuhi PT 4%, serta akan menempatkan wakilnya di DPR.

“Kami masih berkeyakinan berpeluang masuk Senayan. Kami masih berupaya menghimpun sisa data dari PPS lainnya,” ungkap Rico.

Rico mempertanyakan akurasi hasil hitung cepat untuk Pemilu Legislatif yang dilakukan sejumlah lembaga survei, dimana perolehan suara Partai Gelora ditempatkan pada kisaran 1,7%.

Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan angka elektabilitas Partai Gelora di beberapa survei terakhir. Misalnya yang dilakukan lembaga survei Median dan SPIN yang dirilis pada awal Februari, empat hari menjelang menjelang pencoblosan.

Dalam survei lembaga survei Media Survei Nasional, misalnya, elektabilitas Partai Gelora tercatat sebesar 4 % dari sebelumnya 2,8% dan survei lembaga Survey and Polling Indonesia (SPIN) mencatatkan elektabalitas sebesar 4,1% dari sebelumnya 3,6 %.

“Kami memang mempertanyakan akurasi hasil hitung cepat untuk pileg, karena ada banyak anomali. Makanya kami mengejar betul salinan data dari C-Hasil dari PPS untuk mengetahui lebih pasti tren perolehan suara riil Partai Gelora,” ujar Rico.

Rico mengatakan, jika semua PPS komitmen mengumumkan salinan C-Hasil sesuai perintah Undang-undang, akan lebih mudah dan cepat mengetahui proyeksi perolehan suara riil. Namun, di sebagian PPS masih ditemukan tidak melakukan tugas mengumumkan salinan C-Hasil.

“Sejak hari minggu kemarin, pengurus DPD Partai Gelora sudah bersurat ke KPUD Kota/Kabupaten meminta menunda proses rekapitulasi suara di PPK dimana masih banyak PPS yang belum mengumumkan salinan C-Hasil. Kebetulan juga dari pihak KPU RI masih melakukan perbaikan dan pembersihan Sirekap yang datanya banyak tidak sesuai,” jelas Rico.

Sementara mengenai Sirekap, Partai Gelora berharap KPU RI bisa segera menuntaskan pembenahannya karena telah banyak membingungkan.

“Meskipun Sirekap fungsinya sebagai alat bantu, namun KPU RI perlu segera membenahi agar dapat menampilkan data yang lebih mendekati potret data riil nya. Kami masih percaya KPU RI mampu menyelesaikan masalah ini,” pungkas Rico Marbun. (Rul)

Pemilu 2024 System SIREKAP KPU dengan C, Hasil-DPD Tidak Sesuai

LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Menindaklanjuti perbedaan perbedaan C.HASIL-DPD dengan Sistem Informasi Rekapitulasi yang ditampilkan melalui https://infosemilu.ksu.go.id/.
Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Jawa Timur perlu menyampaikan hal-hal sebagai berikut:

Satu, Bahwa, berdasarkan Keputusan KPU Nomor: 66 tahun 2024 tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan Pemungutan dan Penghitungan Suara dalam Pemilihan Umum, disebutkan bahwa Sistem Informasi Rekapitulasi Elektronik yang selanjutnya disebut Sirekap adalah perangkat aplikasi berbasis teknologi informasi sebagai sarana publikasi hasil penghitungan suara dan proses rekapitulasi hasil penghitungan suara serta alat bantu dalam pelaksanaan rekapitufasi hasil penghitungan suara Pemilu,

Dua, Bahwa, KPU adalah Badan Publik yang memiliki kewajiban sebagaimana tegas disebutkan pada pasal 7 UU Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, yaitu: “Badan Publik wajib menyediakan informasi publik yang akurat, benar dan tidak menyesatkan.”

Tiga, Bahwa, seluruh informasi tentang Perolehan Suara pada Pemilu tahun 2024 di www.infosemilu.ksu.co.id sejak tanggal 14 februari 2024, telah dapat dikonsumsi publik. Seluruh Masyarakat berharap, informasi perolehan suara yang disampaikan KPU adalah informasi yang akurat, benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Namun alangkah disayangkan, ternyata informasi dalam website tersebut tidak sesuai dengan perolehan sebenarnya sebagaimana tercatat dan terdokumentasi pada C.HASIL-DPD. Kami khawatir, informasi yang tidak benar tersebut akan menjadi alat calon tertentu untuk menjustifikasi perolehan suara pada Pemilu 2024,

Empat, Bahwa benar C.HASIL-DPD telah diunggah melalui Sirekap oleh KPPS dan ditampilkan pada www.infopemilu.kpu.go.id, namun angka-angka yang tercatat pada website tersebut tidak sesuai dengan C.HASIL-DPD yang telah diunggah. Atas ketidaksesuaian tersebut, Ketua KPU, dalam Konferensi Pers di Media Massa, menyatakan bersyukur karena Sirekap bekerja sesuai, sehingga publik dapat memonitor kesalahan-kesalahan, jadi tidak ada yang sembunyi-sembunyi dan tidak ada yang diam-diam. Pernyataan tersebut jelas tidak sejalan dengan kewajiban Badan Publik untuk memberikan informasi yang akurat, benar dan tidak menyesatkan. Penggunaan Sirekap pada Pemilu tahun 2024 seharusnya tidak sekedar transparan, melainkan informasi yang disampaikan harus akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Tugas KPU lah yang seharusnya melakukan pekerjaan dan menjalankan kewenangan dengan benar, tidak membebankan koreksi kesalahan kepada Masyarakat sedang dirinya abai dan lalai terhadap kesalahan yang telah diperbuat. MPW Pemuda Pancasila Jawa Timur menilai pernyataan Ketua KPU RI tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan baik dari sisi ketatanegaraan maupun dari sisi yuridis,

Lima, Bahwa, KPU juga telah menyampaikan terjadi kesalahan pembacaan oleh system. Kami menilai KPU belum maksimal dalam melakukan koreksi terhadap kesalahan system tersebut. Temuan tentang ketidaksesuaian C.HASIL-DPD dengan Sirekap telah diajukan sejak tanggal 18 Februari 2024, namun hingga release ini disampaikan, tidak terjadi perubahan yang siginifikan. Hal demikian tentu miris, karena anggaran besar untuk membangun system Sirekap tentunya jauh dari sepadan dengan sajian Sirekap yang tidak akurat dan menyesatkan,

Enam, Bahwa, MPW Pemuda Pancasila Jawa Timur menduga adanya oknum yang menyebabkan perbedaan antara C.HASIL-DPD dengan Sirekap, karena kesalahan system tersebut hanya terjadi pada beberapa calon, tidak merata untuk seluruh 13 Calon DPD. Tindakan peretasan dan merubah data dengan cara melawan hukum tersebut harus segera ditindaklanjuti. Kami meminta agar KPU, Bawaslu, bergandeng tangan dengan Aparat Penegak Hukum mengusut tuntas tindak kejahatan tersebut,

Tujuh, Bahwa, MPW Pemuda Pancasila Jawa Timur meminta kepada KPU untuk melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap Sirekap tidak terbatas pada perbaikan angka perolehan pada Sirekap dan tidak melanjutkan pada tahap Rekapitulasi di Tingkat PPK/Kecamatan sepanjang belum terselesaikannya seluruh kesalahan pemasukan data di www.infopemilu.kpu.go.id,

Delapan, Bahwa, kami sangat berharap kredibilitas dan kehormatan Penyelenggara dapat tetap terjaga demi terjaganya Marwah Demokrasi berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. (red)

Pemilu 2024, DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Siapkan 2 Saksi per TPS

LENSA PARLEMEN – SURABAYA
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Surabaya, menjelang pencoblosan surat suara pemilu, Pileg dan Pilpres, DPC PDIP telah menyiapkan 2 saksi per TPS (Tempat Pemungutan Suara), Hal ini yang diungkapkan oleh Baktiono Sekertaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya.

Baktiono menyatakan, Jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Surabaya ada 8.167 TPS tinggal kalikan 2 itu saja.

“Jadi total ada 16.334 saksi yang akan mengawal jalannya pemilu yang tinggal hitungan hari yaitu, pencoblosan surat suara tanggal 14 Februari 2024,” ujar Baktiono di Surabaya, Selasa (06/02/2024).

Ia menjelaskan, para saksi jauh-jauh hari sudah direkrut PDI Perjuangan dan diberi pelatihan maupun Bimtek agar fokus saat di TPS.

Artinya, lanjut Baktiono yang juga Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya ini, para saksi saat di TPS tetap semangat, tidak boleh lengah, tidak boleh meninggalkan tempat, dan konsentrasi penuh kertas suara sampai perhitungan.

“Dan juga amati terus kertas suara baik pilpres, partai, maupun caleg, jangan sampai sedikitpun ada kecurangan,” tegasnya.

Baktiono berharap pemilu 2024 ini berjalan dengan baik dan damai, meskipun rakyat tahu pemilu dan pilpres tahun ini sedang tidak baik-baik saja.

“ Mari kita jaga pemilu bermartabat dan jurdil, demi rakyat Indonesia dimasa yang akan datang,” tutupnya (B4M*)

Kampanye dan Sosialisasi Caleg PDI-P Dapil 1 Ciputat Dernius Harefa, di sambut Antusias Warga RW 20 Vila Dago Tol

LENSA PARLEMEN – TANGERANG
Dalam rangka penguatan dukungan dan pemantapan kemenangan, Caleg DPRD Kota Tangerang Selatan Dapil 1 Ciputat, Dernius Harefa menggelar sosialisasi kampanye dan menyerahkan sumbangsih kepada warga RW 20 vila dago tol berupa tandon air.

Acara serah terima ini dilaksanakan di lapangan merak wilayah RW 20 Vila dago tol kecamatan Ciputat pada Jumat (5/1/2024).

Dalam kesempatan itu, Caleg yang akrab disapa Bang Dernius membentuk relawan dan tim pemenangan di wilayah vila dago tol kecamatan Ciputat.

Kegiatan tersebut dihadiri puluhan warga. Mereka diberi pembekalan cara mencoblos Caleg DPRD Kota Tangerang Selatan dari PDI Perjuangan nomor urut 5 Dernius Harefa dan Caleg DPR RI dapil Banten 3 nomor urut 2 Marinus Gea.

Kedatangan Caleg yang akrab disapa bang Dernius itu disambut antusias warga RW 20 Vila dago tol Kecamatan Ciputat.

Pada kesempatan itu, caleg PDI perjuangan Dernius Harefa menerangkan maksud dan tujuan kegiatan hari ini.

” Yang pertama Menyapa warga vila Dago tol untuk penguatan dukungan dan pemantapan kemenangan, kedua amanah partai bahwa seluruh pengurus partai, caleg, dan simpatisan turun ke masyarakat, dan ketiga menyerahkan sumbangsih berupa tandon air untuk kepentingan warga RW 20 vila Dago tol ” ujarnya.

Sementara itu ketua tim pemenangan wilayah RW 20 Vila dago tol kecamatan Ciputat, Agus Banudoyo mengatakan,

“Strategi yang akan kami gunakan untuk memenangkan Pak Dernius Harefa akan bergerak secara massive, gotong royong, dan berkerja sama dengan komunitas yang ada di wilayah vila dago tol di karenakan vila dago tol ini adalah kampung olahraga jadi kami dengan sangat optimis akan memperoleh suara yang ditargetkan di sini ” tutup nya.(*)

Anis Matta Ngevlog Bareng Ridwan Kamil, Partai Gelora Didoakan Kang Emil Lolos ke Senayan

LENSA PARLEMEN I JAKARTA
Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta menggelar acara ngevlong bareng bersama mantan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil atau Kang Emil di sebuah kafe di Jalan Braga, Bandung pada Minggu (17/12/2023) malam.

Ngevlog bareng bertajuk ‘Face to Face Bersama Ridwan Kamil’ ini dilakukan usai keduanya menggelar rapat bersama Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran Jawa Barat dengan jajaran Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gelora Jabar.

Rapat tersebut, membicarakan evaluasi dan pematangan strategi pemenangan pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Jawa Barat.

Dalam rapat ini, Anis Matta bertindak sebagai Wakil Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Gibran, sementara Ridwan Kamil sebagai Ketua TKD Jabar.

Sebelumya, Anis Matta menyempatkan diri menggelar Dialog Keumatan dengan para tokoh dan ulama Jabar bertempat di Gedung Bikasoga, Buah Batu, Bandung. Kehadirannya untuk memastikan umat Islam tidak terpecah belah akibat kontestasi politik 2024.

“Sahabat Gelora, saya sedang berada di Bandung bersama Kang emil di kafe beliau, nama kafenya, Jabarano. Ini kafe baru berdiri dua bulan, tapi ramai betul. Kita sudah duduk lama dan tidak sepi-sepi, penuh terus,” kata Anis Matta dalam keterangannya, Rabu (20/12/2023).

Anis Matta mengatakan, persahabatannya dengan kang Emil sudah terjalin lama sejak tahun 1998. Tidak hanya itu, ketika maju sebagai Wali Kota Bandung beberapa waktu silam, ia juga mendukungnya. Karena itu, pertemuannya dengan Kang Emil saat ini adalah ajang nostalgia.

“Saya pertama kali kenal beliau tahun 1998, kita bertemu di New York ketika saya sedang keliling Amerika, waktu beliau masih kerja di sana. Kemarin waktu beliau maju sebagai Wali Kota pertama kali, saya juga mendukung beliau. Sekarang kita ada di satu barisan yang sama di tim pendukung Pak Prabowo. Jadi sekarang kita ingin nostalgia saja,” katanya.

Kepada Anis Matta, Kang Emil menjelaskan, soal pemberian nama kafenya, yang baru didirikan dua bulan lalu itu, dengan nama Jabarano. Jabarano, kata Kang Emil, artinya Jawa Barat menuju nomor satu sedunia urusan kopi.

“Revolusi datang dari secangkir kopi. Paling enak ngomong politik sambil minum kopi. Makanya saya suka sedih nolakin tamu, karena kafenya ramai terus tidak pernah sepi,” ungkap Kang Emil.

Terlepas dari hal itu, Kang Emil bersyukur sepanjang hidupnya banyak dipertemukan dengan orang-orang hebat yang mewarnai perjalanan bangsa ini, salah satu diantaranya, adalah Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta

“Salah satu orang yang saya kagumi, adalah Ustad Anis Matta. Saya ketemu beliau tahun 1998 saat kerja di New York, Amerika. Di sana, saya juga jadi pengurus DKM, ngurusi majalah, sementara istri saya guru ngaji,” ujarnya.

Kang Emil menilai Anis Matta adalah sosok pemimpin yang konsisten sejak menjadi aktivis 1998 hingga sekarang, tidak pernah berubah dalam pola pikirnya.

“Ustad Anis Matta ini punya pola pikir yang mampu membahasakan sesuatu yang rumit, filosofis ke dalam bahasa yang muda dicerna semua orang. Itulah kelebihan beliau,” katanya.

Alumnus Teknik Arsitektur Institut Teknologi Bandung (ITB) dan College of Environmental Design, University of California yang telah merancang banyak karya bangunan ikonik yang mendunia ini, berharap agar Anis Matta dapat terus memberikan edukasi perjalanan demokrasi di Indonesia kepada masyarakat.

“Perjalanan demokrasi kita ini masih muda, butuh ada pemikiran-pemikiran yang tidak melulu soal politik praktis, tapi refleksi. Dan itu, menurut saya adalah strength (kekuatan)-nya Ustad Anis Matta di situ,” kata Kang Emil.

Karena sekarang berada dalam satu gerbong tim pemenangan Prabowo-Gibran dengan Anis Matta, Kang Emil berharap dapat diberikan kemenangan dalam Pilpres 2024.

“Kami sudah sepakat, kami harus menang terhormat. Kita berlomba-lomba menjual gagasan, misi dan menyerahkan kepada rakyat. Secara matematis, Insya Allah kemenangan ada hilalnya, tapi kita tetap ikhtiar, istiqomah, fastabiqul khairat, serta menunggu takdir Allah SWT , ” katanya.

Dalam kesempatan ini, Kang Emil juga mendoakan Partai Gelora lolos ke Senayan, sehingga dapat ikut serta menyempurnakan sistem demokrasi Indonesia lebih baik lagi.

“Saya doakan Ustad Anis Matta dan partainya, Partai Gelora bagian dari perjalanan menyempurnakan sistem bangsa kita, yaitu demokrasi. Siapa tahu dengan kehadiran Partai Gelora, adil dan makmur akan datang lebih cepat,” pungkasnya mengakhiri.

Malam itu, Anis Matta terlihat mengenakan t-shirt abu-abu lengan panjang dikombinasikan rompi berwarna krem, sedangkan Kang Emil mengenakan t-sirt hitam dibalut dengan jas biru tua.

Diharapkan persahabatan yang telah terjalin lama, antara Anis Matta dan Ridwan Kamil akan memperkokoh kerjasama dalam memenangkan Prabowo Gibran dan membuka peluang Partai Gelora sebagai partai besar di Jawa Barat khususnya dan Indonesia nantinya.(Rul)

Kampanye Perdana, Fahri Hamzah ‘Ngamen’ Cari Mandat Rakyat NTB

LENSA PARLEMEN I JAKARTA
Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah, mulai melakukan kampanye perdana di dunia nyata, yang dia sebut ‘ngamen’ sebagai calon anggota Legislatif (Caleg) DPR RI nomor urut 1 di Daerah Pemilihannya atau Dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) I, sejak tanggal 7 November 2023, kemarin.

“Hujan deras dan atap berbunyi keras. Itulah perjuangan saya (Ngamen, mencari mandat rakyat,” ucap Fahri Hamzah dalam keterangan tertulisnya, Minggu (10/12/2023), terkait kampanye perdananya sebagai seorang caleg.

Dia menuturkan, setelah bikin partai (Gelora Indonesia), dan memastikan menjadi peserta Pemilu 2024, lalu saatnya seperti orang ‘Ngamen’ dari cafe ke cafe, minta suara dari rakyat tidak lah mudah.

“Tapi, semoga amal usaha kita jadi pahala di sisiNya. Amin YRA,” ujar mantan Wakil Ketua DPR RI yang juga menyatakan siap menyampaikan visi dan misi, program-program, serta narasi dan gagasannya untuk Dapil jika dipercaya kembali menjadi wakil rakyat NTB dari partai yang baru dibentuknya bersama Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta tersebut.

Fahri mengatakan, di hari pertama kampanye adalah datang untuk mendukung seorang ibu penyandang disabiltas yang maju sebagai caleg dari Partai Gelora di Kabupaten Lombok Barat-NTB, Fitri Nugrahaningrum.

“Saya terharu dengan pasukan Ibu Fitri yang hampir semuanya difabel,” kata Fahri yang tak lupa mengucapkan terima kasih kepada tim lapangannya yang terus bekerja.(Rul)

PKS Kota Surabaya Gelar Flashmob Atraktif dan Sosialisasikan Gagasan

LENSA PARLEMEN I SURABAYA

Masa kampanye pemilu 2024 sudah berjalan 12 hari, PKS Kota Surabaya mengadakan kampanye perdana di Kota Pahlawan,Minggu (10/12).

Kegiatan kampanye perdana yg dipilih oleh PKS Kota Surabaya yaitu flashmob, yang digelar secara serentak di 3 titik di kota Pahlawan, yaitu di Jl. Margomulyo, Jl. Pemuda, dan Jl. Kertajaya Timur (Depan Koni Jatim).

Ketua DPD PKS Kota Surabaya, Johari Mustawan memimpin langsung aksi flashmob tersebut. Johari bersama kader, simpatisan dan pengurus PKS Kota Surabaya turun ke jalan menyapa masyarakat.

Perhatian para pengguna jalan yang melintas pun tertuju pada aksi tersebut. Tidak sedikit dari pengendara memelankan laju kendaraan untuk melirik program dan gagasan yang dipamerkan PKS melalui poster dan spanduk.

“Hari ini, semua anggota dan simpatisan PKS Kota Surabaya turun ke jalan melakukan flashmob, menyampaikan program gagasan, janji kampanye PKS, yaitu pangan murah, kerja gampang dan sehat mudah,” kata Bang Jo sapaan akrab Johari Musyawan.

Kenapa PKS mengambil tagline Pangan Murah, Kerja Gampang, Sehat Mudah? karena itu yang menjadi kebutuhan pokok dari masyarakat.

“Pangan murah itu bukan petani dihargai murah, jadi bukan itu, jadi negara itu bertanggungjawab untuk petani pun bisa menjual dengan harga yang layak dan masyarakat bisa menjangkau juga harga pangan yang terjangkau” jelas Bang Jo.

Kemudian program yang kedua, kerja gampang, “PKS bekerjasama dengan 800 ribu pengusaha dimana satu misal satu pengusaha membutuhkan 10 tenaga maka akan terbentuk 8 juta lapangan usaha baru se Indonesia” ungkap pria yang juga Caleg di Dapil 5 ini.

Lalu program yang ketiga, adalah sehat mudah, karena apa? karena kesehatan itu merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat khususnya di kota Surabaya.

“Jangan sampai masyarakat itu kesulitan mengakses kesehatan. nah saat ini Surabaya sebenarnya sudah mudah hanya kerapkali terkendala dengan adanya masyarakat yang memiliki tunggakan-tunggakan iuran BPJS,” ujarnya.

harapan kita lanjut Bang jo, Tunggakan itu dihapuskan tidak ada tunggakan, yang bisa mandiri silahkan, namun yang tidak bisa agar Pemkot Surabaya meng take over sehingga masyarakat tidak ada jeda ketika membutuhkan layanan kesehatan, harapnya.

Terakhir, Johari juga berharap dalam masa kampanye ini, agar Pemilu 2024 ini dilaksanakan secara jujur adil dan transparan dan PKS bisa menang di Kota Pahlawan, hadirkan sepuluh kursi di DPRD Kota Surabaya.

“Saya juga berharap, agar semua Partai Politik menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa guyup rukun dan mengedepankan fastabikhul choirot (berlomba-lomba dalam mencapai kebaikan) dengan menjaga persatuan dan kesatuan yang ada di masyarakat Kota Surabaya yang majemuk” pungkasnya. (B4M)

Anis Matta: Indonesia Butuh Pemimpin yang Menyatukan, Tidak Perlu Sempurna, Tapi Orang yang Tepat

LENSA PARLEMEN I JAKARTA   

Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) Indonesia Anis Matta kembali menegaskan, bahwa peristiwa politik yang paling penting dalam empat tahun terakhir adalah rekonsiliasi antara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Kenapa ini penting, karena ketika berbicara krisis global dalam kaitan kepentingan umat, maka Indonesia diharapkan tidak menjadi taman bermainnya negara adidaya, seperti Syiria dan Ukraina,” kata Anis Matta dalam ‘Bincang Keumatan Bersama dengan Tokoh Jawa Timur, di Surabaya, Sabtu (9/12/2023) malam.

Anis Matta mengatakan, Indonesia saat ini membutuhkan satu kepemimpinan nasional yang bisa menyatukan elite nasional. Pada saat yang sama tidak mengizinkan kekuatan asing menjadikan Indonesia sebagai tempat bermain atau playground.

Karena itu, Indonesia membutuhkan pemimpin yang memahami situasi geopolitik sekarang. Sehingga dalam memilih pemimpin itu, tidak perlu sempurna, tapi disesusuaikan dengan situasi kondisi saat ini.

“Di sejarah Islam sendiri, kita mengenal satu fakta, bahwa dalam memilih pemimpin itu tidak perlu sempurna, tapi orang yang tepat. Jadi yang menentukan orang itu layak atau tidak kita pilih, itu masalah relevansi saja,” katanya.

Artinya, keberadaan Prabowo sebagai calon presiden (capres) di pemilihan presiden (Pilpres) 2024, sangat relevan dengan ke keadaan sekarang.

“Pak Prabowo itu saya kenal sebagai orang kuat dan sekarang saya kenal sebagai orang yang rendah hati, karena beliau berani mengambil keputusan yang tidak menyenangkan bagi pengikutnya demi kemaslahatan yang lebih besar,” katanya.

Demikian pula dengan Presiden Jokowi yang berbesar hati berani mengajak lawan politik menjadi menteri di kabinetnya. “Kedua orang ini (Prabowo Subianto-Joko Widodo) adalah orang baik yang mau berbesar hati melakukan rekonsiliasi bersama-sama,” katanya.

Sementara kehadiran Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Jokowi sebagai calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto itu, adalah dalam konteks melanjutkan rekosiliasi.

“Di koalisi pun Mas Gibran ini pemersatu, karena teman-teman di Golkar punya calon sendiri sesuai dengan amanat munasnya, Pak Airlangga Hartarto. PAN punya calon Erick Thohir, Demokrat juga punya calon. Dan perlu diingat berpisahnya PKB dengan Gerindra juga soal pencalonan ini,” katanya.

Menurut Anis Matta, jika Gibran tidak menjadi cawapres Prabowo, maka Koalisi Indonesia Maju (KIM) bisa bubar, karena semua partai politik mencalonkan calonnya masing-masing.

“Jadi kalau Mas Gibran tidak diambil, maka Koalisi Indonesia Maju bisa bubar. Mas Gibran ini yang menyatukan dan bisa diterima oleh semua partai. Tetapi sekali lagi, ini bukan soal pemimpin yang ideal, tapi siapa yang tepat. Sisi ketepatannya disini lebih pada makna melanjutkan rekonsilisiai antara Pak Prabowo dan Pak Jokowi,” ujarnya.

Anis Matta menilai pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka adalah kandidat yang berani menolak Indonesia dijadikan playground negara adidaya dibandingkan dua pasangan capres-cawapres lainnya.

“Saya ini bukan tipe orang yang suka membela calon yang didukung itu berlebihan. Saya juga tidak suka menisbahkan sifat-sifat yang tidak ada pada seseorang, hanya semata-mata karena mencalonkannya. Semua calon itu pasti ada kelemahannya,” ujar Anis Matta.

Sehingga ketika semua orang tengah mempertanyakan kemampuan Gibran sebagai cawapres Prabowo, Anis Matta mengingatkan, kembali soal memori penunjukkan KH Ma’ruf Amin sebagai cawapres Presiden Jokowi di periode kedua, yang juga dipertanyakan kemampuannya ketika itu.

“Waktu Sandi (Sandiaga Uno) jadi wakilnya Pak Prabowo di Pilpres 2019, saya sudah ingatkan hati-hati kalau debat sama Kiai Ma’ruf, beliau punya intelektualitas yang luar biasa. Saya mengenal beliau di Komisi XI, tapi tidak semua orang tahu backgroundnya. Dan begitu perdebatan terjadi, Sandi-nya kewalahan,” ungkapnya.

Hal yang sama juga ada pada diri Gibran Rakabuming Raka. Anis Matta berharap agar semua pihak tidak underestimate (meremahkan) Gibran, karena belum ada perbebatan dalam debat cawapres yang dilakukan. Dalam pandangannya, Gibran juga memiliki success stories yang tidak diketahui semua orang.

“Intinya jangan undersitimate. Mas gibran dipertanyakan kemampuanya oleh banyak orang, padahal belum kita coba dalam debat. Dalam skala tertentu dia juga punya succes stories,” katanya.

Pada prinsipnya, Partai Gelora tidak ragu maupun canggung dalam mendukung pasangan Prabowo-Gibran, karena sudah sesuai dengan alur konteks sekarang.

“Pasangan Prabowo-Gibran ini memberi perhatian besar kapada pembinaan SDM. Kampanye bantuan gizi ibu hamil, susu dan makan siang gratis dan kuliah gratis itu merupakan permulaan dari pikiran besar, revolusi pendidikan di Indonesia,” katanya.

Program Partai Gelora tersebut, lanjut Anis Matta, juga akan menghidupkan ekonomi rakyat misalnya dalam penyediaan susu dan makan siang gratis di sekitar sekolah, karena kebutuhanya akan disediakan oleh masyarakat sekitar.

“Dengan memberikan hak-hak dasar kepada masyarakat, negara akan menyebarkan momen keberuntungan bagi generasi-generasi saat kebijakan tersebut dibuat. Negara memikirkan dia dari kandungan hingga kuliah, sehingga stunting tidak ada dan generasi yang tercipta berpengetahuan tinggi,” pungkasnya. (Rul)

PAN Usung Khofifah Maju Lagi jadi Gubernur Jawa Timur di Pilgub 2024

Lensa Parlemen I SURABAYA
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Jawa Timur menggelar acara konsolidasi Caleg PAN se-Jatim di Hotel Sheraton, Surabaya, Senin  (4/12/2023).

Dalam acara tersebut Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menyampaikan PAN resmi mengusung Khofifah Indar Parawansa kembali maju sebagai gubernur Jawa Timur di Pilgub 2024 yang akan datang.

“Saya memang khusus hadir di acara ini, sudah saya pesan agar Ibu Khofifah hadir,” kata Zulkifli Hasan dalam sambutannya.

“Karena saya ingin mengumumkan kalau Gubernur PAN 2024 mendatang sudah saya bawa rekomendasinya, yaitu Ibu Khofifah,” lanjut Zulkifli dan disambut riuh tepuk tangan ribuan kader PAN se-Jatim.

Zulkifli Hasan tak ragu memberi rekomendasi kepada Khofifah sejak dini, mengingat kinerja dan prestasi gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu nyata terlihat.

“Jawa Timur sekarang maju, berkat Ibu Khofifah,” katanya.

Sementara itu Khofifah Indar Parawansa sendiri mengaku tidak menyangka bahwa di acara ini, Zulkifli Hasan mengumumkan dirinya sebagai bakal calon gubernur PAN.

“Cukup surprise karena tidak ada informasi sebelumnya, bahwa hari ini diserahkan rekomendasi (PAN) untuk Pilgub yang akan datang,” katanya saat ditemui awak media seusai acara.

Maka dari itu Khofifah menyampaikan rasa terima kasih dan mengapresiasi PAN yang mengawali proses pemberian dukungan kepadanya.

“InsyaAllah saya maju kembali pada Pilgub 2024, mohon doa semuanya,” pungkasnya.(B4M)

Didukung Tiga Gubernur, Pasangan Prabowo-Gibran Optimistis Menangi Kontestasi di Jatim

Lensa Parlemen I JAKARTA
Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah mengatakan, semua pihak saat ini tengah mengarahkan pandangannya untuk membaca ‘fenomena Gibran’ dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

Sebab, kehadiran Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menjadi calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto itu, tidak hanya menggerus basis suara PDIP di Jawa Tengah, tapi juga mengalahkan klaim atas kepemilikan suara tradisional di Jawa Timur (Jatim).

“Kita memang sedang membaca fenomena gibran ini dimana-mana cukup mengagetkan. Saya sendiri menganggap memang di Jawa Timur sedang terjadi guncangan yang cukup kuat,” kata Fahri Hamzah saat memberikan pengantar diskusi Gelora Talks dengan tema ‘Kemana Suara di Jawa Timur: Muhaimin atau Gibran?, Rabu (29/11/2023).

Menurut Fahri, kehadiran Gibran telah menggeliatkan suara pemilih pemula, milenial dan zelenial yang cukup masif. Sebab, Gibran dianggap sebagai politisi muda yang berani, sehingga kontroversi-kontroversi di tingkat pusat dilupakan.

“Rupanya Gibran itu cukup menyentak akar rumput pemilih pemula dan pemilih muda. Nah, saya kira ini menarik untuk dibedah. Gibran ini merepresentasikan pemilih baru, pemula, mileinal dan zelenial yang mampu mengalahkan klaim-klaim tradisional tentang kepemilikan suara di Jawa Timur. Afiliasi-afliasi berbasis tradisional itu dikalahkan,” ujarnya.

Fahri menduga akan ada mobilisasi pemindahan pemilih ke pasangan Prabowo-Gibran yang cukup besar dalam 20 hari terakhir masa kampanye. Sekarang, katanya, baru pada tahap awal pendahuluan.

“Selain kehadiran mas Gibran yang membuat guncangan di Jawa Timur. Pak Prabowo juga memiliki basis pengenalan yang luas di kalangan kiai dan santri di basis-basis pesantren sejak dulu. Makanya Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) itu kawannya Pak Prabowo,” katanya.

Fahri juga mengatakan, elektabilitas suara PDIP salah satu pemenang di Jatim, berikut suara capresnya akan terguncang hebat, karena kemenanganya selama ini ada kontribusi dari Jokowi bakal terganggu.

“Dengan adanya Mas Gibran yang dianggap terafiliasi langsung dengan Pak Jokowi, maka elektablitas PDIP yang dipengaruhi dan dikontribusikan oleh Pak Jokowi, akan guncang juga mengganggu basis suara capres nomor 3,” katanya.

“Nah, terkait calon nomor 1, terutama Pak Muhaimin Iskandar, dimana afiliasi cukup besar kepada PKB di Jawa Timur. Tetapi kita temukan justru afiliasi terhadap pribadi Pak Muhaimin selama ini tidak terlalu besar,” imbuhnya.

Ia menambahkan, Partai Gerindra akan mendapatkan coat-tail effect atau efek ekor jas di Jawa Timur sebagai kekuatan politik baru di Jatim, karena dukungannya kepada calon presiden (capres) Prabowo Subianto.

“Battleground di Jawa Timur selama ini menjadi persaingan PDIP dan PKB, dan sekarang masuk Gerindra. sebagai kekuatan baru. Dugaan saya Partai Gerindra akan mendapatkan coat-tail effect Pak Prabowo,” pungkas Fahri.

Menanggapi hal ini, Co-Kapten Timnas AMIN Jumhur Hidayat mengaku tidak percaya terhadap hasil-hasil survei yang selalu menempatkan elektabilitas pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar mendapatkan perolehan suara paling rendah.

“Saya tidak percaya dengan lembaga survei, bahwa apapun yang disampaikan buat saya tidak ada artinya. Kenapa dari fakta-fakta yang ada berbicara lain. Saya kasih contoh soal Sudirman di Jawa Tengah beberapa hari menjelang pencoblosan hanya mendapatkan 13-14 persen. Tapi begitu nyoblos dapat 43 persen,” kata Jumhur.

Sementara itu, Ketua Pengarah Tim Kampanye Daerah Jatim Anwar Sadad mengatakan, Gubernur Jatim Khofifah Indah Parawangsa bersama dua mantan gubernur, Soekarwo (Pak Dhe Karwo) dan Imam Utomo siap memenangkan pasangan nomor 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

“Di TKD Jatim itu ada tiga gubernur, ada Imam Utomo, Pak Dhe Karwo dan Ibu Khofifah. Sehingga memberikan optimisme, bahwa ketokohan dan figur dua orang ini akan memberikan spririt di Jawa Timur,” kata Anwar.

Apalagi, kata Anwar, dari Pemilu ke Pemilu, pemenang suara di Jatim selalu berubah-ubah. Yakni pernah dimenangkan PDIP, PKB dan Partai Demokrat, itu menandakan bahwa kontestasi partai politik di Jatim begitu dinamis.

“Satu hal yang memberikan kami optimisme, terlepas dari fahta bahwa dua paslon di sebelah mewakili dua entitas yang tidak dimiliki paslon nomor 2, yaitu Jawa Timur dan NU. Tapi justu dengan itu kita punya optimisme,” katanya.

Pertama soal Jatim, menurut Anwar, pemilihan Gibran sebagai pendamping Prabowo adalah pilihan strategis untuk memenuhi kebutuhan mengenai tren pemilih muda di masa depan.

Sebab, hal itu tidak hanya sekedar menjadi jargon, karena 56 persen pemilih milenial dan negeri z yang menjadi pemilih di Pemilu 2024. Mereka tumbuh bukan melalui sekat-sekat promodialimse dan identitas.

“Mereka tumbuh dari masyarakat yang tidak tumbuh dari mana mereka berasal, tapi yang paling penting adalah kompetisi mereka miliki. Inilah pentingnya menggandeng Mas Gibran,” katanya.

Sedangkan yang kedua soal Nahdtul Ulama (NU), lanjut Anwar, hubungan Prabowo dengan nahdliyin selama ini sudah cukup dalam terjalin sejak Pilpres 2014 dan Pilpres 2019.

“Seperti kata Pak Fahri Hamzah, itu sudah terjalin sejak Pilpres 2014, 2019 dan hubungan dengan para kiai dan tokoh-tokoh NU selama telah di maintance secara substantif. Misalkan 15 Anggota DPRD Partai Gerindra di Provinsi Jawa Timur, itu 11 orang merupakan kader-kader NU. Jadi kader NU itu diapresiasi, diberi ruang oleh partai yang kelahirannya tidak dari rahim NU,” katanya.

Selain itu, para Ketua DPD/DPW Jatim partai koalisi pengusung Prabowo-Gibran juga merupakan kader NU seperti Ketua DPW Partai Gelora Jatim Muhammad Sirot.

Sehingga dalam pandangan publik, akan lebih substantif memberi ruang kepada kader NU untuk berkiprah di partai yang kelahirannnya bukan difasilitasi NU.

“Itu jauh lebih subtantif, daripada mengambil sekedar identitas NU, jargon-jargon NU, tetapi dalam praktiknya tidak memberikan ruang yang besar kepada NU. Inilah optimisme kami, kehadiran kader NU di partai pendukung Pak Prabowo akan memenangkan pasangan nomor 2 Prabowo-Gibran,” tandasnya.*